Home » PDIP Maluku Gandeng Gen Z dan Milenial Berdiskusi Demokrasi, Hidupkan Spirit Kudatuli

Gapuramanise.com, Ambon – PDI Perjuangan mengajak generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, untuk lebih aktif terlibat dalam ruang-ruang diskusi demokrasi sebagai bagian dari upaya menjaga nilai-nilai kebangsaan dan semangat perjuangan demokrasi di Indonesia.

Ajakan tersebut mengemuka dalam diskusi refleksi Peristiwa Kudatuli (27 Juli 1996) yang digelar di Ambon. Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan tokoh masyarakat, pemuda, rohaniawan, hingga perwakilan Generasi Z.

Ketua KNPI Maluku, Arman Kalean, mengatakan bonus demografi yang dimiliki Indonesia menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, anak muda perlu memanfaatkan ruang digital sebagai sarana penyampaian gagasan, pendidikan politik, dan kritik yang membangun.

“Anak muda tidak harus menjadi anggota partai untuk mengkritik pemerintah. Yang terpenting adalah memiliki gagasan yang baik demi kepentingan bangsa,” ujarnya.

Arman juga mengingatkan organisasi kepemudaan agar lebih serius membangun komunikasi dengan Gen Z dan milenial, terutama melalui media sosial yang kini menjadi ruang interaksi utama generasi muda.

Sementara itu, perwakilan Generasi Z, Maydeelyne Usmany, menekankan pentingnya keterlibatan anak muda dalam menjaga demokrasi. Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi bagian dari proses demokrasi dengan menyuarakan aspirasi secara bertanggung jawab.

Diskusi tersebut juga menghadirkan kader PDI Perjuangan sekaligus Anggota DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury, yang membagikan pengalaman sebagai Saksi sejarah Peristiwa Kudatuli. Ia menegaskan bahwa peristiwa 27 Juli 1996 bukan sekadar catatan sejarah, melainkan simbol perjuangan mempertahankan demokrasi dan konstitusi.

Kudatuli bukan sekadar tanggal, tempat, atau waktu. Kudatuli sedang saat demokrasi diuji dengan kekerasan, kata Lucky.

Melalui refleksi tersebut, PDI Perjuangan berharap Gen Z dan milenial semakin memahami perjalanan demokrasi Indonesia serta terdorong untuk aktif berdialog, berpikir kritis, dan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Diskusi ini menjadi ruang berbagi pengalaman lintas generasi, sekaligus mengajak anak muda untuk melanjutkan semangat perjuangan demokrasi dengan cara-cara yang relevan di era digital. Bila ditujukan untuk media online, berita ini sudah menggunakan gaya straight news dengan fokus pada ajakan PDIP kepada Gen Z dan milenial. (LB-GM) 

About The Author