
Gapuramanise.com, Ambon –Pergumulan menghadapi masalah kesehatan mata menjadi bagian dari perjalanan iman Pastor Jimmy Titahena dalam melahirkan lagu rohani berjudul Dangke Par Hidop. Lagu tersebut tercipta dari pergumulan batin dan doa ketika dirinya menghadapi masa sulit pada 2025.
Saat itu, kedua mata Pastor Jimmy mengalami katarak traumatik sehingga membutuhkan tindakan operasi. Namun, setelah menjalani operasi pertama, penglihatan mata kirinya mengalami penurunan hingga 50 persen. Situasi tersebut menghadirkan ketidakpastian yang tidak mudah dihadapi.
Di tengah kondisi itu, Pastor Jimmy memilih untuk tetap berdoa, memuji, dan menyembah Tuhan. Dari pergumulan tersebut, lahirlah ungkapan syukur sederhana yang kemudian menjadi inti lagu Dangke Par Hidop.
“Dangke par hidop, dangke par berkat,” menjadi ungkapan utama dalam lagu tersebut, yang berarti terima kasih untuk kehidupan dan terima kasih untuk berkat.
Bagi Pastor Jimmy, ungkapan itu bukan sekadar rangkaian kata dalam sebuah lagu rohani. Lebih dari itu, lirik tersebut mencerminkan keyakinannya bahwa kehidupan merupakan anugerah Tuhan yang patut disyukuri, bahkan ketika seseorang sedang menghadapi persoalan.
Judul lagu yang menggunakan ungkapan sehari-hari masyarakat Maluku tersebut juga memberikan kedekatan tersendiri bagi para pendengarnya. Pesan yang disampaikan sederhana, tetapi mengandung makna mendalam tentang iman, pengharapan, dan rasa syukur atas kehidupan.
Pastor Jimmy memandang pengalaman pertolongan Tuhan pada masa lalu sebagai alasan untuk terus berharap dalam menghadapi hari ini dan masa depan. Baginya, rasa syukur tidak harus menunggu seluruh persoalan terselesaikan.
Selama kehidupan masih diberikan, selalu ada alasan untuk mengucap syukur dan tetap percaya pada penyertaan Tuhan.
Lagu Dangke Par Hidop kemudian dikembangkan melalui kolaborasi bersama Pendeta Weli Arkauntu. Karya rohani ini resmi dirilis melalui YouTube pada 15 Oktober 2026 dan dijadwalkan hadir di berbagai platform musik digital.
Melalui lagu tersebut, Pastor Jimmy berharap pesan yang lahir dari pengalaman pribadinya dapat menjangkau lebih banyak orang dan menjadi penguatan bagi mereka yang sedang menghadapi pergumulan hidup.
Ia ingin lagu ini mengingatkan setiap pendengar bahwa rasa takut dan ketidakpastian tidak harus menghilangkan pengharapan. Dalam keadaan apa pun, doa, pujian, dan ucapan syukur dapat menjadi bagian dari perjalanan iman seseorang.
Kehadiran Dangke Par Hidop menjadi kesaksian tentang bagaimana pengalaman pribadi dapat melahirkan karya yang membawa pesan rohani bagi banyak orang. Dari pergumulan dan doa, lagu ini mengajak pendengar untuk kembali melihat kehidupan sebagai berkat yang patut disyukuri.
Pada akhirnya, pesan yang ingin disampaikan melalui lagu tersebut adalah bahwa rasa syukur tidak hanya hadir ketika keadaan berjalan sesuai harapan, tetapi juga ketika seseorang belajar tetap percaya di tengah ketidakpastian. (LM-GM)
