
Gapuramanise.com, Ambon – Senja di Kota Ambon, Kamis (3/9/2026), terasa berbeda di halaman SMK Negeri 1 Ambon. Sore itu, tepat pukul 16.00 WIT, keluarga besar sekolah berkumpul dalam suasana penuh sukacita untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72, sebuah perjalanan panjang yang tidak hanya ditandai oleh bertambahnya usia, tetapi juga oleh jejak pengabdian, prestasi dan jutaan cerita yang lahir dari sekolah tersebut.
Mengusung tema “One Light, Millions Story”, perayaan itu berlangsung hangat dan meriah. Tema tersebut menjadi refleksi perjalanan SMK Negeri 1 Ambon sejak masih bernama SMEA 1 hingga berkembang menjadi lembaga pendidikan vokasi yang telah melahirkan begitu banyak alumni dan karya di berbagai bidang.

Ketua Panitia HUT ke-72 SMK Negeri 1 Ambon, Telly F.A. Karsten, S.Pd., dalam laporannya mengatakan, usia 72 tahun bukan sekadar angka, melainkan menggambarkan dinamika perjuangan, pengabdian dan berbagai pencapaian yang telah ditorehkan sekolah.
“Usia 72 tahun bukan sekadar angka, tetapi merupakan dinamika perjuangan, pengabdian dan berbagai pencapaian gemilang,” ujar Karsten dalam laporannya.
Ia mengatakan, tema One Light, Millions Story menggambarkan perjalanan panjang sekolah yang tidak dapat dilepaskan dari perjuangan para alumni, dedikasi guru dan tenaga kependidikan, serta dukungan para mitra yang selama ini ikut menopang perkembangan sekolah.
Menurut Karsten, pelaksanaan rangkaian HUT ke-72 tersebut juga tidak terlepas dari semangat gotong royong. Dukungan datang dari sekolah, orang tua dan wali murid, mitra dunia usaha dan dunia industri (DUDI), alumni serta berbagai pihak lainnya.
Perayaan semakin semarak ketika para siswa tampil menunjukkan kreativitas mereka. Paduan suara, nyanyi solo, pembacaan puisi dan berbagai penampilan seni lainnya mengisi panggung perayaan. Suara para siswa yang berpadu dalam paduan suara menghadirkan suasana kebersamaan, sementara penampilan solo dan pembacaan puisi menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan bakat, rasa bangga dan harapan mereka terhadap sekolah.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah lantunan lagu “Lebih Baik di Sini, Rumah Kita Sendiri” yang dibawakan seorang siswa. Lagu tersebut seakan menemukan maknanya sendiri dalam suasana perayaan, bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar, melainkan rumah tempat tumbuhnya mimpi, persahabatan dan masa depan.
Di sela rangkaian acara, dilakukan pula pemotongan kue HUT ke-72 SMK Negeri 1 Ambon. Momen tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan panjang sekolah sekaligus lambang kebersamaan seluruh keluarga besar SMK Negeri 1 Ambon.
Sebelum menyampaikan sambutan, Tomasila juga mengajak seluruh hadirin menyampaikan doa bagi Kepala SMK Negeri 1 Ambon, Simon Sahusilawane, M.Pd., yang saat ini sedang menjalani masa pemulihan.

