Gapuramanise.com, Jakarta – Menjaga kesehatan ginjal kerap baru menjadi perhatian ketika seseorang mulai mengalami gangguan kesehatan. Padahal, penyakit ginjal dapat dicegah sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Momentum World Kidney Day yang diperingati setiap Kamis kedua pada bulan Maret menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Kesadaran tersebut tidak hanya ditujukan bagi orang dewasa, tetapi juga perlu dibangun dalam keluarga, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Ketua Umum PB PERNEFRI, Dr. dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, mengatakan pencegahan dan deteksi dini merupakan langkah penting untuk menekan risiko penyakit ginjal berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu menemukan gangguan ginjal lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi gagal ginjal.
“Screening, deteksi dini kalau itu bagus, penyakit ginjal bisa dihindari, akhirnya gagal ginjal nggak terjadi atau bisa ditunda,” ujar Pringgodigdo Nugroho saat acara World Kidney Day 2026, Rabu (11/3).
Obesitas Jadi Salah Satu Faktor Risiko
Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga perlu memperhatikan pola makan dan aktivitas fisik sehari-hari. Salah satu faktor risiko penyakit ginjal yang perlu diwaspadai adalah obesitas.
Obesitas tidak terlepas dari kebiasaan makan dan pola hidup yang diterapkan di lingkungan keluarga. Karena itu, membangun kebiasaan sehat dari rumah menjadi langkah penting untuk menekan berbagai faktor risiko penyakit ginjal.
Pringgodigdo mengingatkan masyarakat untuk menghindari makanan yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan secara berlebihan.
“Jadi makanan-makanan yang bisa menyebabkan kegemukan, obesitas itu ya dihindari,” pesannya.
Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Ginjal
Ada sejumlah kebiasaan yang dapat diterapkan keluarga dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu menjaga kesehatan ginjal.
1. Kurangi makanan tinggi kalori dan gula
Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Kedua kondisi tersebut diketahui dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk pada ginjal.
2. Batasi makanan tinggi garam
Makanan instan dan makanan olahan tertentu dapat mengandung garam dalam jumlah tinggi. Konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, yang pada akhirnya dapat berdampak terhadap kesehatan ginjal.
3. Tingkatkan aktivitas fisik
Kebiasaan kurang bergerak atau gaya hidup sedentari dapat meningkatkan risiko obesitas. Keluarga dapat memulai aktivitas fisik sederhana, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau melakukan aktivitas bersama di rumah.
4. Biasakan pola hidup sehat sejak dini
Kebiasaan mengonsumsi makanan sehat dan aktif bergerak sebaiknya diperkenalkan sejak anak-anak. Dengan begitu, pola hidup sehat dapat menjadi bagian dari kebiasaan keluarga hingga dewasa.
Menjaga Ginjal Juga Berdampak pada Lingkungan
Pencegahan penyakit ginjal tidak hanya berkaitan dengan kesehatan individu. Upaya tersebut juga memiliki kaitan dengan isu lingkungan.
Terapi pengganti ginjal, termasuk dialisis, membutuhkan berbagai sumber daya sehingga memiliki jejak lingkungan yang cukup besar. Karena itu, menjaga kesehatan ginjal dan mencegah penyakit sejak dini juga dapat membantu mengurangi kebutuhan terhadap terapi tersebut sekaligus menekan dampak lingkungan.
Melalui peringatan World Kidney Day 2026, masyarakat kembali diingatkan bahwa menjaga kesehatan ginjal dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah.
Dengan menerapkan pola makan sehat, membatasi gula dan garam, rutin melakukan aktivitas fisik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, keluarga dapat mengambil langkah lebih awal untuk mencegah penyakit ginjal dan menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang. (Tim)

