Home » Revitalisasi Posyandu Bunga Cengkeh, Tim PkM UKIM Dorong Edukasi dan Literasi Gizi Warga Dusun Wapo

Gapuramanise.com, Ambon – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) melaksanakan kegiatan revitalisasi Gedung Posyandu Bunga Cengkeh sebagai Pusat Edukasi dan Informasi Gizi di Dusun Wapo, Negeri Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Maluku.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan Posyandu sekaligus memperkuat peran kader dan masyarakat dalam meningkatkan edukasi kesehatan serta literasi gizi.

Ketua Tim PkM UKIM, Mersy D. Kainama, S.KM., MARS, mengatakan revitalisasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan dan gizi.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya penerapan gizi seimbang serta mampu memilih makanan yang sehat dan bergizi bagi keluarga,” ujar Mersy kepada Gapuramanise.com, Senin, (14/09/2026).

Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi Gedung Posyandu Bunga Cengkeh yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Selama ini, gedung tersebut lebih banyak digunakan saat pelaksanaan pelayanan Posyandu, sementara pemanfaatannya di luar jadwal pelayanan masih terbatas.

Selain itu, ketersediaan media informasi dan edukasi mengenai gizi bagi masyarakat juga masih terbatas.

Melalui program PkM tersebut, Gedung Posyandu Bunga Cengkeh kemudian ditata dan dikembangkan menjadi Pusat Edukasi dan Informasi Gizi yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara lebih luas.

Kegiatan revitalisasi meliputi penataan ruang pelayanan dan ruang edukasi, penyediaan papan informasi gizi, Pojok Gizi, serta berbagai media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).

Media edukasi yang disediakan antara lain poster, leaflet, flipchart, dan standing banner yang diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai kesehatan dan gizi.

Selain melakukan revitalisasi fasilitas, Tim PkM UKIM juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penerapan pola gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.

Materi edukasi yang diberikan mencakup konsep Isi Piringku, pemilihan makanan sehat dan bergizi, pentingnya mengonsumsi sayur dan buah, pencegahan masalah gizi, serta pemanfaatan pangan lokal.

Anggota Tim PkM UKIM, Ns. H. Jotlely, S.Sos., S.Kep., M.Kes, mengatakan edukasi gizi menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

“Edukasi tidak hanya memberikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga mendorong mereka untuk memahami bagaimana memilih pangan yang aman, sehat, dan bergizi dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Edukasi dilaksanakan secara interaktif melalui penyuluhan, diskusi, tanya jawab, serta pemanfaatan berbagai media edukasi yang tersedia di Posyandu.

Kegiatan revitalisasi juga diperkuat dengan pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Pemberian PMT tersebut disertai dengan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang, pemilihan pangan yang aman dan bergizi, serta cara membaca informasi nilai gizi dan tanggal kedaluwarsa pada produk pangan.

Tidak hanya memberikan makanan tambahan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memilih dan menyediakan pangan yang aman serta memiliki nilai gizi yang baik.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah mengikuti kegiatan edukasi gizi.

Dari 29 responden yang mengikuti pre-test, sebanyak 20 orang atau 69 persen berada pada kategori pengetahuan baik. Sementara itu, 9 orang atau 31 persen masih berada pada kategori pengetahuan kurang.

Setelah dilakukan intervensi dan edukasi, seluruh 29 responden atau 100 persen berada dalam kategori pengetahuan baik.

Nilai rata-rata pengetahuan masyarakat juga mengalami peningkatan dari 4,62 menjadi 10,00, sedangkan nilai median meningkat dari 5 menjadi 10.

Mersy D. Kainama berharap, peningkatan pengetahuan tersebut dapat terus dipertahankan dan diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Program ini diharapkan tidak berhenti pada pembenahan fisik Gedung Posyandu, tetapi dapat terus berkembang menjadi pusat edukasi gizi yang aktif dan berkelanjutan bagi masyarakat,” Tutup Mersy.

Pengembangan program selanjutnya mencakup penguatan sistem 5 meja edukasi terpadu, pengembangan Pojok Gizi, layanan konseling gizi, peningkatan literasi digital, demonstrasi pengolahan MP-ASI sehat, peningkatan kapasitas kader, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala.

Melalui revitalisasi tersebut, Posyandu Bunga Cengkeh diharapkan semakin berperan sebagai pusat informasi, pembelajaran, dan pemberdayaan masyarakat di bidang gizi.

Selain itu, keberadaan pusat edukasi tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan stunting, meningkatkan pengetahuan masyarakat, serta memperkuat pemantauan tumbuh kembang balita di Dusun Wapo, Negeri Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. (SWW-GM)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *