Home » Dari Daun Kelor hingga Kulit Pisang, Mahasiswa KKN Unpatti Dorong UMKM Desa Purpura

Gapuramanise.com, Purpura – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PSDKU Universitas Pattimura (Unpatti) di Kabupaten Maluku Barat Daya terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal di Desa Purpura, Kecamatan Kisar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Salah satu program prioritas yang mendapat perhatian masyarakat adalah pelatihan dan praktik pembuatan stik kelor dan stik kulit pisang. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah bahan lokal menjadi produk pangan yang memiliki nilai ekonomi.

Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada proses produksi, tetapi juga diarahkan untuk membuka wawasan masyarakat mengenai peluang pengembangan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Daun kelor yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat dimanfaatkan sebagai bahan dasar makanan ringan berupa stik. Sementara itu, kulit pisang yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah organik diolah menjadi produk pangan inovatif yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu produk khas Desa Purpura.

Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN memberikan praktik secara langsung kepada masyarakat, mulai dari persiapan bahan, pencampuran adonan, pembentukan stik, penggorengan hingga proses pengemasan.

Selain itu, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan bahan dan peralatan, kualitas produk, pemberian label, kemasan yang menarik, serta strategi pemasaran sederhana.

Antusiasme masyarakat terlihat selama proses praktik berlangsung. Peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi ikut terlibat secara langsung dalam setiap tahapan pembuatan produk.

Diskusi juga berlangsung interaktif. Masyarakat bersama mahasiswa membahas rasa, tekstur, daya tahan produk hingga peluang pengembangan berbagai varian rasa yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Ketua KKN Desa Purpura, Agusthina Likely, mengatakan program tersebut diharapkan dapat memberikan keterampilan baru sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih kreatif memanfaatkan potensi yang tersedia di desa.

“Program ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat Desa Purpura. Kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menciptakan produk sendiri dengan memanfaatkan potensi yang ada di desa,” ujarnya kepada Gapuramanise.com, Rabu (02/09/2026).

Menurutnya, pemanfaatan bahan lokal menjadi produk UMKM merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dikembangkan untuk menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

DPL: KKN Harus Tinggalkan Manfaat Berkelanjutan

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Universitas Pattimura, Stelvia Wemly Noya, S.H., M.H., memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa dalam mengembangkan program UMKM berbasis potensi lokal Desa Purpura.

Menurutnya, kegiatan KKN seharusnya tidak berhenti pada pelaksanaan program selama mahasiswa berada di lokasi, tetapi harus mampu meninggalkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diteruskan masyarakat.

“Program KKN hendaknya tidak hanya dipahami sebagai kegiatan mahasiswa hadir di tengah-tengah masyarakat, tetapi harus mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Apa yang dilakukan mahasiswa melalui inovasi stik kelor dan stik kulit pisang merupakan contoh bagaimana potensi yang sederhana dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang mempunyai nilai ekonomi,” ujarnya kepada Gapuramanise.com, Rabu (02/09/2026).

Stelvia menilai pengembangan UMKM berbasis potensi lokal merupakan langkah penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Karena itu, mahasiswa tidak hanya mengajarkan cara membuat produk, tetapi juga perlu memberikan pemahaman mengenai bagaimana produk tersebut dapat dikembangkan dan dipertahankan setelah program KKN berakhir.

“Yang paling penting bukan hanya bagaimana produk ini dibuat selama mahasiswa KKN berada di Desa Purpura, tetapi bagaimana setelah mahasiswa kembali ke kampus, masyarakat dapat melanjutkan dan mengembangkan produk tersebut. Karena itu, aspek keberlanjutan harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya kreativitas masyarakat dalam mengembangkan produk lokal agar mampu memiliki daya saing.

“Masyarakat perlu didorong untuk memiliki keberanian berinovasi. Produk yang dihasilkan tidak cukup hanya enak, tetapi juga perlu memperhatikan kemasan, label, kebersihan, kualitas, dan strategi pemasaran. Dengan demikian, produk lokal dapat memiliki identitas dan nilai jual yang lebih baik,” jelasnya kepada Gapuramanise.com, Rabu (02/09/2026).

Dorong UMKM Berbasis Potensi Desa

Program pembuatan stik kelor dan stik kulit pisang menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam memperkuat ekonomi kreatif berbasis potensi Desa Purpura.

Mahasiswa melihat berbagai sumber daya lokal yang tersedia di desa memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi apabila dikelola dengan kreativitas, inovasi, dan pendampingan yang berkelanjutan.

Stik kelor dan stik kulit pisang diharapkan tidak hanya menjadi produk yang lahir dari kegiatan KKN, tetapi dapat terus dikembangkan masyarakat sebagai produk UMKM Desa Purpura yang memiliki identitas tersendiri.

Mahasiswa juga mendorong masyarakat untuk mulai memperhatikan aspek pemasaran, termasuk memanfaatkan media sosial dan pemasaran dari mulut ke mulut.

Dengan kemasan yang menarik, identitas produk yang jelas, serta kualitas yang terjaga, produk tersebut berpotensi dipasarkan lebih luas, tidak hanya di Desa Purpura, tetapi juga ke desa-desa lain di Pulau Kisar hingga wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan sosial mahasiswa di tengah masyarakat, melainkan menjadi ruang transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan.

Dalam program ini, mahasiswa berperan sebagai fasilitator, sementara masyarakat menjadi pelaku utama yang diharapkan mampu melanjutkan dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Dari KKN untuk Kemandirian Ekonomi Desa

Melalui inovasi stik kelor dan stik kulit pisang, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Purpura dapat melihat peluang baru dalam mengembangkan usaha berbasis bahan lokal.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui UMKM sekaligus meningkatkan kreativitas dalam mengolah sumber daya yang tersedia di sekitar desa.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan produk olahan lokal secara berkelanjutan.

Dengan demikian, stik kelor dan stik kulit pisang tidak berhenti sebagai hasil kegiatan KKN, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan Desa Purpura, Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya.

“Potensi desa tidak selalu harus berupa sesuatu yang besar. Dari daun kelor dan kulit pisang yang sederhana, masyarakat dapat menciptakan produk bernilai ekonomi apabila ada kreativitas, kemauan, dan pendampingan yang berkelanjutan.” (LWM-GM)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *