Gapuramanise.com, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) Prima Surbakti mengungkapkan gagasan pengembangan Superweb GMKI Future sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem digital organisasi yang terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan.
Prima mengatakan, gagasan Superweb GMKI Future telah direncanakan sejak 2025 dan sebelumnya disampaikan dalam forum Kongres GMKI ke-39 di Samarinda sebagai salah satu program yang akan dikerjakan apabila dirinya terpilih sebagai Ketua Umum PP GMKI periode 2025–2027.
Kepada Gapuramanise.com, Senin (31/8/2026), Prima menjelaskan bahwa kebutuhan terhadap sistem digital nasional GMKI berangkat dari besarnya jumlah anggota baru yang diterima organisasi setiap tahun.
Menurutnya, GMKI diperkirakan menerima sekitar 15.000 hingga 20.000 anggota baru setiap tahun dari 122 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.
“GMKI tidak memiliki data nasional anggota se-Indonesia secara komprehensif dan detail,” ujar Prima.
Ia menyebut, persoalan lainnya adalah masih rendahnya tingkat partisipasi aktif kader di sejumlah cabang. Banyak anggota baru atau anggota maper belum mengikuti berbagai kegiatan GMKI secara optimal.
Karena itu, menurut Prima, diperlukan sebuah ekosistem digital yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi juga menjadi ruang interaksi, pembelajaran, pengembangan talenta, serta penguatan partisipasi anggota.
“Ekosistem dan partisipasi berbasis digital diperlukan agar GMKI tetap relevan dengan perkembangan zaman,” katanya.
Selain itu, Superweb GMKI Future diharapkan dapat mendorong perubahan kultur manajemen organisasi melalui pemanfaatan teknologi.
“Harapannya, kita dapat membangun kultur manajemen organisasi yang efektif, efisien dan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi,” ujar Prima.
Dikembangkan Bersama Tim IT dan Developer
Prima menjelaskan, secara teknis pengembangan Superweb GMKI Future membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 6 bulan. Namun, proses tersebut juga membutuhkan pembiayaan yang cukup besar.
Total anggaran pengembangan Superweb GMKI Future disebut mencapai Rp165 juta, termasuk biaya pemeliharaan atau maintenance selama satu tahun.
Prima menilai biaya tersebut relatif efisien apabila dibandingkan dengan biaya pengembangan sistem serupa oleh perusahaan swasta.
“Biayanya cukup murah bila dibandingkan dengan harga yang ditawarkan perusahaan swasta yang bisa mencapai Rp350 juta sampai Rp500 juta, di luar maintenance,” jelasnya.
Dalam pengembangannya, PP GMKI melakukan kolaborasi dengan Solotech sebagai developer, tim IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Prof. Suhardi, yang disebut sebagai senior GMKI.
Pengembangan tersebut juga mendapatkan supervisi dari tiga kader GMKI.
Saat ini, kata Prima, proses pengembangan Superweb GMKI Future telah memasuki tahap finalisasi dan revisi desain. Sistem tersebut direncanakan diluncurkan pada akhir September 2026.
Sembilan Fitur Utama
Superweb GMKI Future dirancang memiliki sejumlah fitur yang terintegrasi dalam satu ekosistem digital organisasi.
Pertama, Big Data Anggota, termasuk kartu anggota digital. Fitur ini diharapkan menjadi basis pendataan anggota GMKI secara nasional.
Kedua, Pusat Informasi dan Agenda Organisasi, yang menjadi ruang penyampaian informasi serta agenda kegiatan GMKI.
Ketiga, GMKI e-Library, yang diarahkan sebagai ruang transfer pengetahuan antarkader melalui jurnal maupun rangkuman karya akademik seperti skripsi, tesis, dan disertasi.
Keempat, GMKI e-Learning, berupa sistem pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS) untuk mendukung proses kaderisasi, pelatihan, dan pendidikan.
Kelima, GMKI Career, yang menyediakan informasi dan akses terhadap peluang pekerjaan bagi anggota.
Keenam, GMKI Award, yang diarahkan antara lain untuk mendukung informasi dan akses terhadap program beasiswa.
Ketujuh, Forum Diskusi, sebagai ruang interaksi dan pertukaran gagasan antarangggota.
Kedelapan, GMKI Platform, yang dapat dimanfaatkan untuk promosi atau iklan produk.
Kesembilan, Mitra Center, sebagai ruang yang memungkinkan GMKI membangun kerja sama dengan berbagai pihak eksternal.
Dengan berbagai fitur tersebut, Superweb GMKI Future tidak hanya ditujukan sebagai sebuah website organisasi, tetapi sebagai infrastruktur digital yang menghubungkan anggota, pengetahuan, kaderisasi, peluang karier, informasi, hingga jejaring kemitraan GMKI.
Target 300 Ribu Anggota dalam 10 Tahun
Prima berharap seluruh anggota GMKI nantinya dapat menjadi bagian dari ekosistem digital tersebut.
Menurutnya, digitalisasi bukan semata-mata persoalan teknologi, tetapi juga bagian dari upaya membangun organisasi yang mampu mengikuti perubahan zaman sekaligus menjaga fungsi GMKI sebagai ruang pembentukan kader.
“Harapannya, seluruh anggota masuk menjadi bagian ekosistem digital. Melalui infrastruktur digital, GMKI menjadi rumah doa dan talenta dalam menciptakan ekosistem integritas, unggul dan berdaya saing,” kata Prima.
Ia memperkirakan, apabila sistem tersebut dapat berjalan secara konsisten dan terintegrasi dengan seluruh cabang, jumlah anggota yang masuk dalam ekosistem digital GMKI dalam kurun waktu 10 tahun dapat mencapai sekitar 300 ribu orang.
Superweb GMKI Future pun diharapkan menjadi salah satu fondasi transformasi organisasi, khususnya dalam membangun basis data anggota nasional, memperluas akses kaderisasi dan pendidikan, serta menciptakan ruang kolaborasi yang lebih luas bagi kader GMKI di seluruh Indonesia. (SWW-GM)

