
Gapuramanise.com, Jakarta – Pembinaan petinju muda menjadi perhatian dalam penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina) yang memperebutkan Piala Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Kejuaraan yang diikuti ratusan atlet dari 32 provinsi ini menjadi kesempatan bagi petinju daerah untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus membuka jalan menuju kompetisi internasional.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kompetisi tersebut. Ia menilai kejuaraan nasional memiliki peran penting dalam menyiapkan atlet yang mampu bersaing membawa nama Indonesia di tingkat dunia.
Dalam keterangannya di Pluit Village Mall, Jakarta, Senin (19/10), AHY menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan agar potensi atlet dari berbagai daerah dapat berkembang secara maksimal.
Menurut AHY, kehadiran atlet dari 32 provinsi menunjukkan besarnya potensi tinju amatir Indonesia. Potensi tersebut perlu didukung melalui kompetisi yang teratur, pembinaan yang terarah, serta kesempatan bertanding yang memadai.
Ia berharap para peserta tidak hanya mampu mengharumkan nama daerah masing-masing, tetapi juga berpeluang memperkuat Indonesia dalam kejuaraan tingkat Asia Tenggara, Asia, hingga dunia.
“Pada saatnya, kita ingin para atlet ini membawa bendera Indonesia berkibar di kancah internasional, bukan hanya Asia Tenggara, tetapi juga Asia bahkan dunia,” ujar AHY.

Pembinaan Daerah Jadi Kunci Regenerasi
Kehadiran petinju muda dari berbagai wilayah Indonesia memperlihatkan pentingnya pemerataan kesempatan dalam pembinaan olahraga. Kejurnas menjadi ruang bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman menghadapi lawan dengan karakter dan teknik yang berbeda.
Bagi atlet yang masih merintis karier, pengalaman bertanding dalam kejuaraan berskala nasional dapat menjadi bagian penting dari proses peningkatan kemampuan dan pembentukan mental kompetitif.
AHY juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis di atas ring. Ketangguhan mental, sikap sportif, serta kemampuan menghadapi kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari karakter yang perlu dibangun melalui olahraga.
Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat diterapkan para atlet dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

AHY Soroti Kesejahteraan Wasit dan Hakim
Selain pembinaan atlet, AHY turut menyoroti peran wasit dan hakim dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pertandingan. Menurutnya, keberhasilan olahraga tidak hanya bergantung pada prestasi petarung, tetapi juga pada perangkat pertandingan yang memastikan kompetisi berlangsung sesuai aturan.
Ia menilai perhatian terhadap kesejahteraan wasit dan hakim perlu berjalan seiring dengan upaya meningkatkan prestasi atlet.
“Prestasi juga tidak lepas dari kesejahteraan para atlet dan juga para wasitnya,” kata AHY.
AHY juga mengingatkan para peserta agar menjunjung tinggi sportivitas serta memiliki mental yang kuat dalam menghadapi hasil pertandingan.
Ia menegaskan bahwa kemenangan tidak seharusnya membuat atlet menjadi tinggi hati, sementara kekalahan bukan alasan untuk berhenti berusaha.
Semangat untuk bangkit, belajar, dan terus memperbaiki kemampuan dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam membangun karier olahraga.

Hillary Brigitta Lasut Harap Olahraga Gerakkan Ekonomi Daerah
Sementara itu, Ketua Umum PP Pertina, Hillary Brigitta Lasut, menilai penyelenggaraan kejuaraan nasional memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar persaingan untuk meraih gelar juara.
Menurut Hillary, kegiatan olahraga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan, sekaligus memberikan ruang bagi atlet dan pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang.
Ia menilai agenda kompetisi yang berkelanjutan dibutuhkan agar atlet memiliki kesempatan meningkatkan jam terbang, sedangkan wasit dan hakim memperoleh ruang untuk menjalankan profesinya secara profesional.
“Di saat ini dunia sedang mengalami banyak ketidakpastian, tetapi atlet-atlet dan anak-anak muda kita serta ekonomi di sekitar sektor olahraga dan ekonomi kreatif tetap harus kita genjot,” ungkap Hillary.
Ia berharap penyelenggaraan Kejurnas Tinju Amatir dapat menjadi inspirasi bagi pengurus olahraga di daerah untuk terus mengembangkan pembinaan dan memperluas kesempatan bagi atlet muda.
Hillary juga menekankan pentingnya kerja keras seluruh pemangku kepentingan agar perkembangan tinju amatir tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi menjangkau berbagai daerah di Indonesia.

Momentum Memperkuat Masa Depan Tinju Indonesia
Kejurnas Tinju Amatir PP Pertina diharapkan menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kesinambungan pembinaan atlet nasional. Partisipasi peserta dari 32 provinsi memberikan kesempatan bagi talenta muda untuk memperoleh pengalaman kompetitif sekaligus memperlihatkan hasil pembinaan di daerah masing-masing.
Di sisi lain, perhatian terhadap perangkat pertandingan dan potensi ekonomi dari kegiatan olahraga menjadi bagian yang turut menentukan keberlanjutan penyelenggaraan kompetisi.
Kolaborasi antara federasi, pemerintah, organisasi olahraga, dan pemangku kepentingan daerah dibutuhkan agar kesempatan bertanding dapat terus tersedia dan pembinaan atlet berlangsung secara konsisten.
Dengan dukungan tersebut, para petinju muda diharapkan mampu meningkatkan kualitas penampilan, membangun mental juara, dan mempersiapkan diri untuk bersaing pada kejuaraan yang lebih tinggi, termasuk di tingkat internasional. (LM-GM)
