
Gapuramanise.com – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terus mendapat perhatian menyusul terdeteksinya sebaran abu vulkanik hingga ketinggian sekitar 50.000 kaki atau 15,2 kilometer di atas permukaan laut.
Berdasarkan hasil pemantauan citra satelit dan pemodelan sebaran abu vulkanik, awan abu pada lapisan tinggi terpantau bergerak ke arah barat. Sementara pada lapisan menengah hingga sekitar 20.000 kaki atau 6,1 kilometer, sebaran abu terpantau bergerak ke sejumlah wilayah mengikuti kondisi angin.
Kondisi tersebut berpotensi berdampak terhadap sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda dan bagian barat Pulau Jawa, termasuk wilayah Banten, Lampung, DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Selain berdampak terhadap kualitas udara, keberadaan abu vulkanik pada ketinggian tinggi juga menjadi perhatian serius bagi sektor penerbangan. Abu vulkanik dapat membahayakan operasional pesawat sehingga maskapai dan otoritas penerbangan perlu melakukan penyesuaian rute apabila jalur penerbangan terdampak.
Masyarakat yang berada di wilayah yang mengalami paparan abu vulkanik diimbau meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker, terutama masker yang mampu menyaring partikel halus, serta pelindung mata dapat dilakukan untuk mengurangi paparan abu.
Warga juga dianjurkan menutup rapat sumber air bersih dan makanan guna mencegah kontaminasi abu vulkanik.
Masyarakat dan wisatawan juga diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dan mematuhi radius aman yang ditetapkan oleh otoritas terkait.
Perkembangan arah dan konsentrasi abu vulkanik dapat berubah mengikuti aktivitas erupsi serta kondisi angin. Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak diminta mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG, dan otoritas penerbangan serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau, sementara perkembangan sebaran abu menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap masyarakat maupun aktivitas penerbangan di kawasan Selat Sunda dan sekitarnya.(Tim)
