Home » Walikota Ambon Apresiasi Tim Vanguard SMP Kalam Kudus, Siap Bawa Sagu Maluku ke OPSI Nasional 2026

Gapuramanise.com, Ambon – Walikota Ambon Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si memberikan apresiasi kepada dua siswi SMP Kristen Kalam Kudus Ambon, Evania Natalia Titioka dan Gavriella Nathania Tappangan, yang berhasil lolos sebagai finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tingkat Nasional Tahun 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan Wattimena saat menerima kedua siswi bersama guru pendamping di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2026).

Kedua siswi yang tergabung dalam Tim Vanguard itu akan mewakili Kota Ambon dan Provinsi Maluku pada ajang OPSI Nasional melalui penelitian berjudul “Eksplorasi Varian Olahan Sagu Tradisional sebagai Alternatif Pangan Lokal untuk Mendukung Program Makan Bergizi Gratis di Kota Ambon.”

Dalam pertemuan tersebut, Wattimena menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi atas perjuangan Evania dan Gavriella hingga berhasil menembus final nasional.

“Bapak, Ibu, basudara sekalian, hari ini saya bersama dengan kedua anak terkasih, Nia dan Eva, siswi dari SMP Kalam Kudus Ambon yang lolos untuk mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia,” ujar Wattimena.

Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan prestasi luar biasa yang patut diapresiasi karena kedua siswi tersebut akan membawa nama Kota Ambon dan Provinsi Maluku ke tingkat nasional.

“Pemerintah Kota Ambon memberikan dukungan dan apresiasi kepada kedua anak terkasih yang sudah luar biasa berjuang dan akan membawa Kota Ambon dan Provinsi Maluku di tingkat nasional,” katanya.

Wattimena berharap keberhasilan Evania dan Gavriella dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Kota Ambon untuk terus mengembangkan kemampuan, kreativitas, serta prestasi di berbagai bidang.

“Kami tentu berharap generasi muda Kota Ambon bisa seperti anak terkasih berdua ini untuk mengisi Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Apresiasi Penelitian tentang Pangan Lokal

Selain memberikan apresiasi terhadap prestasi kedua siswi tersebut, Wattimena juga menyoroti tema penelitian yang mengangkat potensi sagu sebagai pangan lokal Maluku.

Ia menilai gagasan tersebut memiliki nilai penting karena tidak hanya memperkenalkan sagu sebagai salah satu pangan lokal masyarakat Maluku dan Kota Ambon, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan program strategis pemerintah pusat.

“Dengan isu yang diangkat, yaitu eksplorasi pangan lokal dalam mendukung Makan Bergizi Gratis, selaku Pemerintah Kota Ambon kami mengapresiasi gagasan ini,” tutur Wattimena.

Menurutnya, penelitian tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi generasi muda dalam mengangkat potensi lokal agar dapat dikenal lebih luas.

“Selain memperkenalkan sagu sebagai pangan lokal orang Maluku dan orang Kota Ambon, isu ini juga selaras dengan program strategis prioritas Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” jelasnya.

Doakan Berhasil di Tingkat Nasional

Wattimena juga meminta dukungan masyarakat Kota Ambon dan Maluku agar kedua siswi tersebut dapat mengikuti seluruh tahapan final OPSI dengan baik.

Ia berharap persiapan yang telah dilakukan bersama guru pendamping dapat membantu Evania dan Gavriella mempertanggungjawabkan penelitian mereka di hadapan para juri nasional.

“Semoga apa yang telah dipersiapkan dengan matang bersama guru pendamping nantinya dapat dipertanggungjawabkan dan mendapatkan hasil yang baik serta membanggakan,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan dan doa bagi perjuangan kedua siswi tersebut.

“Mari kita dukung kedua anak terkasih dan berdoa, mendoakan mereka supaya mereka berhasil dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia di tingkat nasional,” ajaknya.

Wattimena berharap keikutsertaan Tim Vanguard tidak hanya menjadi kebanggaan bagi SMP Kristen Kalam Kudus Ambon, tetapi juga dapat mengharumkan nama Kota Ambon dan Provinsi Maluku di kancah nasional.

“Selamat dan sukses bagi kedua anak terkasih. Semoga dapat mengharumkan nama Provinsi Maluku dan nama Kota Ambon di kancah nasional,” pungkasnya.

Final OPSI Nasional 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung secara luring pada 24–30 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Tim Vanguard kini tengah mempersiapkan diri bersama guru pendamping untuk menghadapi tahapan final dan mempresentasikan penelitian tentang potensi olahan sagu sebagai pangan lokal tersebut. (LMW-GM)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *