
Gapuramanise.com, Haruku – Upaya merawat kedamaian dan memperkuat ikatan persaudaraan di antara masyarakat Negeri Haruku, Negeri Sameth, dan Negeri Oma terus dilakukan. Salah satunya melalui doa bersama yang digelar di SMP Negeri 12 Maluku Tengah, Negeri Haruku, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIT tersebut turut dihadiri Kapolresta Pulau Ambon dan P.P. Lease Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si. Doa bersama ini menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga hubungan baik dan menciptakan suasana yang aman serta damai di tengah masyarakat.
Agenda tersebut merupakan kegiatan tahunan yang mempertemukan tiga negeri. Pelaksanaannya melibatkan Polsek Pulau Haruku bersama para Raja Negeri Haruku, Sameth, dan Oma, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda.
Sejumlah pejabat Polresta Pulau Ambon dan P.P. Lease juga hadir, di antaranya Kabag Log AKP Johan Anakotta, Kasat Reskrim Kompol Andro Yuan Elim, S.I.K., M.H., Kasat Intelkam AKP Darmawan, Kasat Samapta AKP Julkisno Kaisupy, dan Kasat Binmas AKP Djafar Lessy.
Turut hadir Kapolsek Haruku IPTU Boby Dethan, S.Tr.K., para Raja dari tiga negeri, serta Ketua Majelis Jemaat Negeri Haruku dan Sameth, Pdt. Ricard Mail. Kehadiran para tokoh dari tiga negeri menunjukkan kuatnya dukungan lintas unsur dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
Tidak hanya para tokoh, kegiatan tersebut juga melibatkan angkatan muda serta pelajar SMP dan SMA dari Negeri Haruku, Sameth, dan Oma. Sekitar 300 masyarakat mengikuti doa bersama tersebut.
Merawat Persaudaraan, Menjaga Kedamaian
Lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, doa bersama ini menjadi momentum untuk kembali menguatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hidup berdampingan dalam suasana damai.
Semangat adi-kaka menjadi pesan utama yang ingin terus dirawat. Persaudaraan di antara ketiga negeri diharapkan tidak hanya menjadi nilai budaya, tetapi juga menjadi kekuatan sosial dalam mencegah munculnya persoalan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Kapolresta Pulau Ambon dan P.P. Lease mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun provokasi yang berpotensi memicu perselisihan.
Menurutnya, menjaga perdamaian bukan semata-mata tugas aparat keamanan. Seluruh masyarakat memiliki peran yang sama dalam mempertahankan hubungan persaudaraan dan menciptakan lingkungan yang kondusif.
“Perdamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, mari kita terus menjaga hubungan persaudaraan, saling menghormati dan menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kedamaian membutuhkan keterlibatan semua pihak. Dengan semangat adi-kaka, tiga negeri diharapkan terus menjaga hubungan yang harmonis serta bersama-sama memelihara situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. (LB-GM)
