
Gapuramanise.com, Ambon – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Ambon menyatakan dukungan terhadap keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pembangunan infrastruktur di Sungai Waitomu, Kota Ambon. Dukungan tersebut disertai sorotan terhadap dugaan adanya pihak yang menggerakkan aksi demonstrasi untuk mempersoalkan proyek di kawasan Kali Waitomu–Mardika.
Ketua PC IMM Kota Ambon, Basyir Tuhepaly, menyampaikan hal tersebut kepada Gapuramanise.com, Minggu (25/10/2026). Ia menilai keterlibatan TNI dalam pembangunan perlu dilihat secara objektif dengan mempertimbangkan kemampuan, pengalaman lapangan, serta pengelolaan pekerjaan konstruksi.
Menurut Basyir, kompetensi TNI dalam mendukung pembangunan infrastruktur tidak seharusnya diragukan begitu saja. Ia menekankan bahwa setiap proyek perlu dinilai berdasarkan perencanaan teknis, standar keselamatan, dan manfaatnya bagi masyarakat.
Terkait pembangunan di kawasan sungai, Basyir berpandangan bahwa pemanfaatan ruang di sekitar aliran sungai bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Namun, ia menilai pelaksanaannya harus memperhatikan kondisi lingkungan, daya dukung sungai, serta aspek keamanan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Pembangunan harus berorientasi pada kepentingan rakyat. Yang terpenting adalah perencanaan yang matang, aspek keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan tetap menjadi perhatian,” ujar Basyir.
Ia menambahkan, PC IMM Kota Ambon mendukung upaya pembangunan di Maluku selama pelaksanaannya mengedepankan kepentingan masyarakat dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, Basyir mengungkapkan adanya dugaan mobilisasi dalam sejumlah aksi demonstrasi yang berkaitan dengan proyek di Kali Waitomu–Mardika. Ia menduga aksi-aksi tersebut berkaitan dengan kepentingan pihak tertentu yang tidak menginginkan pekerjaan itu ditangani oleh TNI.
“Kami melihat adanya hal yang perlu dijelaskan secara terbuka. Ketika muncul aksi-aksi yang mempersoalkan proyek tersebut, perlu ditelusuri apakah ada pihak yang menggerakkan dan apa kepentingan di baliknya,” ungkapnya.
Basyir turut menyinggung dugaan keterlibatan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku dalam aksi-aksi tersebut. Meski demikian, dugaan itu memerlukan klarifikasi dan pembuktian lebih lanjut dari pihak terkait agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.
Menurutnya, persoalan pembangunan infrastruktur sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme yang transparan, berdasarkan kajian teknis, serta mengutamakan kepentingan publik daripada berkembang menjadi polemik antarpihak.
PC IMM Kota Ambon pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mengawal pembangunan di Maluku secara kritis serta bertanggung jawab.
Basyir berharap semua pihak dapat memberikan ruang bagi proses pembangunan yang sesuai aturan, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keselamatan, dan manfaat bagi masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan. (LMW-GM)
