
Gapuramanise.com, Ambon – Perkembangan informasi teknologi telah mengubah pola kehidupan masyarakat, termasuk di Kota Ambon. Akses internet yang semakin luas membuat aktivitas masyarakat, mulai dari belajar, bekerja hingga berinteraksi, kini banyak dilakukan melalui perangkat digital. BPS Kota Ambon bahkan menyediakan indikator khusus mengenai informasi masyarakat dan penggunaan informasi teknologi sebagai bagian dari pengukuran pembangunan daerah.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Ambon terus mendorong peningkatan literasi digital melalui berbagai kegiatan edukasi bertajuk “Bijak Bermedia Sosial”. Program tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda, agar memanfaatkan teknologi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Melihat perkembangan tersebut, muncullah gagasan agar Ambon mulai menggaungkan budaya “Quality Time Tanpa Gawai”. Kampanye ini bukan berarti mengurangi pemanfaatan teknologi, melainkan mengajak masyarakat menyediakan waktu khusus untuk berinteraksi secara langsung bersama keluarga, sahabat, maupun komunitas tanpa terganggu notifikasi telepon genggam.
Sebagai kota yang dikenal dengan nilai hidop orang basudara, Ambon dinilai memiliki modal sosial yang kuat untuk membangun kebiasaan tersebut. Berbagai ruang publik, kawasan wisata, hingga tempat berkumpulnya masyarakat dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial melalui percakapan dan aktivitas bersama.
Kampanye ini juga sejalan dengan upaya membangun literasi digital yang tidak hanya menekankan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kesadaran dalam mengatur waktu penggunaan perangkat digital secara bijak. Dengan keseimbangan antara aktivitas berani dan interaksi langsung, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan teknologi tanpa mengurangi kualitas hubungan sosial. (Tim)
