
Gapuramanise.com, Ambon – Sinergitas antar kelembagaan menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat pendidikan demokrasi dan partisipasi masyarakat. Hal itu menjadi fokus dalam audiensi antara KPU Kota Ambon dan GMKI Cabang Ambon yang berlangsung di Passo–Lembah Agro, Selasa (1/9/2026).
Audiensi tersebut menjadi ruang dialog bagi kedua lembaga untuk membangun komunikasi sekaligus membuka peluang kolaborasi program yang dapat menyasar langsung masyarakat, khususnya generasi muda.

Ketua KPU Kota Ambon, Kaharudin Mahmud, menyambut baik audiensi yang dilakukan GMKI Ambon. Menurutnya, keterbukaan dan komunikasi dengan berbagai elemen merupakan bagian penting dalam membangun kerja sama kelembagaan.
“Kami mengucapkan terima kasih karena sudah hadir audiensi dengan kami. Kami sangat terbuka dengan semua pihak. Mudah-mudahan dari pertemuan ini ada sinergitas dan kolaborasi program yang bisa kita jalankan bersama,” ujar Kaharudin.
Pendidikan Pemilih Jadi Program Utama
Dalam pembahasan, salah satu program inti yang menjadi perhatian adalah sosialisasi pendidikan pemilih berkelanjutan. Program tersebut diarahkan untuk tidak hanya berlangsung menjelang tahapan pemilu, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan demokrasi yang dilakukan secara terus-menerus.
Konsep sekolah demokrasi juga menjadi salah satu gagasan yang dapat dikembangkan sebagai ruang edukasi bagi masyarakat dan generasi muda. Melalui ruang tersebut, pemahaman mengenai demokrasi, kepemiluan, hak dan kewajiban sebagai pemilih, serta pentingnya partisipasi masyarakat dapat diperkuat.
Selain pendidikan pemilih, pembahasan juga menyentuh peluang keterlibatan mitra dalam pendataan pemilih dan pemutakhiran data pemilih (DPT). Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memastikan dirinya terdata sebagai pemilih.
Kaharudin menegaskan, KPU tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun kesadaran demokrasi. Karena itu, keterlibatan organisasi kepemudaan seperti GMKI menjadi bagian penting untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan kolaborasi dengan organisasi kepemudaan sangat penting, terutama untuk pendidikan pemilih dan bagaimana masyarakat memahami proses demokrasi,” katanya.

GMKI: Kolaborasi Harus Menyentuh Masyarakat
Ketua Cabang GMKI Ambon, Renno L. Z. Patty, S.I.Kom, menyampaikan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya GMKI membangun jejaring dan sinergi dengan lembaga penyelenggara pemilu.
Menurut Renno, kolaborasi antara KPU dan organisasi kepemudaan memiliki ruang yang luas, terutama dalam memberikan pendidikan politik dan demokrasi kepada generasi muda.
“GMKI Ambon melihat bahwa kolaborasi dengan KPU Kota Ambon merupakan ruang strategis untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda. Karena pendidikan demokrasi harus dibangun secara berkelanjutan dan tidak hanya ketika momentum pemilu berlangsung,” ujar Renno.
Ia menambahkan, GMKI Ambon siap mendorong program-program kolaboratif yang tidak berhenti pada diskusi kelembagaan, tetapi dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Yang terpenting dari sinergitas ini adalah bagaimana program yang dibicarakan dapat menyentuh masyarakat. Kami siap membangun komunikasi dan mengawal kolaborasi yang nantinya disepakati bersama,” tambahnya.

Dihadiri Jajaran KPU dan BPC GMKI
Dalam audiensi tersebut, Ketua KPU Kota Ambon didampingi jajaran dan staf, termasuk Kadiv Hukum dan Pengawasan serta Kasubag.
Sementara dari GMKI Cabang Ambon hadir jajaran Badan Pengurus Cabang (BPC), yakni Ketua Cabang Renno L. Z. Patty, S.I.Kom, Sekretaris Cabang, Ketua Bidang Organisasi, Wakil Sekretaris Cabang, Ketua Bidang Ekonomi Kreatif, Ketua Bidang Agraria dan Maritim, Sekretaris Fungsi Bidang Organisasi, Sekretaris Fungsi Bidang Pendidikan Kader, serta Sekretaris Fungsi Bidang Kerohanian dan Spiritual BPC GMKI Ambon Masa Bakti 2026-2028.
Pertemuan tersebut menghasilkan semangat bersama untuk memperkuat komunikasi dan membuka ruang kolaborasi antara KPU Kota Ambon dan GMKI Ambon.
Sinergitas itu tidak berhenti di meja audiensi. Ia diharapkan bergerak menjadi program nyata dari pendidikan pemilih, sekolah demokrasi, hingga penguatan pendataan pemilih agar kesadaran berdemokrasi tumbuh dari ruang-ruang masyarakat dan generasi muda Kota Ambon. (SWW-GM)
