
Gapuramanise.com, Ambon – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan mulai menjadi bagian dari upaya pengembangan pelayanan kesehatan di Kota Ambon. Pemerintah Kota Ambon bersama GMANGO-Aiko Health mendorong penggunaan layanan digital untuk membantu masyarakat memperoleh informasi kesehatan dan menjangkau fasilitas medis.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, mengatakan kehadiran Aiko Health merupakan salah satu bentuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung pelayanan publik yang lebih mudah diakses masyarakat.
Menurutnya, perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi awal mengenai kesehatan, termasuk arahan dalam memilih fasilitas pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan.
Aiko Health dikembangkan sebagai layanan digital yang menghubungkan masyarakat dengan fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas dan rumah sakit. Melalui layanan ini, pengguna dapat memperoleh informasi kesehatan serta melakukan triase awal sebagai panduan sebelum memutuskan langkah pelayanan berikutnya.
Meski menawarkan kemudahan akses informasi, Ronald mengingatkan bahwa teknologi AI tidak dapat menggantikan pemeriksaan maupun keputusan medis oleh tenaga kesehatan profesional.
“Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh informasi kesehatan. Namun, untuk diagnosis dan penanganan medis, tetap diperlukan peran tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi,” jelas Ronald.
Pengembangan Aiko Health di Ambon telah melalui serangkaian komunikasi antara pemerintah daerah dan pihak pengembang. Pada 20 Juni 2026, tim GMANGO-Aiko Health bertemu dengan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, di Kantor Wali Kota untuk memaparkan rencana pengembangan layanan kesehatan berbasis digital.
Pertemuan tersebut menjadi awal pembahasan mengenai peluang pemanfaatan AI dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait turut mengikuti pembahasan tersebut.
Langkah berikutnya dilakukan pada 4 Juli 2026 melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara GMANGO-Aiko Health dan Dinas Kesehatan Kota Ambon.
Kerja sama itu kemudian ditindaklanjuti dengan sosialisasi serta pendampingan penggunaan Aiko Health di 22 Puskesmas. Melalui kegiatan tersebut, tenaga kesehatan diperkenalkan dengan fungsi aplikasi sekaligus pemanfaatan AI sebagai perangkat pendukung pelayanan.
Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman mengenai manfaat dan keterbatasan teknologi, sehingga penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan fasilitas kesehatan.
Selain memperluas akses informasi, Pemkot Ambon turut membahas kemungkinan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat hubungan pelayanan antara Puskesmas dan rumah sakit.
Pembahasan lanjutan berlangsung pada 15 September 2026 di Hutumuri dalam pertemuan Pemkot Ambon bersama GMANGO. Pertemuan tersebut dipimpin Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapulette, ST., MT., dan melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian, Bappeda, DPMPTSP, serta RSUD Kota Ambon.
Dari pihak GMANGO, pertemuan itu dihadiri antara lain Jordi Ramos, Celine Wren, dan Natalie Neeley.
Dalam forum tersebut, pengembangan pelayanan kesehatan digital dikaitkan dengan rencana mendorong Ambon menuju konsep Healthy City dan Smart City. Integrasi teknologi diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh arahan pelayanan yang lebih terstruktur serta memperkuat koordinasi antarfasilitas kesehatan.
Ronald juga menyoroti potensi penggunaan data agregat dan anonim untuk mendukung perencanaan kebijakan kesehatan. Informasi yang telah diolah dapat membantu pemerintah memahami kecenderungan kebutuhan pelayanan dan menentukan prioritas program berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Namun, pemanfaatan data tersebut harus berjalan seiring dengan perlindungan data pribadi. Kerahasiaan identitas pasien dan informasi kesehatan menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sistem digital.
Menurut Ronald, transformasi pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan menghadirkan aplikasi. Dukungan tenaga kesehatan, kesiapan fasilitas, koordinasi lintas perangkat daerah, serta pengelolaan informasi yang bertanggung jawab juga diperlukan agar layanan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Karena itu, keterlibatan Dinas Kesehatan, Diskominfo, Bappeda, DPMPTSP, RSUD Kota Ambon, jaringan Puskesmas, dan GMANGO-Aiko Health menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kesehatan digital di Kota Ambon.
Pemkot Ambon berharap kolaborasi tersebut dapat membantu masyarakat mengakses informasi kesehatan secara lebih praktis, mengenali pilihan fasilitas pelayanan, serta memperoleh arahan awal sesuai kebutuhan.
“Pemanfaatan AI harus tetap mengutamakan peran tenaga kesehatan, koordinasi antarlembaga, dan perlindungan data pribadi. Dengan pendekatan tersebut, teknologi diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Ambon,” tutup Ronald. (Ella-GM)
