
Gapuramanise.com, Ambon – Empat hari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Fauzan Rahawarin mengajak generasi muda Maluku memperkuat kolaborasi, produktivitas, serta kesadaran dalam menggunakan ruang digital.
Pesan tersebut disampaikan Rahawarin saat menghadiri kegiatan Talkshow Refleksi Kemerdekaan: “Pemuda Maluku Melawan Hoaks, Merawat Ekosistem Digital yang Sehat” yang digelar Narapolis Institute.
Rahawarin menilai momentum 81 tahun kemerdekaan Indonesia harus menjadi ruang refleksi, khususnya bagi generasi muda untuk melihat kembali peran dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari bangsa.
“Usia 81 tahun Republik Indonesia kalau kita korelasikan dengan usia manusia, itu merupakan usia yang tidak lagi muda. Momentum ini sebaiknya menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran kita sebagai anak bangsa, terlebih khusus kapasitas kita sebagai pemuda Maluku,” ujar Rahawarin.
Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup dimaknai melalui seremoni tahunan. Kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui kemampuan masyarakat, terutama pemuda, dalam menjaga ruang publik agar tetap sehat, produktif dan konstruktif.
Pemuda Harus Bijak Gunakan Ruang Digital
Rahawarin memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan ruang digital yang semakin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Ia mengatakan media sosial seharusnya menjadi ruang bagi pemuda untuk berekspresi, berkreasi dan menyampaikan gagasan, namun tetap harus dibarengi etika serta norma dalam berkomunikasi.
“Pemuda seharusnya menggunakan ruang digital sebagai ruang berekspresi dengan tetap mengedepankan etika atau norma yang berlaku dalam bersosial media,” katanya.
Ia mengapresiasi kegiatan yang digelar Narapolis Institute karena dinilai memiliki dampak positif terhadap peningkatan literasi digital masyarakat Maluku.
Menurutnya, pembahasan mengenai hoaks dan ekosistem digital yang sehat bukan hanya penting bagi peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat Maluku secara luas.
“Dalam kapasitas pribadi maupun sebagai pimpinan DPRD Provinsi Maluku, saya melihat kegiatan talkshow ini memberikan implikasi yang baik dan berdampak positif karena berkaitan dengan literasi digital, bagaimana kita menjaga ekosistem digitalisasi yang sehat,” ujarnya.
Rahawarin bahkan mendorong agar kegiatan produktif serupa tidak hanya dilakukan oleh Narapolis Institute.
Ia berharap semakin banyak kelompok pemuda di Maluku berani menciptakan ruang-ruang diskusi, edukasi dan kreativitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bukan cuma Narapolis yang dapat menggunakan kreativitasnya untuk menggagas kegiatan-kegiatan produktif seperti ini. Saya ingin pemuda-pemuda lain juga dapat menunjukkan produktivitas yang sama,” tegasnya.
Dengan dialek ambon, Rahawarin memberikan apresiasinya secara spontan kepada kegiatan tersebut.
“Kegiatan kaya bagini paleng keren,” tegasnya.
Satu Jempol Bisa Memperkeruh Suasana
Rahawarin juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan media sosial sebagai arena saling menyerang, menyebarkan provokasi maupun memperbesar perbedaan.
Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab.
Ia meminta setiap informasi yang disampaikan melalui media sosial maupun platform digital terlebih dahulu dipastikan kebenarannya.
“Jangan jadikan media sosial sebagai tempat untuk saling menyerang, menyebarkan provokasi atau memperbesar perbedaan. Kita harus selalu mendatangkan kebenaran dalam setiap pewartaan,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi membuat setiap orang memiliki kekuatan untuk menyebarkan informasi hanya melalui satu sentuhan.
“Satu jempol ketika digunakan dengan tidak bijak dapat memperkeruh suasana. Karena itu, kita harus bijak dalam menggunakan ruang digital,” katanya.
Tegaskan Komitmen Kelembagaan
Dalam kapasitasnya sebagai pimpinan DPRD Provinsi Maluku, Rahawarin juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai legislator.
Ia juga menyinggung Peraturan Daerah Provinsi Maluku Nomor 12 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Komunikasi dan Informatika, yang menurutnya perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat.
“Secara kelembagaan, saya akan bersungguh-sungguh melayani masyarakat dan tetap bersinergi dengan pemerintah daerah. Ini merupakan tugas kami sebagai legislator,” ujarnya.
Ia menilai regulasi tersebut penting diketahui masyarakat, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin cepat.
Menurutnya, sosialisasi tidak boleh berhenti pada lingkungan pemerintahan, tetapi harus menjangkau seluruh elemen masyarakat Maluku dan bahkan dapat menjadi bagian dari informasi yang diperkenalkan secara lebih luas di tingkat nasional.
Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kebijaksanaan
Memasuki usia 81 tahun Republik Indonesia, Rahawarin berharap seluruh aktivitas bernegara, termasuk kebijakan pemerintah dan proses perumusan produk hukum maupun kebijakan publik, dapat dilaksanakan secara bijaksana, transparan dan beretika.
Ia mengajak masyarakat Maluku untuk mengambil bagian dalam membangun ruang informasi yang sehat.
“Apapun yang dilakukan, baik pola-pola kebijakan maupun aktivitas pemerintahan yang berlangsung dan perumusan produk, harus dilaksanakan dengan penuh kebijaksanaan, kebaikan, etika dan transparansi kepada seluruh khalayak publik,” katanya.
Rahawarin juga mengimbau masyarakat Maluku, khususnya generasi muda, agar terus berperan dalam ruang digital dengan mengedepankan pemberitaan yang objektif, toleran dan menghargai keberagaman.
Menurutnya, semangat kemerdekaan harus tercermin pula dalam cara masyarakat berkomunikasi dan menyampaikan informasi.
“Mari kita isi kemerdekaan dengan hal-hal produktif. Gunakan ruang digital untuk membangun, bukan untuk memecah. Wartakan kebenaran, jaga toleransi dan jangan biarkan perbedaan menjadi alasan untuk saling menyerang,” pungkas Rahawarin. (SWW-GM)
