
Gapuramanise.com, Ambon – Mensyukuri 118 tahun penyertaan Tuhan dalam perjalanan pekabaran Injil dan pelayanan, Majelis Jemaat GPM Wayame menyelenggarakan Wayame Expo 2026 dengan tema “Connected to Grow, Empowered to Create, Called to Witness”, pada 11–12 September 2026.
Wayame Expo 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetapi juga menjadi wadah bagi setiap sektor pelayanan untuk memperkenalkan sejarah, identitas, potensi, serta karya pelayanan masing-masing.
Sejarah ditempatkan bukan sekadar sebagai catatan masa lalu, melainkan sebagai bagian dari perjalanan iman jemaat dalam membaca masa kini sekaligus menatap masa depan.
Pembukaan Wayame Expo 2026 pada Jumat (11/9/2026) dihadiri Ketua Klasis Pulau Ambon Utara, Pdt. R. Haliwela, dan Asisten II Wali Kota Ambon, Rustam Simanjuntak.
Dalam arahannya, Ketua Klasis Pulau Ambon Utara, Pdt. R. Haliwela, mengatakan sejarah bukan hanya rekam jejak masa lalu, tetapi juga bagian dari karya dan penyertaan Tuhan dalam perjalanan umat-Nya.
“Sejarah bukan sekadar rekam jejak masa lalu, tetapi jejak kasih Allah yang terus menyertai perjalanan umat-Nya. 118 tahun Jemaat GPM Wayame adalah bukti bahwa Allah terus berkarya di dalam sejarah,” ujar Haliwela.
Ia juga menegaskan, pelaksanaan Wayame Expo menjadi momentum bagi warga jemaat melalui sektor-sektor pelayanan untuk menampilkan berbagai potensi, termasuk UMKM yang dimiliki.
“Penyelenggaraan Wayame Expo adalah momentum bagi warga jemaat lewat sektor-sektor pelayanan untuk menampilkan potensi UMKM yang dimiliki. Ke depannya, potensi ini dapat dikembangkan sebagai basis pemberdayaan jemaat,” katanya.
Sementara itu, Asisten II Wali Kota Ambon, Rustam Simanjuntak, mengapresiasi pelaksanaan Wayame Expo 2026 yang dinilai turut mendorong kreativitas, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan UMKM.
“Pemerintah Kota Ambon menyambut baik pelaksanaan Wayame Expo 2026. Ini merupakan momentum penting dalam mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki, sebab pembangunan tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi,” tegas Simanjuntak.
Pembukaan Wayame Expo 2026 ditandai dengan pelepasan balon gas serta penampilan Jukulele anak-anak SMTPI Jemaat GPM Wayame.
Jalan Santai hingga Beragam Perlombaan
Memasuki hari kedua, Sabtu (12/9/2026), rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai yang dilanjutkan dengan pembagian doorprize.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang dilaksanakan oleh komisi-komisi pelayanan serta seminar berbasis keluarga yang diselenggarakan oleh Warga Gereja Profesi.
Antusiasme dan partisipasi warga jemaat terlihat dalam berbagai kegiatan. Anak-anak dan remaja turut ambil bagian dalam lomba tradisional. Sementara kelompok kemitraan mengikuti lomba baris-berbaris dengan mata tertutup.
Lomba Rangking 1 yang diselenggarakan oleh AMGPM juga menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian warga jemaat.
Seluruh elemen pelayanan turut berpartisipasi dalam menyukseskan rangkaian perayaan 118 tahun Jemaat GPM Wayame.
Drama Musikal Angkat Sejarah Jemaat
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Ibadah Syukur 118 Tahun Penyertaan Tuhan.
Salah satu bagian yang menarik dalam ibadah tersebut adalah penampilan drama musikal yang mengangkat sejarah perjalanan Jemaat GPM Wayame, mulai dari Nipa hingga berkembang di Wayame.
Drama musikal tersebut menjadi ruang untuk mengenang perjalanan panjang jemaat sekaligus merefleksikan penyertaan Tuhan dalam sejarah pelayanan Jemaat GPM Wayame.
Usai ibadah syukur, kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni dari sektor-sektor pelayanan yang menampilkan berbagai karya dan kreativitas warga jemaat.
Suasana semakin meriah dengan kehadiran para artis sebagai bintang tamu, yakni Edhly Victor, Willy Sopcua, Lodwyk Hahury, dan Nurul Toisuta.
Seluruh rangkaian Wayame Expo 2026 berlangsung sukses dan meriah. Antusiasme warga jemaat tetap terlihat hingga larut malam, dengan suasana penuh sukacita dan rasa syukur.
Kegiatan kemudian ditutup oleh Ketua Majelis Jemaat GPM Wayame, Pdt. L. W. Laisila, pada pukul 00.15 WIT.
Sebelum menutup seluruh rangkaian kegiatan, Laisila menegaskan bahwa Wayame Expo merupakan bagian dari ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan bagi Jemaat GPM Wayame.
“Kegiatan Wayame Expo merupakan ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan bagi Jemaat GPM Wayame. Semua elemen pelayanan bersyukur karena atas pertolongan Tuhan, 12 September dapat ditetapkan sebagai tanggal lahirnya Jemaat GPM Wayame,” tegas Laisila.
Penutupan Wayame Expo 2026 ditandai dengan doa dan ungkapan syukur, sekaligus menjadi penutup rangkaian perayaan 118 tahun perjalanan Jemaat GPM Wayame. (LMW-GM)
