
Gapuramanise.com, Ambon – Persoalan pembuangan limbah di kantin Pujasera Universitas Pattimura (Unpatti), Ambon, menjadi sorotan. Selama lebih dari tiga tahun, bau busuk disebut terus tercium di kawasan kantin, sementara persoalan drainase pembuangan limbah belum dibenahi.
Pantauan Gapuramanise.com, Senin (12/10/2026), persoalan ini menyangkut kenyamanan mahasiswa dan pengunjung yang beraktivitas di kantin Pujasera. Mereka harus menikmati makanan di tengah aroma tidak sedap yang diduga berkaitan dengan persoalan pembuangan limbah.
Ironisnya, renovasi atap Pujasera dan penambahan pagar di area kantin telah dilakukan. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan tersebut tidak disertai pembenahan drainase pembuangan limbah. Akibatnya, persoalan kebersihan dan kenyamanan lingkungan kantin masih menjadi perhatian.
Seorang mahasiswa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan, bau busuk tersebut sebenarnya sudah lama menjadi bahan pembicaraan di kalangan mahasiswa. Akan tetapi, pembicaraan itu sebatas keluhan sehari-hari dan belum berlanjut menjadi pengaduan resmi kepada pihak terkait.
“Mahasiswa memang sudah bicara-bicara soal bau busuknya, tapi ya begitu saja. Mereka cuma mengeluh, belum sampai pada tahapan untuk mengadu. Terhitung sudah tiga tahun lebih hal itu terjadi, bahkan sepertinya sebelum-sebelumnya juga seperti demikian,” ungkap mahasiswa tersebut.
Persoalan ini bukan sekadar menyangkut bau tidak sedap, melainkan juga perhatian terhadap sanitasi di kawasan kantin kampus. Meski mahasiswa belum menyampaikan pengaduan resmi, kondisi tersebut tetap perlu mendapat perhatian dari pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan fasilitas Pujasera.

Renovasi Bangunan, Drainase Jangan Diabaikan
Pembenahan atap dan penambahan pagar semestinya berjalan seiring dengan perhatian terhadap fasilitas pendukung, termasuk saluran pembuangan limbah. Kantin sebagai tempat penyediaan makanan membutuhkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Bau busuk di sekitar tempat makan tidak boleh dipandang sebagai persoalan sepele. Pemeriksaan drainase dan evaluasi sistem pembuangan limbah perlu dilakukan untuk mengetahui sumber masalah dan menentukan langkah perbaikan yang tepat.
Pihak pengelola kantin dan Universitas Pattimura perlu memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Pembenahan kawasan Pujasera seharusnya tidak hanya berfokus pada tampilan fisik bangunan, tetapi juga pada fungsi sanitasi dan kelayakan lingkungan.
Jangan sampai renovasi bangunan terus berjalan, sementara persoalan mendasar seperti pembuangan limbah justru luput dari perhatian. Mahasiswa dan pengunjung membutuhkan lingkungan kantin yang layak, bukan tempat makan yang terganggu oleh bau busuk.
Persoalan yang disebut telah berlangsung lebih dari tiga tahun ini menjadi pengingat bahwa kebersihan lingkungan kampus membutuhkan perhatian dan penanganan yang nyata, termasuk pembenahan drainase agar kenyamanan pengunjung kantin Pujasera Unpatti dapat terjaga. (SKI-GM)
