
Gapuramanise.com, Banyumas – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) melalui Bidang Agraria dan Maritim bersama GMKI Cabang Purwokerto menggelar Panen Raya GMKI Farm di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program prioritas Bidang Agraria dan Maritim PP GMKI Masa Bakti 2025–2027. Program GMKI Farm dirancang sebagai ruang pembelajaran praktis bagi kader GMKI sekaligus menjadi langkah konkret organisasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Dalam wawancara dengan Gapuramanise.com melalui sambungan telepon WhatsApp, Senin (10/8/2026), Ketua Umum PP GMKI Prima Surbakti menjelaskan bahwa GMKI Farm merupakan konsep yang dirumuskan oleh Bidang Agraria dan Maritim PP GMKI sebagai bagian dari upaya mendorong kader agar tidak hanya mampu berpikir secara kritis, tetapi juga menghasilkan aksi nyata.
Menurut Prima, program tersebut bertujuan membuka wawasan kader untuk berpikir lebih inovatif dan transformatif, khususnya dalam melihat potensi sektor agraria dan maritim.
“Sebagai organisasi pemikir, kerap kali GMKI terjebak dalam ruang diskursus semata, tetapi minim aksi nyata yang turut dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Oleh karena itu, untuk mewujudkan semangat pelayanan dalam Tri Medan Gumul, Pengurus Pusat tengah menyediakan ruang belajar terbaik sekaligus praktik yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat, khususnya di bidang Agraria dan Maritim,” ujar Prima kepada Gapuramanise.com, Senin (10/8/2026).
Ia mengatakan, GMKI Farm tidak semata-mata berbicara mengenai kegiatan panen. Program tersebut mencakup proses yang lebih panjang, mulai dari pembibitan, penanaman, budi daya hingga panen, dengan tujuan membangun kemandirian pangan sekaligus kemandirian ekonomi kader dan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, GMKI berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta pemerintah setempat. Pemerintah Desa Pliken memberikan dukungan berupa lahan seluas 1 hektare untuk dimanfaatkan sebagai area penanaman padi.
Prima menyebut pemanfaatan lahan tersebut sebagai langkah awal GMKI dalam mewujudkan semangat pelayanan kepada masyarakat melalui program yang konkret dan produktif.
Ia juga menegaskan bahwa GMKI Farm tidak boleh berhenti pada satu kali kegiatan. Menurutnya, program tersebut harus dikembangkan secara berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas.
“Program ini harus terus dilakukan dan berkelanjutan demi menjaga ketahanan pangan. Sebab, di era sekarang pangan menjadi salah satu sentral kekuatan, baik di tingkat nasional maupun global,” tegasnya.
GMKI Farm sebagai Investasi Lahan Produktif
Sementara itu, Ketua Bidang Agraria dan Maritim PP GMKI Masa Bakti 2025–2027, Samuel Luanmasa, mengatakan bahwa Panen Raya GMKI Farm merupakan bagian dari strategi investasi melalui pengelolaan lahan produktif.
Dalam wawancara terpisah dengan Gapuramanise.com melalui sambungan telepon WhatsApp pada Senin (10/8/2026), Samuel menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan pangan, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan serta mendorong kemandirian ekonomi kader dan masyarakat.
Menurutnya, GMKI Farm dapat menjadi model yang direplikasi oleh cabang-cabang GMKI di berbagai daerah di Indonesia.
“Program ini harusnya menjadi contoh bagi cabang-cabang lainnya di seluruh Tanah Air. Bukan saja Purwokerto, melainkan harus bisa dilakukan program semacam ini agar dapat mengatasi masalah pendanaan eksternal GMKI, sekaligus mengajarkan kader agar dapat mandiri secara finansial,” ungkap Samuel.
Ia menyebut GMKI Cabang Purwokerto menjadi pilot project dalam pelaksanaan program GMKI Farm. Karena itu, pemanfaatan lahan produktif tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung sekali, tetapi terus dikembangkan secara berkelanjutan.
“Ke depan bukan hanya padi, tetapi bisa saja yang lainnya seperti kacang, kedelai dan seterusnya,” katanya.
Tiga Indikator Utama GMKI Farm
Samuel menjelaskan bahwa GMKI Farm memiliki tiga indikator utama, yakni kemandirian finansial, laboratorium kewirausahaan, dan ketahanan pangan berkelanjutan.
Ketiga indikator tersebut menjadi arah pengembangan GMKI Farm agar program tidak berhenti sebagai kegiatan pertanian semata, tetapi menjadi ruang pembelajaran dan praktik kewirausahaan bagi kader.
Menurut Samuel, pengalaman mengelola lahan produktif dapat membentuk pola pikir kader agar lebih mandiri, produktif, dan mampu melihat sektor agraria sebagai salah satu peluang ekonomi yang dapat dikembangkan.
Ia berharap seluruh kader GMKI di berbagai daerah dapat memberikan dukungan terhadap pengembangan program tersebut.
“Harapannya bagi semua kader se-Tanah Air agar sama-sama mendukung dan menyukseskan program Panen Raya GMKI Farm menuju organisasi yang inovatif dan produktif,” pungkas Samuel.
Dari Diskursus Menuju Aksi Nyata
Panen Raya GMKI Farm di Banyumas menjadi salah satu bentuk konkret upaya GMKI menerjemahkan gagasan dan diskursus organisasi ke dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
Melalui pengelolaan lahan produktif, kader tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis dalam bidang pertanian, tetapi juga belajar mengenai pengelolaan usaha, kerja kolaboratif, kemandirian ekonomi, serta pentingnya ketahanan pangan.
Program tersebut sekaligus mempertegas arah Bidang Agraria dan Maritim PP GMKI Masa Bakti 2025–2027 untuk mendorong kader menjadi lebih inovatif, produktif, dan mandiri, dengan tetap berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.
“Menanam dengan iman, menuai dengan syukur.” (VT-GM)
