Home » Sekkot Ambon: “Beta Par Ambon, Ambon Par Semua”, Persatuan Jadi Modal Utama Pembangunan

Gapuramanise.com, Ambon – Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kota Ambon sebagai rumah bersama bagi seluruh masyarakat melalui pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi serta pemeliharaan persatuan dan toleransi.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ambon Roberd Sapulette, ST., MT, saat menyampaikan materi Wali Kota Ambon dalam Dialog Kebangsaan Bacarita Kota Ambon “For Ambon Pung Bae”, yang berlangsung di Hotel Santika Ambon, Selasa (11/8/2026).

Dalam pemaparannya, Roberd menekankan bahwa pembangunan Kota Ambon harus diletakkan dalam semangat kebersamaan. Hal ini tercermin melalui slogan “Beta Par Ambon, Ambon Par Semua”, yang menurutnya menggambarkan Ambon sebagai rumah bersama yang harus dibangun dan dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

“Beta par Ambon, Ambon par semua. Ambon adalah rumah kita bersama. Karena itu, kekuatan utama pembangunan kita adalah pembangunan yang nyata, pelayanan yang berkualitas dan persatuan yang kokoh,” ujar Roberd.

Menurutnya, pembangunan kota tidak dapat hanya dilihat dari pembangunan fisik dan infrastruktur. Pembangunan harus berjalan secara menyeluruh dengan menempatkan manusia sebagai bagian penting dari proses pembangunan.

“Kita tidak hanya membangun kota, tetapi kita juga membangun manusia. Karena itu, bagaimana kita mewujudkan Ambon sebagai kota yang inklusif, Ambon Manise, yang toleran dan berkelanjutan, menjadi bagian penting dari arah pembangunan Kota Ambon,” jelasnya.

Infrastruktur Jadi Salah Satu Fokus Pembangunan

Roberd menjelaskan, dalam arah kebijakan pembangunan Kota Ambon, sektor infrastruktur menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Pembangunan diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

Beberapa agenda yang menjadi perhatian antara lain pengelolaan persampahan, peningkatan akses air bersih, perbaikan jalan, pembangunan dan pembenahan drainase, penataan permukiman, serta penataan ruang dan kawasan perkotaan.

“Kita ingin memastikan bahwa pembangunan infrastruktur benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Pengelolaan persampahan, akses air bersih, jalan, drainase, permukiman serta penataan ruang dan kawasan perkotaan harus terus kita benahi,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur harus memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, pemerintah tidak hanya mengejar pembangunan secara fisik, tetapi juga memastikan infrastruktur yang dibangun dapat mendukung pelayanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pembangunan Manusia dan Kelompok Rentan

Selain infrastruktur, pembangunan manusia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari arah pembangunan Kota Ambon. Pemerintah memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, sekaligus memastikan kelompok masyarakat yang rentan mendapatkan perlindungan.

“Pembangunan manusia menjadi bagian penting. Kita berbicara tentang pendidikan yang berkualitas dan inklusif, peningkatan derajat kesehatan masyarakat, perlindungan perempuan, anak dan kelompok rentan, serta pemberdayaan manusia,” ungkap Roberd.

Menurutnya, pembangunan yang inklusif harus memberikan ruang yang sama bagi seluruh masyarakat untuk berkembang dan mengambil bagian dalam proses pembangunan.

Pendidikan yang berkualitas, akses kesehatan yang baik serta perlindungan terhadap kelompok rentan, lanjutnya, merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Ambon.

UMKM dan Ekonomi Kreatif Diperkuat

Pada sektor ekonomi, Pemerintah Kota Ambon juga memberikan perhatian terhadap penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata, serta penguatan sektor perdagangan dan jasa.

Roberd mengatakan, potensi ekonomi lokal harus terus dikembangkan sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Kita harus memperkuat UMKM, mengembangkan ekonomi kreatif dan pariwisata, serta memperkuat sektor perdagangan dan jasa. Ini menjadi bagian dari upaya kita untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dan menciptakan kesejahteraan,” ujarnya.

Pengembangan sektor-sektor tersebut dinilai penting karena Kota Ambon memiliki potensi ekonomi kreatif, budaya, pariwisata dan jasa yang dapat menjadi kekuatan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Persatuan Jadi Modal Pembangunan

Dalam kesempatan tersebut, Roberd juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya persatuan dan stabilitas sosial dalam pembangunan Kota Ambon.

Menurutnya, persatuan bukan hanya menjadi nilai sosial yang harus dijaga, tetapi juga merupakan modal pembangunan yang sangat penting.

“Persatuan adalah modal pembangunan. Kalau kita ingin membangun kota ini, maka kita membutuhkan persatuan yang kokoh. Kita membutuhkan suasana yang aman, damai dan kondusif,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kepastian hukum dan stabilitas sosial menjadi faktor penting dalam menciptakan kepercayaan, termasuk bagi dunia usaha dan investor. Sebaliknya, konflik sosial dan ketidakpastian dapat memberikan dampak terhadap iklim investasi.

“Kepastian hukum itu penting. Kalau ada konflik sosial, investor tentu akan berpikir untuk masuk. Karena itu, menjaga keamanan, ketertiban, persatuan dan kepastian hukum menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Ambon,” jelasnya.

Karena itu, Pemerintah Kota Ambon mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan.

Roberd menilai keberagaman yang dimiliki Kota Ambon justru harus menjadi kekuatan untuk membangun kota yang lebih maju dan inklusif.

Bangun Ambon Secara Bersama

Melalui Dialog Kebangsaan Bacarita Kota Ambon “For Ambon Pung Bae”, Pemerintah Kota Ambon mendorong adanya ruang dialog dan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan.

“Ambon ini rumah kita bersama. Karena itu, Ambon harus kita bangun bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan partisipasi dan kolaborasi seluruh masyarakat untuk mewujudkan Ambon yang lebih baik, inklusif, toleran dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Semangat tersebut kemudian dirangkum dalam slogan “Beta Par Ambon, Ambon Par Semua”, yang menjadi pesan bahwa pembangunan Kota Ambon harus memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat sekaligus menjadi tanggung jawab bersama.

Dengan pembangunan infrastruktur yang nyata, pelayanan publik yang berkualitas, pembangunan manusia, penguatan ekonomi dan persatuan yang kokoh, Pemerintah Kota Ambon berharap visi menjadikan Ambon sebagai kota yang manise, inklusif, toleran dan berkelanjutan dapat diwujudkan secara bersama-sama. (RR-GM) 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *