
Gapuramanise.com, Porto – Dalam upaya menanamkan kesadaran hidup bersih dan sehat serta meningkatkan pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sejak usia dini, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pattimura menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Generasi Sigap bagi siswa kelas I dan II SD Negeri 213 Maluku Tengah dan SD Negeri 252 Maluku Tengah.
Kegiatan sosialisasi gabungan tersebut dipusatkan di SD Negeri 213 Maluku Tengah pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya dalam membangun kebiasaan hidup sehat, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta membekali peserta didik dengan pengetahuan dasar mengenai keselamatan dan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga diajak memahami pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Sambutan Ketua KKN Negeri Porto
Sambutan Ketua KKN Negeri Porto disampaikan oleh Feindra Taihutu selaku Bendahara Kelompok KKN yang mewakili Ketua KKN. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya bagi peserta didik di tingkat sekolah dasar.
Program Generasi Sigap diharapkan dapat membantu menumbuhkan kesadaran siswa sejak dini mengenai pentingnya menjaga kebersihan, menerapkan pola hidup sehat, serta mengenal langkah-langkah dasar pertolongan pertama ketika menghadapi situasi yang membutuhkan perhatian.
Ia juga berharap agar kegiatan ini dapat menjadi pengalaman pembelajaran yang bermanfaat bagi siswa serta memperkuat hubungan kerja sama antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, dan Pemerintah Negeri Porto dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter anak.
Sambutan Pihak Sekolah SD Negeri 213 Maluku Tengah
Sementara itu, sambutan dari pihak SD Negeri 213 Maluku Tengah disampaikan oleh Pelaksana Harian (PLH) Kepala Sekolah, Bapak Reki Latuihamallo, S.Pd.
Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan program sosialisasi yang digagas oleh mahasiswa KKN Universitas Pattimura. Kegiatan tersebut dinilai memiliki manfaat penting dalam menambah wawasan siswa, terutama mengenai kebersihan diri, kesehatan, serta pengetahuan dasar pertolongan pertama.
Dukungan pihak sekolah terhadap kegiatan ini juga menjadi wujud keterbukaan terhadap berbagai program edukatif yang dapat membantu peserta didik mengembangkan kebiasaan positif sejak usia dini.
Pihak sekolah berharap agar materi yang diberikan mahasiswa KKN tidak berhenti pada saat sosialisasi berlangsung, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam aktivitas siswa sehari-hari. Dengan demikian, lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang semakin mendukung tumbuhnya generasi yang sehat, peduli, disiplin, dan bertanggung jawab.
Pejabat Kepala Pemerintah Negeri Porto Resmi Membuka Kegiatan
Kegiatan sosialisasi secara resmi dibuka oleh Pejabat Kepala Pemerintah Negeri Porto, Bapak Eduard Nanlohy, S.Pd.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kerja sama dan sinergi antara Pemerintah Negeri Porto dan pihak sekolah dalam mendukung berbagai program pendidikan serta pembinaan generasi muda.
Menurutnya, pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah negeri, masyarakat, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan anak-anak. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan kondusif bagi proses tumbuh kembang peserta didik.
Ia juga menitipkan harapan kepada mahasiswa KKN Universitas Pattimura agar kehadiran mereka di tengah masyarakat dapat memberikan manfaat nyata, tidak hanya melalui kegiatan sosialisasi, tetapi juga melalui berbagai gagasan dan program yang membangun kesadaran serta kepedulian masyarakat.
Pejabat Kepala Pemerintah Negeri Porto berharap agar mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan KKN sebagai ruang untuk mengabdi, belajar, membangun komunikasi yang baik, dan menjalin kerja sama dengan pemerintah negeri serta pihak sekolah.
Dengan dibukanya kegiatan tersebut secara resmi, sosialisasi Program Generasi Sigap diharapkan menjadi langkah positif dalam memperkuat kepedulian bersama terhadap kesehatan dan keselamatan peserta didik.
Materi I: PHBS, Menanamkan Kebiasaan Hidup Bersih dan Sehat Sejak Dini
Materi pertama dalam kegiatan sosialisasi membahas Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yang disampaikan oleh mahasiswa KKN, Nicole Thenu.
Dalam penyampaian materinya, Nicole Thenu menjelaskan bahwa PHBS merupakan perilaku yang dilakukan secara sadar untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Pembiasaan PHBS sejak usia sekolah dasar sangat penting karena anak-anak berada dalam tahap pembentukan kebiasaan yang akan memengaruhi kehidupan mereka di masa mendatang.
