Gapuramanise.com, Taniwel – Situasi yang sebelumnya sempat memanas akibat persoalan kebakaran lahan dan kesalahpahaman antarwarga kini mulai kembali kondusif. Namun, di tengah upaya perdamaian tersebut, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh pihak.
Pesannya jelas: jangan ada lagi yang mencoba memanaskan persoalan yang sudah berhasil didinginkan.
Kapolda secara khusus mengingatkan agar tidak ada pihak yang melakukan provokasi, termasuk melalui berbagai narasi di media sosial yang berpotensi kembali membangkitkan emosi masyarakat.
“Jangan ada yang memprovokasi, apalagi bermain di media sosial,” tegas Kapolda.
Menurutnya, persoalan yang terjadi pada awalnya berangkat dari kesalahpahaman terkait kebun atau lahan yang saling berdekatan. Karena itu, masalah tersebut tidak boleh berkembang ke persoalan lain maupun dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.
Jangan Biarkan Bara Konflik Menyala Lagi
Setelah berbagai pihak berupaya meredakan keadaan, Kapolda meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi yang telah kembali membaik.
Ia mengapresiasi langkah masyarakat, aparat TNI-Polri, serta pemerintah daerah yang memilih penyelesaian secara damai dengan mengedepankan persaudaraan.
“Suasananya sudah dingin, sudah baik. Yang terpenting adalah persaudaraan, keselamatan dan keamanan warga,” ujarnya.
Kapolda menegaskan, setiap persoalan yang masih memiliki keterkaitan dengan kejadian tersebut tetap akan ditindaklanjuti melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku.
Namun, penyelesaian persoalan tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi siapa pun untuk kembali membuka luka lama atau memancing konflik baru di tengah masyarakat.
Persaudaraan Harus Lebih Besar dari Kesalahpahaman
Bagi Kapolda, kesalahpahaman dapat diselesaikan melalui jalan yang baik dan sesuai mekanisme. Namun, persaudaraan antarmasyarakat harus tetap dijaga.
Ia berharap semua pihak dapat menahan diri, terutama dalam menyampaikan informasi maupun membuat narasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.
Sebab, satu informasi yang salah atau sebuah unggahan bernada provokatif dapat kembali memicu ketegangan di tengah masyarakat yang sebelumnya telah berupaya membangun perdamaian.
Pesan Kapolda pun menjadi penegasan bagi semua pihak:
Persoalan boleh diselesaikan, kesalahpahaman harus diluruskan, tetapi persaudaraan tidak boleh menjadi korban.
Kini, masyarakat bersama seluruh unsur terkait diminta untuk menjaga keamanan dan ketertiban agar situasi tetap kondusif.
Sebab, ketika persoalan telah berhasil didinginkan dan bara konflik mulai padam, tidak seharusnya ada pihak yang kembali mencoba meniupnya menjadi api. (NM-GM)

