
Gapuramanise.com, AMBON – Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Ambon, Basyir Tuhepaly, menyampaikan apresiasi kepada Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag., yang dinilai layak menjadi teladan dalam merawat toleransi dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Basyir mengatakan, pengakuan terhadap Prof. Abidin Wakano sebagai tokoh toleransi merupakan bentuk penghargaan atas kiprahnya dalam merawat kerukunan umat beragama, memperkuat moderasi beragama, serta menjaga harmoni sosial di Maluku.
Menurutnya, peran Prof. Abidin tidak hanya terbatas pada dunia akademik, tetapi juga berkontribusi dalam membangun dialog, memperkuat persaudaraan, dan menanamkan nilai-nilai perdamaian di tengah keberagaman masyarakat.
“Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag. adalah figur pemersatu. Di tangan beliau, UIN Ambon tidak hanya menjadi pusat akademik, tetapi juga laboratorium toleransi dan perdamaian di Indonesia Timur. Ini menjadi bukti bahwa tokoh Maluku mampu memberikan kontribusi besar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Basyir kepada Gapuramanise.com, Senin (26/10/2026).
Ia menilai, di tengah tantangan intoleransi dan polarisasi sosial, kehadiran tokoh yang konsisten memperjuangkan toleransi menjadi penting untuk memperkuat persatuan bangsa.
Basyir juga menyebut, keteladanan Prof. Abidin mencerminkan nilai Islam yang rahmatan lil alamin, sekaligus memperlihatkan bahwa masyarakat Maluku memiliki potensi besar dalam merawat perdamaian dan persaudaraan di tengah perbedaan.
“Dari Ambon, dari Maluku, kita mengirim pesan kepada Indonesia bahwa toleransi itu hidup dan terus dirawat oleh tokoh-tokoh terbaik kita. Beliau adalah aset Maluku untuk NKRI,” lanjutnya.
Lebih lanjut, PC IMM Kota Ambon berharap kiprah dan keteladanan Prof. Abidin Wakano dapat menginspirasi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk mengambil peran aktif sebagai pelopor perdamaian, persatuan, dan semangat kebangsaan.
Basyir menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kerukunan, memperkuat solidaritas sosial, serta memastikan keberagaman tetap menjadi kekuatan dalam membangun Maluku dan Indonesia.
Menurutnya, semangat toleransi harus terus diwujudkan melalui tindakan nyata, dialog yang terbuka, dan komitmen bersama untuk menjaga persatuan bangsa. (LMW-GM)