Materi ini menekankan bahwa menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari tindakan besar. Kebiasaan sederhana, seperti mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan kuku, membuang sampah pada tempatnya, menggunakan toilet yang bersih, serta menjaga kebersihan ruang kelas, merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit.
Secara khusus, Nicole Thenu memberikan pemahaman mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Siswa diperkenalkan pada kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain, serta setelah melakukan aktivitas yang menyebabkan tangan kotor.
Para siswa juga diberikan pemahaman bahwa tangan dapat menjadi media perpindahan kuman apabila kebersihannya tidak dijaga. Oleh karena itu, mencuci tangan dengan benar merupakan salah satu cara sederhana tetapi penting untuk membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit.
Melalui materi PHBS ini, siswa kelas I dan II diharapkan semakin memahami bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab setiap individu. Kebiasaan hidup bersih dan sehat perlu diterapkan secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga dapat membentuk lingkungan yang lebih sehat dan nyaman untuk belajar.
Materi II: Pelatihan P3K dan Pengenalan Dokter Kecil
Materi kedua membahas pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) melalui pengenalan konsep Dokter Kecil, yang disampaikan oleh mahasiswa KKN, Princes Sir.
Materi ini bertujuan memperkenalkan kepada siswa pengetahuan dasar mengenai pentingnya menjaga keselamatan diri dan teman, mengenali keadaan yang membutuhkan bantuan, serta mengetahui tindakan awal yang aman ketika terjadi kecelakaan ringan di lingkungan sekolah.
Dalam penyampaian materi, siswa diperkenalkan pada pengertian P3K sebagai pertolongan awal yang diberikan kepada seseorang yang mengalami cedera atau kondisi darurat sebelum memperoleh penanganan lebih lanjut dari tenaga kesehatan.
Siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya bersikap tenang, segera melaporkan kejadian kepada guru atau orang dewasa yang bertanggung jawab, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk kondisi korban.
Selain itu, pengenalan Dokter Kecil diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap kesehatan dan keselamatan di lingkungan sekolah. Dokter Kecil bukan berarti menggantikan tugas dokter atau tenaga medis, melainkan menjadi sarana pendidikan bagi anak-anak agar lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan teman-temannya.
Melalui materi ini, siswa diharapkan mampu mengenali situasi yang memerlukan bantuan, memahami pentingnya meminta pertolongan kepada orang dewasa, serta membangun sikap peduli, tanggap, dan bertanggung jawab.
Pengenalan P3K sejak dini juga diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman karena siswa mulai memahami bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.
Membangun Generasi Sehat, Peduli, dan Tanggap
Pelaksanaan sosialisasi Program Generasi Sigap menjadi bentuk edukasi yang menghubungkan pengetahuan kesehatan dengan pembentukan karakter siswa. Melalui materi PHBS dan P3K, mahasiswa KKN Universitas Pattimura berupaya menanamkan nilai kebersihan, kedisiplinan, kepedulian, dan tanggung jawab kepada peserta didik sejak dini.
Sasaran kegiatan, yaitu siswa kelas I dan II SD Negeri 213 Maluku Tengah dan SD Negeri 252 Maluku Tengah, menjadi perhatian utama karena pembentukan kebiasaan positif sejak usia dini memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan anak.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan pemerintah negeri dalam menghadirkan program edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Diharapkan, pengetahuan yang diperoleh selama sosialisasi dapat diterapkan secara nyata oleh para siswa, sehingga budaya hidup bersih dan sehat serta kepedulian terhadap keselamatan dapat tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Penyerahan Sertifikat kepada Pihak Sekolah
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa KKN Universitas Pattimura menyerahkan sertifikat kepada pihak sekolah sebagai bentuk apresiasi dan dokumentasi atas pelaksanaan kegiatan sosialisasi gabungan tersebut.
Penyerahan sertifikat ini menjadi bagian dari penutup kegiatan sekaligus simbol penghargaan atas dukungan dan kerja sama pihak sekolah dalam menyukseskan Program Generasi Sigap.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Pattimura berharap hubungan baik dengan pihak sekolah dan Pemerintah Negeri Porto dapat terus terjalin, sehingga berbagai program edukasi yang memberikan dampak positif bagi peserta didik dapat dikembangkan pada masa mendatang.
Sosialisasi Program Generasi Sigap di SD Negeri 213 Maluku Tengah dan SD Negeri 252 Maluku Tengah diharapkan menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga membiasakan hidup bersih dan sehat, memahami pentingnya keselamatan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. (ACT-GM)
