Gapuramanise.com, Ambon – Setelah puluhan tahun menjalani perjalanan hidup dan pengabdian di berbagai daerah serta bidang pekerjaan, Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura (Unpatti) Angkatan 1983 kembali dipertemukan dalam kegiatan penuh kehangatan bertajuk “Katong Reuni”.
Kegiatan yang berlangsung selama 3 hingga 4 September 2026 itu menjadi momentum untuk kembali menyambung persahabatan, mempererat tali persaudaraan, mengenang masa-masa kuliah, sekaligus melihat kembali potensi besar alumni FISIP Unpatti Angkatan 1983 yang kini telah tersebar dalam berbagai bidang pengabdian.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Kamis, 3 September 2026, dengan kebersamaan para alumni di Kota Ambon. Salah satu agenda penting adalah pertemuan dan foto bersama di Gong Perdamaian Dunia Ambon, sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kampus FISIP Unpatti.
Kehadiran kembali para alumni di kampus menjadi momen penuh nostalgia. Tempat yang puluhan tahun lalu menjadi ruang untuk belajar, berdiskusi, berjuang dan membangun persahabatan, kini kembali mempertemukan generasi FISIP Unpatti Angkatan 1983.

Dekan FISIP Unpatti Apresiasi Kebersamaan Alumni
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FISIP Unpatti, Dr. Wahab Tuanaya, M.Si, menyampaikan sambutan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan reuni Alumni FISIP Unpatti Angkatan 1983.
Menurutnya, kegiatan reuni menjadi momentum penting untuk menjaga hubungan antara alumni dan almamater serta memperkuat kebersamaan yang telah dibangun sejak masa perkuliahan.
“Kegiatan reuni alumni seperti ini merupakan momentum penting untuk memperkuat hubungan antara alumni dan almamater. Kami berharap kebersamaan yang telah terbangun sejak masa kuliah dapat terus dijaga dan memberikan kontribusi positif bagi FISIP Unpatti serta masyarakat,” demikian harapan yang disampaikan dalam sambutan Dekan FISIP Unpatti.
Kehadiran para alumni yang telah mengabdikan diri di berbagai bidang, menurutnya, merupakan bagian dari kekuatan dan potensi besar yang dimiliki FISIP Unpatti.
Alumni tidak hanya membawa nama almamater, tetapi juga menjadi representasi nilai-nilai pendidikan yang diperoleh selama berada di lingkungan kampus.

Felix Latuheru: Reuni Menjawab Kerinduan Setelah Puluhan Tahun
Sementara itu, Felix Latuheru selaku Ketua Tim Reuni, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena kegiatan tersebut akhirnya dapat mempertemukan kembali teman-teman seperjuangan setelah puluhan tahun menjalani kehidupan masing-masing.
Ia mengatakan, reuni tersebut lahir dari kerinduan bersama untuk kembali bertemu dan menyambung komunikasi yang selama perjalanan waktu sempat terpisahkan oleh jarak, pekerjaan dan berbagai kesibukan.
“Reuni ini menjadi kerinduan kami semua untuk kembali bertemu setelah puluhan tahun. Kami pernah bersama-sama berjuang sebagai mahasiswa, dan hari ini kami kembali dipertemukan untuk menyambung persaudaraan serta mengenang perjalanan yang pernah kami lalui bersama,” demikian semangat yang disampaikan Felix Latuheru dalam sambutannya.
Menurutnya, kebersamaan tersebut harus menjadi kekuatan untuk terus menjaga hubungan persaudaraan di antara para alumni.
Bukan hanya sekadar bertemu dan mengenang masa lalu, tetapi juga membangun kembali jaringan dan komunikasi yang dapat memberikan manfaat bagi sesama alumni maupun masyarakat.

