
Gapuramanise.com, Ambon – Kota Ambon akan menjadi tempat berkumpulnya pimpinan fakultas keguruan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia pada November mendatang. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura (FKIP Unpatti) dipercaya menyelenggarakan Forum Komunikasi Pimpinan (Forkopin) FKIP se-Indonesia pada 5–8 November 2026.
Sebanyak 34 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) negeri dijadwalkan terlibat dalam kegiatan tersebut, dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai 500 orang.
Bagi FKIP Unpatti, agenda ini menjadi kesempatan untuk mempertemukan berbagai pemikiran mengenai pengelolaan pendidikan tinggi sekaligus memperluas kerja sama antarlembaga pencetak tenaga pendidik.
Dekan FKIP Unpatti, Prof. Dr. I.H. Wenno, M.Pd., menuturkan bahwa forum tersebut diharapkan menghasilkan gagasan yang bisa memberikan manfaat bagi perkembangan pendidikan nasional.
“Forum ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi bagaimana kita menyatukan pemikiran, merumuskan gagasan, dan memberikan kontribusi bagi pemerintah dalam pengembangan pendidikan di Indonesia,” ujar Wenno dalam konferensi pers di Gedung Learning Center FKIP Unpatti, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, pembahasan dalam forum akan melibatkan berbagai unsur pimpinan, termasuk bidang akademik, umum dan keuangan, kemahasiswaan, kerja sama, serta pimpinan jurusan dan program studi.
Wenno juga menyoroti pentingnya pembahasan mengenai standar pendidikan tinggi, penjaminan mutu, dan akreditasi. Ia berharap hasil pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai bahan diskusi, tetapi dapat dirumuskan menjadi rekomendasi untuk disampaikan kepada kementerian terkait.
Forkopin kali ini mengangkat tema “Harmonis in Diversity: Dari Bumi Raja-Raja Maluku Bersama Merajut Persaudaraan, Membangun Negeri dan Kolaborasi Berdampak dalam Karya, Kuatkan Peran FKIP”.
Tema tersebut membawa pesan tentang pentingnya menjaga persaudaraan di tengah perbedaan sekaligus membangun kerja sama yang memberikan dampak nyata bagi pendidikan.
Dari Pertemuan Pimpinan hingga Kompetisi Mahasiswa
Ketua Panitia, Dr. Agustinus Ufie, M.Pd., memaparkan bahwa kegiatan akan dimulai dengan penyambutan peserta pada 5 November di kawasan Presisi Polda Maluku. Acara pembukaan resmi kemudian dijadwalkan pada 6 November di lokasi yang sama.
Setelah pembukaan, agenda akan berlanjut dengan pertemuan berdasarkan bidang tugas masing-masing. Pembahasan tersebut mencakup urusan akademik, keuangan, kemahasiswaan, hingga pengelolaan jurusan dan program studi.
Ufie menjelaskan, setiap bidang diharapkan menghasilkan pembahasan yang dapat disatukan dalam draf rekomendasi bersama. Dokumen tersebut nantinya akan menjadi bahan yang disampaikan kepada kementerian terkait untuk mendorong perbaikan tata kelola dan mutu pendidikan tenaga kependidikan.
Tidak hanya menghadirkan para pimpinan perguruan tinggi, kegiatan ini juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat melalui berbagai agenda akademik.
Menurut Ufie, panitia menyiapkan kompetisi debat Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, kegiatan bertema karakter tingkat nasional dan internasional, lomba media digital, pembuatan vlog mengenai kearifan lokal, serta international microteaching.
Ia menyampaikan bahwa sejumlah kegiatan telah memasuki tahap pelaksanaan dan penilaian. Pada beberapa agenda, jumlah peserta bahkan telah melampaui 40 orang.
Di sisi lain, FKIP Unpatti juga menyiapkan konferensi internasional dengan menghadirkan akademisi dari Australia, Korea Selatan, dan Hungaria. Keterlibatan akademisi dari luar negeri ini diharapkan memperluas pertukaran gagasan dan membuka peluang kerja sama pendidikan lintas negara.
Kafe dan Wisata Jadi Bagian dari Pengenalan Ambon
Kehadiran ratusan peserta turut menjadi peluang untuk memperkenalkan Ambon kepada tamu dari berbagai daerah. Panitia menyiapkan sekitar 10 hotel sebagai tempat akomodasi, serta memasukkan kunjungan wisata dalam rangkaian kegiatan pada Sabtu.
Ada pula gagasan untuk memanfaatkan kafe-kafe di Ambon sebagai tempat diskusi. Selain memberikan suasana pertemuan yang lebih santai, konsep ini diharapkan memperkenalkan karakter kota melalui identitasnya sebagai City of Music.
Semangat lokal “BAKU Kele Toma Maju”, yang dipadankan dengan Harmony University, juga menjadi bagian dari pesan kegiatan. Nilai tersebut menekankan kebersamaan, persaudaraan, dan kolaborasi di tengah keberagaman.
Wenno berharap pemerintah daerah dan berbagai pihak dapat mengambil bagian dalam mendukung agenda nasional tersebut. Dukungan yang dimaksud mencakup Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, serta pihak lain yang terlibat dalam persiapan.
Penyelenggaraan Forkopin di Ambon diharapkan memberikan manfaat lebih luas daripada sekadar pertemuan antarpimpinan. Selain memperkuat jaringan kerja sama perguruan tinggi, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Maluku untuk menunjukkan potensi daerah dalam mendukung perkembangan pendidikan.
FKIP Unpatti pun menargetkan forum tersebut menghasilkan rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti, mempererat hubungan antarlembaga, dan membuka jalan bagi kolaborasi berkelanjutan.
Dengan pertemuan ini, perguruan tinggi keguruan diharapkan semakin mampu memperkuat kualitas calon guru dan berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang siap menghadapi tantangan zaman. (LMW-GM)
