
Gapuramanise.com, Ambon – Pelayanan di Kafe Ujung JMP kembali menjadi sorotan pelanggan. Keluhan tersebut disampaikan salah satu pelanggan yang berada di lokasi pada Senin, 24 Agustus 2026, sekitar pukul 19.45 WIT.
Menurut pelanggan, persoalan bermula ketika dirinya hendak memesan air putih hangat. Pelanggan mengaku sebelumnya air putih hangat maupun panas masih dapat dipesan, namun kali ini salah satu pelayan menyampaikan bahwa air panas sudah tidak dapat dipesan.
“Kalau memang sekarang air panas tidak bisa dipesan, tidak masalah. Yang kami harapkan adalah komunikasi yang baik dan diberikan solusi,” ujar pelanggan.
Namun, menurut pengakuannya, ketika meminta air putih hangat, panggilan kepada pelayan justru tidak mendapatkan respons. Pelanggan mengaku telah memanggil seorang pelayan dan mendapat jawaban “iya”, tetapi tidak ada tindak lanjut. Ketika memanggil pelayan lainnya, kembali tidak mendapat respons.
Karena merasa tidak dilayani, pelanggan kemudian mendatangi meja kasir untuk meminta air putih hangat. Namun, menurutnya, respons yang diterima tetap tidak sesuai harapan.
“Rasanya seperti kami ini orang lain, seperti tidak dianggap sebagai pelanggan yang datang dan membayar. Kalau memang tidak bisa, sampaikan baik-baik. Jangan dicueki. Berikan solusi dan tindak lanjut,” ujarnya.
Pelanggan juga menyayangkan sikap pelayanan yang dinilainya kurang ramah. Menurut dia, pelayanan merupakan bagian penting dari sebuah kafe, bukan sekadar menyediakan makanan dan minuman.
“Kami bukannya apa-apa. Kami datang, pesan, dan makan. Pelayanan harus ramah. Kalau ada permintaan yang tidak bisa dipenuhi, harus ada komunikasi yang baik. Pelayan harus memahami mekanisme pelayanan pelanggan, termasuk bagaimana bersikap ketika menghadapi tamu,” katanya.
Ia menilai ekspresi dan sikap petugas yang terkesan cuek membuat pelanggan merasa tidak nyaman. Terlebih, ketika air putih hangat tidak diberikan dan pelanggan akhirnya mendapat air mineral kemasan.
“Biasanya bisa diberikan air hangat, tetapi sekarang katanya tidak bisa dan akhirnya diberi Aqua botol. Kalau memang kebijakan sudah berubah, seharusnya pelanggan diberi penjelasan dengan baik, bukan dengan sikap yang membuat tamu merasa tidak dihargai,” tuturnya.
Bukan Sekadar Air, Tetapi Soal Pelayanan
Pelanggan menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai segelas air putih hangat. Yang menjadi perhatian utama adalah cara sebuah usaha memperlakukan konsumennya.
Menurutnya, prinsip sederhana dalam dunia pelayanan adalah membuat pelanggan merasa dihargai. Ketika permintaan tidak dapat dipenuhi, petugas semestinya menjelaskan alasannya dan menawarkan alternatif.
“Kalau memang tidak bisa, katakan tidak bisa dengan baik. Kalau ada alternatif, berikan alternatif. Itu jauh lebih nyaman daripada pelanggan dipanggil tetapi tidak direspons,” katanya.
Ia berharap pengelola Kafe Ujung JMP melakukan evaluasi terhadap standar pelayanan, termasuk komunikasi antara pelayan dan pelanggan, respons terhadap panggilan meja, serta etika ketika berhadapan dengan konsumen.
Ujung JMP dan Citra Pelayanan di Lingkungan Unpatti
Pelanggan juga menyinggung keberadaan Kafe Ujung JMP yang berdiri di atas tanah Universitas Pattimura (Unpatti). Karena itu, ia berharap pengelolaan tempat tersebut tidak hanya memperhatikan aspek usaha, tetapi juga menjaga citra pelayanan yang baik.
“Ujung JMP ini berdiri di tanah Unpatti. Kalau pelayanan model begini, tentu bisa ikut mencerminkan wajah Universitas Pattimura. Apalagi kalau pengelolaannya berkaitan dengan BLU, semestinya pelayanan prima menjadi perhatian,” ujarnya.
Ia berharap pengelola tidak menganggap kritik pelanggan sebagai serangan, melainkan sebagai bahan evaluasi.
“Tamu adalah raja”, menurutnya, bukan berarti pelanggan boleh bertindak semaunya. Namun, ungkapan tersebut dapat menjadi pengingat bahwa setiap pelanggan harus diperlakukan dengan sopan, dihargai, dan dilayani secara profesional.
Keluhan ini diharapkan menjadi momentum bagi pengelola Kafe Ujung JMP untuk mengevaluasi kembali standar pelayanan, sehingga pelanggan yang datang bukan hanya mendapatkan makanan dan minuman, tetapi juga mendapatkan pengalaman pelayanan yang ramah, responsif, dan manusiawi. (LB-GM)
