
Gapuramanise.com, Ambon – Rencana pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Maluku yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 15 Juli 2026 di Kota Ambon dipastikan mengalami penundaan. Keputusan tersebut diambil setelah Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, berhalangan hadir karena harus menjalankan tugas kenegaraan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kepastian penundaan disampaikan Wakil Ketua Koordinator Bidang Kebijakan Publik DPD Partai Golkar Maluku, Boy Sangadji, dalam konferensi pers di Cafe Jonbek, Ambon, Senin (13/7/2026). Ia menegaskan bahwa penundaan tidak berkaitan dengan persoalan internal partai maupun kesiapan panitia di daerah.
Menurut Boy, seluruh tahapan persiapan pelantikan sebenarnya hampir selesai. Berbagai kebutuhan teknis, mulai dari koordinasi kepanitiaan hingga kesiapan lokasi pelaksanaan telah dipersiapkan dengan baik sehingga panitia tinggal menunggu pelaksanaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Persiapan kami sudah mencapai sekitar 95 persen. Jadi sebenarnya dari sisi panitia tidak ada persoalan. Namun karena ada permintaan langsung dari Ketua Umum, maka pelantikan ini harus ditunda,” ujar Boy.
Ia menjelaskan, perubahan jadwal dilakukan karena Bahlil Lahadalia memperoleh penugasan kenegaraan yang harus dijalankan dalam kapasitasnya sebagai Menteri ESDM. Agenda tersebut bersifat mendadak sehingga membuat Ketua Umum tidak dapat menghadiri pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Maluku.
Boy menilai kondisi tersebut merupakan hal yang harus dipahami seluruh kader. Menurutnya, ketika seorang ketua umum partai juga mengemban amanah sebagai pejabat negara, maka kepentingan negara harus ditempatkan sebagai prioritas.
“Beliau mendapat tugas kenegaraan yang sifatnya mendadak. Karena itu merupakan tugas negara, tentu harus menjadi prioritas. Kami semua memahami kondisi tersebut sehingga penundaan ini dilakukan,” katanya.
Meski jadwal pelantikan bergeser, Boy memastikan hal itu tidak akan memengaruhi soliditas Partai Golkar di Maluku. Justru, ia berharap seluruh kader tetap menjaga kekompakan dan tidak menjadikan penundaan tersebut sebagai persoalan yang dapat mengganggu konsolidasi organisasi.
Ia mengungkapkan, Ketua Umum DPP Partai Golkar juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader di Maluku karena belum dapat hadir sesuai jadwal yang telah direncanakan.
“Ketua Umum menitipkan permohonan maaf kepada seluruh kader Partai Golkar di Maluku. Beliau juga berharap seluruh kader tetap menjaga soliditas internal partai sambil menunggu keputusan mengenai jadwal pelantikan yang baru,” tutur Boy.
Lebih lanjut, Boy menegaskan bahwa panitia tidak perlu melakukan persiapan dari awal apabila jadwal baru telah ditetapkan. Menurutnya, seluruh perangkat pelaksanaan sudah siap sehingga hanya tinggal menyesuaikan waktu sesuai arahan DPP Partai Golkar.
“Pada prinsipnya kami siap kapan saja. Begitu ada arahan dari Ketua Umum dan DPP mengenai waktu pelaksanaan, kami langsung menyesuaikan. Semua persiapan teknis sudah kami lakukan,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Boy, DPD I Partai Golkar Maluku masih terus berkoordinasi dengan DPP terkait penetapan jadwal pelantikan yang baru. Hingga kini belum ada tanggal pengganti yang diumumkan secara resmi karena masih menyesuaikan agenda Ketua Umum.
Meski demikian, ia optimistis pelantikan akan segera dilaksanakan setelah seluruh agenda kenegaraan Ketua Umum selesai. Sambil menunggu keputusan resmi, seluruh jajaran pengurus dan kader diminta tetap fokus menjalankan aktivitas organisasi serta memperkuat konsolidasi di tingkat daerah.
“Semua tinggal menunggu arahan resmi dari Ketua Umum dan DPP. Kami berharap jadwal baru bisa segera ditetapkan agar pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Maluku dapat terlaksana sesuai rencana,” tutup Boy. (HL-GM)
