
Gapuramanise.com, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina), Hillary Brigitta Lasut, menekankan pentingnya penyelenggaraan kompetisi olahraga secara berkelanjutan untuk mendorong prestasi atlet muda sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah.
Hal tersebut disampaikan Hillary dalam penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir PP Pertina yang memperebutkan Piala Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Senin, (19/10/2026). Kejuaraan tersebut diikuti ratusan atlet dari 32 provinsi di Indonesia dan berlangsung di Pluit Village Mall, Jakarta.
Menurut Hillary, kegiatan olahraga tidak hanya menjadi ajang untuk menentukan atlet terbaik, tetapi juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan memperoleh pengalaman bertanding yang lebih luas.
Ia menilai, di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, pembinaan atlet dan pengembangan ekonomi kreatif melalui kegiatan olahraga perlu terus diperkuat.
“Di saat ini dunia sedang mengalami banyak ketidakpastian, tapi atlet-atlet dan anak-anak muda kita serta ekonomi di sekitar sektor olahraga dan ekonomi kreatif tetap harus kita genjot,” ungkap Hillary.
Hillary berharap penyelenggaraan Kejurnas Tinju Amatir dapat menjadi dorongan bagi pengurus olahraga di daerah untuk terus bekerja mengembangkan tinju dan meningkatkan kualitas pembinaan atlet.
Baginya, keberadaan kompetisi nasional memberikan kesempatan kepada para petinju dari berbagai daerah untuk menguji kemampuan, meningkatkan jam terbang, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang lebih tinggi.

Hillary Tekankan Pentingnya Jam Terbang Atlet
Hillary menilai kesempatan bertanding merupakan salah satu kebutuhan penting dalam perjalanan seorang atlet. Melalui kompetisi yang berkesinambungan, para petinju dapat mengembangkan kemampuan teknis sekaligus membangun mental menghadapi persaingan.
Karena itu, ia berharap agenda kejuaraan tidak hanya berlangsung di tingkat nasional, tetapi juga diikuti dengan pengembangan kegiatan olahraga di berbagai daerah.
Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan membutuhkan dukungan dari federasi, pemerintah, organisasi olahraga, serta seluruh pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan prestasi atlet Indonesia.
Hillary juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung penyelenggaraan Kejurnas Tinju Amatir yang mempertemukan atlet dari 32 provinsi tersebut.
Ia berharap momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas kesempatan bagi petinju muda dalam menunjukkan kemampuan dan mengembangkan karier olahraga mereka.

Kesejahteraan Wasit dan Hakim Turut Menjadi Perhatian
Selain menyoroti pembinaan atlet, Hillary turut menekankan pentingnya memperhatikan kesejahteraan wasit dan hakim yang terlibat dalam pertandingan.
Menurutnya, keberlangsungan olahraga tinju tidak hanya bergantung pada kesiapan atlet, tetapi juga pada dukungan terhadap perangkat pertandingan yang menjalankan tugas secara profesional.
“Karena atlet-atlet juga butuh kegiatan untuk bisa menaikkan jam terbang. Wasit-hakim butuh kesejahteraan untuk bisa tetap hidup dan mengembangkan ekonomi di keluarganya,” kata Hillary.
Ia menilai, penyelenggaraan kejuaraan yang teratur dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem olahraga, mulai dari atlet, pelatih, wasit, hingga masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Dengan demikian, pengembangan olahraga diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian medali dan gelar juara, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan pembinaan serta kesejahteraan orang-orang yang bekerja di dalamnya.

Dorong Pengembangan Tinju hingga Daerah
Lebih lanjut, Hillary berharap Kejurnas Tinju Amatir PP Pertina dapat memberikan inspirasi bagi pengurus olahraga di tingkat daerah agar terus mengembangkan potensi atlet setempat.
Menurutnya, potensi petinju muda Indonesia perlu mendapatkan ruang yang memadai untuk berkembang melalui pembinaan dan kompetisi yang konsisten.
Ia juga menilai kegiatan olahraga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat apabila melibatkan berbagai sektor pendukung dan pelaku ekonomi kreatif di sekitar penyelenggaraan acara.
“Dan saya berharap ini dapat memberikan inspirasi bagi pengembang olahraga di tingkat daerah sehingga tetap berjuang, bekerja, dan bekerja keras untuk bisa mengembangkan tinju dan olahraga di daerah,” ujar Hillary.
Melalui penyelenggaraan Kejurnas Tinju Amatir, Hillary berharap pembinaan tinju nasional semakin berkembang, kesempatan bertanding bagi atlet daerah semakin terbuka, dan kesejahteraan seluruh unsur pendukung olahraga mendapat perhatian yang seimbang.
Ia menegaskan pentingnya kerja bersama untuk memastikan olahraga tinju terus tumbuh sebagai wadah prestasi generasi muda sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia. (LM-GM)