Dalam sambutannya, Tomasila menjelaskan makna tema yang diusung dalam perayaan tahun ini.
“Tema One Light, Millions Story menggambarkan satu cahaya yang telah dinyalakan oleh para pendiri sekolah 72 tahun yang lalu sebagai bagian dari perjuangan untuk mencerdaskan anak bangsa,” katanya.
Menurutnya, cahaya tersebut terus berkembang dan melahirkan jutaan jejak karya melalui para alumni yang kini tersebar di berbagai pelosok negeri.
“Mereka mengisi berbagai posisi penting di dunia industri, menjadi penggerak ekonomi, serta memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa,” lanjutnya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa tugas generasi saat ini adalah menjaga agar cahaya tersebut tidak pernah redup.
“Tugas kita saat ini adalah menjaga agar cahaya tersebut tidak pernah redup. Sebaliknya, cahaya itu harus semakin terang melalui karya-karya inovatif dan prestasi baru, terutama dari generasi muda SMK Negeri 1 Ambon,” tegas Tomasila.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan vokasi yang tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan, tetapi juga keterampilan, karakter, kreativitas dan kemampuan untuk menghadapi dunia kerja maupun perkembangan zaman.
“SMK tidak hanya mengajarkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mempersiapkan peserta didik agar mampu memasuki dunia kerja, berwirausaha, serta membangun relasi dengan dunia usaha dan dunia industri,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tomasila memberikan penghargaan kepada para mantan kepala sekolah dan guru yang telah lebih dahulu mengabdikan diri bagi SMK Negeri 1 Ambon.
“Bapak dan Ibu adalah pondasi sekolah ini. Bapak dan Ibu telah meletakkan batu pertama dalam membangun dan mengembangkan sekolah ini. Kami yang ada saat ini hanyalah melanjutkan perjuangan mulia yang telah Bapak dan Ibu mulai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, S.Pd., M.Pd., yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMK, Rustam Tanamal, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh keluarga besar SMK Negeri 1 Ambon.
Rustam menilai tema One Light, Millions Story sangat menggambarkan perjalanan sekolah yang selama 72 tahun telah menjadi sumber cahaya pendidikan bagi generasi muda.
“SMK Negeri 1 Ambon telah menjadi sumber cahaya selama 72 tahun dalam memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada generasi muda,” kata Rustam.
Ia menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, terutama di tengah transformasi digital dan perubahan kebutuhan dunia kerja.
“Pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan zaman dan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, sinergi antara dunia pendidikan, dunia usaha dan dunia industri harus terus diperkuat,” ujarnya.
Rustam juga menekankan pentingnya keselarasan antara pendidikan yang diberikan di sekolah dengan kebutuhan nyata di lapangan. Menurutnya, lulusan SMK tidak cukup hanya memiliki ijazah, tetapi harus mempunyai kompetensi, karakter, kreativitas dan daya saing.
Ia berharap SMK Negeri 1 Ambon terus mengembangkan berbagai program dan kerja sama dengan dunia usaha serta dunia industri sehingga dapat menjadi bagian penting dalam penguatan pendidikan vokasi di Maluku.
“Mari kita jadikan momentum HUT ke-72 ini bukan hanya sebagai perayaan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk menyalakan kembali semangat dan komitmen dalam memajukan pendidikan di Maluku,” kata Rustam.
Ia bahkan mendorong agar SMK Negeri 1 Ambon dapat menjadi mercusuar pendidikan vokasi di Maluku.
“Semoga cahaya yang telah menyala selama 72 tahun ini tidak pernah padam, tetapi semakin terang melalui karya, inovasi, prestasi dan kontribusi para siswa serta alumninya,” ujarnya.
Selain perayaan dan penampilan seni, semangat kepedulian juga menjadi bagian dari HUT ke-72. Melalui kegiatan peduli kasih, keluarga besar SMK Negeri 1 Ambon menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di kawasan Batu Merah serta Yayasan Pelita Kasih di bawah pengelolaan dr. Dani Taliak.
Sejumlah mitra DUDI juga turut hadir dan memberikan dukungan, di antaranya Alfamidi, PNM, Penerbit Erlangga dan Bursa Efek.
Seluruh warga sekolah tampak mengambil bagian dalam perayaan tersebut. Para guru dan pegawai mengenakan busana putih dengan kebaya dan kain tenun, sementara para siswa mengenakan busana bernuansa putih dan tenun. Nuansa tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana pendidikan modern dapat berjalan berdampingan dengan identitas budaya.
Ketika matahari semakin rendah dan sore perlahan berganti malam, lantunan suara siswa, pembacaan puisi, paduan suara dan berbagai penampilan seni lainnya menjadi bagian dari cerita HUT ke-72 SMK Negeri 1 Ambon.

Pemotongan kue menjadi tanda syukur. Paduan suara menjadi simbol kebersamaan. Nyanyian dan puisi menjadi suara generasi muda yang sedang menuliskan cerita mereka sendiri.
Dan di balik seluruh rangkaian itu, ada satu pesan yang terus bergema: cahaya yang telah dinyalakan 72 tahun lalu harus tetap menyala.
Dari SMEA 1 hingga SMK Negeri 1 Ambon.
Dari guru kepada siswa.
Dari alumni kepada generasi berikutnya.
Dari satu cahaya, lahirlah jutaan cerita.
One Light, Millions Story.
Kini, setelah 72 tahun perjalanan, SMK Negeri 1 Ambon diharapkan tidak hanya menjadi saksi perjalanan pendidikan, tetapi terus menjadi cahaya dan mercusuar pendidikan vokasi bagi Maluku, menerangi jalan generasi muda melalui ilmu, keterampilan, karakter, karya dan pengabdian. (LMW-GM)
