
Gapuramanise.com, Ambon – Ratusan peserta memadati Gedung Presisi Polda Maluku untuk mengikuti seminar bertajuk “Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga: Mengupas Problematika Seks dan Perselingkuhan” yang diselenggarakan oleh STIKES Pasapua Ambon, Minggu (2/8). Menghadirkan pakar kesehatan reproduksi, dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS, kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa, tenaga kesehatan, akademisi, serta masyarakat umum dalam memahami berbagai persoalan yang kerap muncul dalam kehidupan rumah tangga.
Dalam seminar tersebut, dr. Boyke menekankan bahwa keharmonisan rumah tangga tidak hanya dibangun melalui rasa cinta, tetapi juga komunikasi yang terbuka, saling percaya, dan pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi. Menurutnya, banyak persoalan rumah tangga berawal dari kurangnya komunikasi antarpasangan hingga minimnya edukasi mengenai seksualitas.
Selama kurang lebih dua jam, dr. Boyke mengulas berbagai faktor yang dapat memengaruhi kualitas hubungan suami istri, mulai dari persoalan seksual, penyebab terjadinya perselingkuhan, hingga langkah-langkah membangun hubungan yang sehat dan harmonis. Ia juga mengajak peserta untuk tidak lagi menganggap pembahasan mengenai kesehatan reproduksi sebagai sesuatu yang tabu, melainkan sebagai bagian penting dari upaya menjaga kualitas kehidupan keluarga.
Ketua STIKES Pasapua Ambon, Harianti Fajar, S.Kep., Ns., M.Kes, mengatakan bahwa seminar tersebut merupakan bentuk komitmen institusi dalam menghadirkan edukasi kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga kesehatan mental dan sosial.
“Permasalahan dalam rumah tangga sering kali berdampak pada kesehatan mental maupun kesejahteraan keluarga. Melalui seminar ini kami ingin menghadirkan ruang edukasi yang menghadirkan narasumber berkompeten agar masyarakat memperoleh pemahaman yang benar mengenai isu-isu tersebut,” ujar Harianti.
Sementara itu, Ketua Panitia, Sevana Ch. Mayaut, S.Kep., Ns., M.Kep, berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kami berharap seminar ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Materi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait pentingnya membangun keluarga yang sehat dan harmonis. Terima kasih kepada Yayasan Bangun Prima Persada, Ketua DPW PPNI Provinsi Maluku, Ketua DPD PPNI Kota Ambon, Ketua IBI Provinsi Maluku, serta seluruh peserta yang telah mendukung dan mengikuti kegiatan ini dengan antusias,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi diskusi. Berbagai pertanyaan diajukan kepada dr. Boyke, mulai dari tantangan menjaga keharmonisan rumah tangga di era digital, dampak media sosial terhadap hubungan suami istri, hingga peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga.
Melalui seminar tersebut, STIKES Pasapua Ambon berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya komunikasi, kesehatan reproduksi, dan keharmonisan keluarga terus meningkat sehingga mampu menciptakan keluarga yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas. (CM-GM)
