Home » Gempa NTT Guncang Dunia Pendidikan, Rektor Unpatti Gerak Cepat Himpun 46 PTN Kawasan Timur Indonesia

Gapuramanise.com, Makassar – Dampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) turut menjadi perhatian serius dunia pendidikan di kawasan Indonesia Timur. Kondisi tersebut mendorong perguruan tinggi di kawasan timur untuk memperkuat koordinasi, membangun solidaritas akademik, sekaligus memastikan keberlanjutan layanan pendidikan bagi masyarakat terdampak.

Langkah cepat itu dibahas dalam agenda Rapat Kerja Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI) yang berlangsung di UNHAS Hotel & Convention, Makassar, Rabu (19/8/2026).

Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., selaku Ketua Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia, mengambil peran penting dalam mengonsolidasikan perguruan tinggi negeri di kawasan tersebut.

Konsorsium KPTN-KTI mencakup 46 perguruan tinggi yang berada di kawasan Indonesia Timur. Rapat kerja tersebut tidak hanya diarahkan pada penguatan organisasi, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membahas masa depan tata kelola dan mutu pendidikan di kawasan yang memiliki karakteristik geografis, sosial, dan kebencanaan yang beragam.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah membangun sinergi, peluang, serta tantangan dalam pengembangan sumber daya manusia untuk hilirisasi industri mineral. Selain itu, dibicarakan pula kesiapan SDM menuju Indonesia 2045, kebutuhan industri mineral, hingga penguatan peran perguruan tinggi dalam menciptakan sumber daya manusia berdaya saing.

Di tengah agenda strategis tersebut, isu dampak gempa di NTT terhadap dunia pendidikan menjadi perhatian khusus. Bencana tidak hanya menyentuh persoalan fisik infrastruktur, tetapi juga berpotensi memengaruhi keberlangsungan proses pembelajaran, kondisi mahasiswa dan tenaga pendidik, serta akses masyarakat terhadap pendidikan.

Bagi KPTN-KTI, persoalan tersebut membutuhkan respons bersama. Perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga harus hadir sebagai bagian dari solusi ketika masyarakat menghadapi situasi kebencanaan.

Rektor Unpatti Prof. Fredy Leiwakabessy menegaskan bahwa kekuatan perguruan tinggi di kawasan timur terletak pada kemampuan untuk bergerak secara kolektif.

“Kita tidak boleh melihat persoalan pendidikan di kawasan timur secara parsial. Ketika satu daerah mengalami bencana, perguruan tinggi lainnya harus mampu hadir memberikan dukungan. Karena pendidikan harus tetap berjalan, bahkan dalam situasi yang penuh tantangan.”

Menurutnya, kolaborasi 46 perguruan tinggi dalam KPTN-KTI harus diarahkan untuk membangun sistem pendidikan yang lebih tangguh, adaptif, dan responsif terhadap berbagai persoalan kawasan, termasuk bencana alam.

“Konsorsium ini bukan sekadar forum pertemuan antar-rektor. Ini adalah ruang untuk menyatukan kekuatan, pengetahuan, dan sumber daya. Kita ingin perguruan tinggi di Indonesia Timur menjadi kekuatan bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.”

Ia juga menekankan bahwa penguatan tata kelola perguruan tinggi harus berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pembangunan kawasan Indonesia Timur.

Rapat kerja KPTN-KTI di Makassar ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat “satu kawasan, satu gerakan, dan satu komitmen” dalam membangun pendidikan Indonesia Timur.

Di tengah tantangan kebencanaan, ketimpangan akses, serta tuntutan hilirisasi dan transformasi ekonomi, perguruan tinggi di kawasan timur dituntut tidak berjalan sendiri-sendiri.

Dari ruang pertemuan di Makassar, 46 perguruan tinggi menyatukan gagasan: bahwa masa depan Indonesia Timur tidak hanya dibangun dengan infrastruktur dan investasi, tetapi juga dengan pendidikan yang kuat, manusia yang tangguh, dan perguruan tinggi yang hadir ketika masyarakat membutuhkan. (LB-GM)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *