
Gapuramanise.com, Depok – Keinginan untuk menjadi pribadi yang mandiri secara ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi banyak orang mendorong Cilindra Johand Ruimassa, mahasiswa Magister Studi Pembangunan Interdisipliner Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), untuk mulai menapaki dunia bisnis di Kota Depok dan sekitarnya.
Di tengah kesibukannya melanjutkan pendidikan S2 di Tanah Jawa, Cilindra memilih tidak hanya berkutat di ruang akademik. Ia mulai membangun sejumlah usaha, yakni barbershop, gerai Es Teh Poci, dan distribusi ikan.
Bagi Cilindra, bisnis bukan sekadar persoalan mencari keuntungan. Ada tanggung jawab sosial yang menjadi dasar dalam setiap langkahnya. Ia memegang prinsip hidup “Respendo Ergo Sum”, yang dimaknainya sebagai “Aku ada karena aku bertanggung jawab terhadap yang lain.”
Motivasi tersebut berjalan beriringan dengan cita-citanya untuk menjadi orang kaya yang mampu memberikan dampak bagi banyak orang.
“Motivasi saya ingin menjadi orang kaya yang berdampak bagi banyak orang. Moto hidup saya yang memotivasi saya juga adalah ‘Respendo Ergo Sum’, aku ada karena aku bertanggung jawab terhadap yang lain,” ujar Cilindra kepada Gapuramanise.com, Sabtu (29/08/2026).
Melihat Jabodetabek sebagai Kota Peluang
Pilihan Cilindra membangun bisnis di Depok bukan tanpa alasan. Menurutnya, kawasan Jabodetabek merupakan wilayah dengan peluang ekonomi yang besar, ditopang oleh populasi masyarakat yang tinggi dan daya beli yang cukup kuat.
Sebagai mahasiswa yang sedang melanjutkan studi S2, kebutuhan hidup sekaligus cita-cita untuk membangun usaha menjadi alasan dirinya berani mengambil langkah tersebut.
“Saya melihat Jabodetabek sebagai kota peluang dalam berbisnis. Karena itu saya sangat tergiur menjalankan bisnis di sini. Saya seorang mahasiswa yang sedang melanjutkan studi S2 di Tanah Jawa. Karena kebutuhan hidup dan cita-cita, saya memilih menjalankan bisnis di Kota Depok dan sekitarnya,” tuturnya.
Perjalanan bisnis itu kini mulai menunjukkan progres. Barbershop yang dijalankannya telah berjalan sekitar satu bulan, sedangkan gerai Es Teh Poci dan usaha distribusi ikan baru dimulai pada pekan ini.
Meski masih berada pada tahap awal, Cilindra melihat respons pasar cukup menjanjikan.
“Minat pembeli sangat tinggi. Apalagi populasi dan daya beli yang tinggi sangat mendukung bagi perputaran ekonomi usaha,” kata Cilindra.
Tiga Usaha, Tiga Sumber Modal
Menariknya, modal dari ketiga usaha tersebut diperoleh melalui sumber yang berbeda. Cilindra mengawali barbershop menggunakan uang hadiah yang diperolehnya setelah mengikuti kegiatan nasional Kaderisasi Profesional Muda Gereja (PKJM).
Sementara itu, modal untuk membuka gerai Es Teh Poci berasal dari uang yang diberikan oleh temannya, Juan.
Sedangkan usaha distribusi ikan dibangun melalui modal patungan bersama kawan-kawannya di Epolhum GMKI.
Bagi Cilindra, sumber modal tersebut menjadi bukti bahwa peluang usaha dapat dibangun dari berbagai pintu. Yang terpenting adalah keberanian untuk memulai, kemampuan membaca peluang, serta membangun kepercayaan dengan orang-orang di sekitar.
Pesan Cilindra untuk Basudara Maluku
Di balik langkah bisnisnya di tanah rantau, Cilindra membawa pesan khusus bagi para basudara Maluku, terutama generasi muda yang ingin berkembang dalam dunia usaha.
Ia meyakini bisnis dapat menjadi salah satu jalan bagi anak muda Maluku untuk mencapai kemandirian ekonomi sekaligus memberikan kontribusi bagi daerah.
“Bisnis mampu membuatmu jadi kaya, hebat dan berdampak bagi Maluku,” tegas Cilindra.
Namun, ia mengingatkan bahwa membangun bisnis membutuhkan mental yang tangguh. Tidak ada perjalanan usaha yang selalu berjalan mudah, tetapi kesulitan juga bukan alasan untuk tidak memulai.
“Harus berjiwa tangguh. Bisnis bukan hal yang gampang, tapi juga bukan hal yang sulit. Jadilah hebat untuk menjadi berkat bagi yang lain,” ujarnya.
Cilindra juga mengajak anak-anak muda untuk terlebih dahulu mengenali potensi yang ada dalam diri masing-masing, kemudian berani mengambil langkah.
“Kenali potensimu dan terobos saja dulu. Kelak jika kamu melewati masalah dan apabila kamu mendapatkan jalan buntu, arahkan hatimu dan berdoalah. Kemudian lihatlah sekelilingmu, orang-orang di sampingmu, orang-orang Maluku yang membutuhkanmu. Karena itu, jadilah hebat dan berdampaklah,” pesannya.
Dari Modal Kecil, Menyalakan Mimpi Besar
Perjalanan Cilindra memperlihatkan bagaimana seorang mahasiswa dapat mencoba menggabungkan dunia pendidikan, organisasi, dan kewirausahaan dalam satu perjalanan hidup.
Barbershop menjadi langkah pertama. Es Teh Poci mulai berjalan. Distribusi ikan pun mulai digerakkan bersama kawan-kawan.
Semuanya memang masih berada dalam tahap awal. Namun bagi Cilindra, besar atau kecilnya sebuah usaha bukan alasan untuk menunda langkah.
Dari Maluku ia membawa mimpi. Di Tanah Jawa ia membangun keberanian. Dari bisnis ia mengejar kesejahteraan, tetapi di balik kesejahteraan itu terdapat harapan untuk menjadi berkat bagi sesama.
Sebab baginya, menjadi kaya bukanlah akhir dari perjalanan. Kekayaan adalah jalan agar semakin banyak orang dapat merasakan dampaknya. (VT-GM)
