
Gapuramanise.com, Ambon – Mansyur Tomagola menyatakan keberatan atas pencantuman namanya sebagai Bendahara Umum dalam struktur kepengurusan PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Ambon versi berbeda yang diklaim dibentuk oleh Ketua DPD IMM Maluku, M. Saleh Suwakil.
Melalui pernyataan tertulis yang diterima media pada 12 Oktober, Mansyur menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan persetujuan untuk menduduki posisi tersebut. Ia juga menegaskan tidak pernah dilibatkan dalam pembicaraan mengenai penunjukan namanya.
Menurut Mansyur, pencantuman tersebut tidak dapat dianggap sebagai bentuk persetujuan pribadi. Karena itu, ia meminta agar namanya tidak digunakan untuk mendukung keputusan yang dinilainya bertentangan dengan konstitusi organisasi.
“Saya tidak pernah bersepakat menjadi Bendahara Umum. Maka saya minta, jangan mengatasnamakan saya di dalam sikap yang menyalahi konstitusi IMM,” tegasnya.
Mansyur turut menyoroti dinamika internal IMM Maluku, khususnya terkait proses musyawarah PC IMM Kota Ambon. Ia berpandangan bahwa hasil musyawarah yang telah dilaksanakan secara sah harus dihormati dan tidak semestinya dicampuri oleh kepentingan elite organisasi di tingkat wilayah.
Ia pun mengingatkan bahwa IMM merupakan organisasi mahasiswa yang harus menjunjung tinggi aturan serta mekanisme pengambilan keputusan, bukan dijadikan sarana untuk kepentingan pribadi.
“IMM ini bukan kendaraan politik pribadi,” ujarnya.
Dalam pernyataan yang sama, Mansyur secara terbuka menegaskan dukungannya kepada Basyir Tuhepaly sebagai Ketua Umum PC IMM Kota Ambon. Baginya, kepemimpinan tersebut merupakan hasil musyawarah cabang yang diakuinya sah secara konstitusional.
“Saya pun tegaskan bahwa saya secara pribadi mengakui Basyir Tuhepaly sebagai Ketua Umum PC IMM Kota Ambon yang sudah ditetapkan lewat musyawarah PC IMM Kota Ambon. Titik,” tutupnya.
Pernyataan Mansyur ini mempertegas sikap pribadinya di tengah polemik kepengurusan IMM Kota Ambon. Ia menolak pencantuman namanya tanpa persetujuan sekaligus menyatakan pengakuan terhadap kepemimpinan Basyir Tuhepaly.