Mohamad Djumpa: Katong Reuni untuk Menyambung Hubungan yang Terjalin Sejak 1983
Salah satu inisiator kegiatan, Drs. Mohamad Djumpa, M.Si, mengatakan tujuan utama kegiatan Katong Reuni adalah untuk menyambung kembali hubungan baik yang telah terjalin sejak tahun 1983 di Kampus FISIP Unpatti.
“Tujuan dari “Katong Reuni” itu untuk menyambung kembali hubungan baik yang sejak tahun 1983 sudah terjalin di kampus FISIP,” ujar Djumpa.
Menurut Djumpa, perjalanan hidup selama lebih dari empat dekade telah membawa para alumni ke berbagai tempat dan profesi. Namun, kenangan dan persahabatan yang dibangun selama masa kuliah tetap menjadi ikatan yang menyatukan mereka.
Djumpa, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Kepulauan Aru, mengatakan reuni tersebut juga menjadi kesempatan untuk kembali menikmati kebersamaan di usia yang kini telah memasuki 60-an tahun.
“Kami berharap dengan Reuni ini kami bisa bergembira di usia 60-an, bacarita waktu kuliah dulu dengan suka dukanya, mengenang kembali perjuangan kami menyelesaikan kuliah dengan berbagai tantangan saat itu, dan berharap bisa tambah sehat setelah Reuni,” ungkapnya.
Baginya, reuni bukan hanya soal berkumpul kembali. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengingat perjalanan panjang yang pernah dilalui bersama sebagai mahasiswa.
Ada cerita perjuangan, keterbatasan, suka dan duka, serta berbagai tantangan yang harus dihadapi untuk menyelesaikan pendidikan.
Kini, setelah puluhan tahun berlalu, semua kenangan itu kembali dibicarakan dalam suasana penuh tawa dan kehangatan.
Potensi Besar Alumni FISIP Unpatti
Kegiatan “Katong Reuni” juga menjadi momentum untuk melihat kembali besarnya potensi yang dimiliki Alumni FISIP Unpatti Angkatan 1983.
Selama puluhan tahun, para alumni telah menjalani pengabdian dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari pemerintahan, birokrasi, pendidikan, politik hingga pelayanan kepada masyarakat.
Keberadaan alumni di berbagai sektor tersebut menjadi modal sosial yang besar untuk membangun jaringan, memperkuat kebersamaan serta memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Para alumni yang dahulu sama-sama berjuang di ruang kuliah kini telah memiliki pengalaman dan perjalanan hidup yang berbeda-beda.
Namun, perbedaan jalan hidup tersebut justru menjadi kekuatan ketika kembali dipersatukan dalam semangat persaudaraan.
Setelah agenda di Kampus FISIP Unpatti, rangkaian kebersamaan dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah lokasi di Pulau Ambon.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari suasana reuni, di mana para alumni dapat menikmati kebersamaan sambil kembali bacarita, mengenang cerita masa muda serta perjalanan hidup selama puluhan tahun.
Memasuki hari kedua, Jumat, 4 September 2026, kegiatan kebersamaan kembali berlanjut dengan perjalanan menuju sejumlah lokasi, termasuk kawasan Pantai Halasi–Morela.
Kebersamaan para alumni kemudian semakin terasa dalam suasana santai, makan bersama dan berbagi cerita.
Pada malam hari, rangkaian reuni diwarnai dengan acara kebersamaan berupa ngopi, cerita-cerita dan hiburan, yang menjadi puncak suasana nostalgia para Alumni FISIP Unpatti Angkatan 1983.
Puluhan tahun seakan tidak mampu menghapus kenangan mereka.
Waktu memang telah membawa setiap orang ke jalan kehidupan yang berbeda. Usia pun telah bertambah. Namun ketika kembali berkumpul, cerita tentang kampus, perjuangan menyelesaikan kuliah dan persahabatan masa muda kembali hidup.
Katong Reuni FISIP Unpatti Angkatan 1983 akhirnya bukan sekadar sebuah acara pertemuan alumni.
Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa persahabatan yang dibangun sejak bangku kuliah dapat tetap bertahan melintasi waktu.
Dari Kampus FISIP Unpatti pada tahun 1983, persahabatan itu dimulai. Setelah lebih dari empat dekade berlalu, Katong kembali untuk tertawa, bacarita, mengenang perjuangan, memperkuat potensi alumni dan menyambung kembali persaudaraan yang tidak pernah benar-benar hilang. (SWW-GM)

