Home » Kabut Asap Mencekik Maluku, Gubernur Malah Bagi 1.500 Masker, Warganet : Pencitraan, Bukan Solusi!

Gapuramanise.com, Ambon – Pembagian 1.500 masker oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bersama Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, dan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Maluku kepada masyarakat di Kota Ambon menuai kritik dan sindiran dari warganet.

Kritik tersebut disampaikan melalui kolom komentar akun TikTok Bapa Kami HL, yang membagikan video kegiatan Gubernur Hendrik Lewerissa saat membagikan masker kepada masyarakat di tengah persoalan kabut asap yang melanda wilayah Maluku.

Sejumlah warganet mempertanyakan efektivitas pembagian masker dan meminta pemerintah lebih berfokus pada penanganan sumber kebakaran, dampak kabut asap, serta persoalan lain yang dinilai membutuhkan tindakan konkret.

Kegiatan pembagian 1.500 masker itu berlangsung pada Senin (12/10/2026), di dua titik di Kota Ambon, yakni sekitar Gereja Maranatha dan kawasan lampu merah Pos Kota Ambon.

Pembagian masker dilakukan sebagai upaya pencegahan gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), akibat kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan.

Asisten III Sekda Provinsi Maluku, Dominggus N. Kaya, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak kabut asap.

Namun, langkah tersebut menjadi sasaran kritik sejumlah pengguna TikTok yang mempertanyakan apakah pembagian masker sudah menjawab persoalan utama yang dihadapi masyarakat.

Alam_Liar: Tugas Gubernur Mencari Solusi

Salah satu kritik tajam disampaikan akun Alam_Liar, yang menilai pembagian masker bukan solusi utama untuk menangani persoalan kabut asap.

“Membagikan masker itu bukan solusi, itu tugas relawan dll. tugas gubernur itu mencari solusi untuk menangani masalah yang ada. ini pencitraan dimedsos terus ka bagaimana,” tulis akun tersebut.

Komentar itu secara langsung mempertanyakan prioritas pemerintah daerah. Akun tersebut berpandangan bahwa gubernur seharusnya berfokus mencari solusi atas persoalan yang terjadi, bukan sekadar melakukan kegiatan pembagian masker.

babang0728: “Pencitraan… Bukan Solusi”

Sindiran juga datang dari akun babang0728, yang mempertanyakan keterlibatan Gubernur Maluku dalam kegiatan pembagian masker.

“bt kira dinas kesehatan yg turun bagi masker…padahal gubernur hendrik…ada harus urusan laeng tar bajalang,” tulis akun tersebut.

Dalam komentar lainnya, akun babang0728 kembali melontarkan kritik singkat, “pencitraan…bukan solusi.”

Pernyataan tersebut memperlihatkan keraguan akun itu terhadap efektivitas kegiatan pembagian masker sebagai langkah menghadapi persoalan kabut asap.

RK Soroti Kebakaran hingga Penerbangan Lumpuh

Akun RK turut mengkritik langkah pemerintah dan meminta perhatian lebih besar diberikan kepada penanganan kebakaran.

“Harusnya bantu cari solusi untuk padam apinya..bukan bagi masker… fatalnya bukan di stu tapi fatalnya di bagian lain.. contoh penerbangan lumpuh..,” tulis akun RK.

Komentar tersebut menyoroti dampak yang dinilai lebih luas daripada persoalan perlindungan pernapasan, termasuk kemungkinan gangguan terhadap aktivitas penerbangan. Pernyataan mengenai penerbangan lumpuh itu merupakan pendapat akun RK dalam kolom komentar.

ryan: Masyarakat Butuh Pencegahan Kebakaran

Kritik berikutnya disampaikan akun ryan, yang menilai masyarakat membutuhkan langkah nyata untuk mencegah kebakaran agar asap tidak semakin memengaruhi Kota Ambon.

“pencitraan, masyarakat butuh segera cegah kebakaran itu spy asap TDK mempengaruhi kota ambon,” tulis akun ryan.

Akun tersebut menekankan pentingnya pencegahan kebakaran sebagai langkah untuk mengatasi persoalan dari sumbernya, bukan hanya membagikan perlindungan sementara kepada masyarakat.

Empisarfunin Minta Koordinasi dan Penindakan Tegas

Sementara itu, akun Empisarfunin meminta Gubernur Maluku duduk bersama instansi terkait untuk mempercepat penanganan kabut asap serta menindak pihak yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran.

“Masy tdk butuh pencitraan tapi aksi nyata, yg mana Pa Gub harus duduk bersama dgn instansi² lain tuk sgr menyelesaikan Kabut Asap dan transparan menindak tegas siapa pelaku kebakaran api dmn²,” tulis akun tersebut.

Komentar itu menekankan perlunya koordinasi lintas instansi, transparansi, serta penegakan hukum terhadap pelaku kebakaran, bukan hanya kegiatan pembagian masker.

Sindiran Pawang Hujan hingga Pertanyaan soal Dinas Kesehatan

Sindiran bernada humor juga disampaikan akun marinka 123, yang menuliskan, “panggil tuuu pawang hujan nya.”

Sementara itu, akun pano mempertanyakan keterlibatan Dinas Kesehatan dalam kegiatan pembagian masker dengan komentar, “Sg ada dinas kesehatan lai kapa e.”

Publik Menuntut Penanganan Kabut Asap yang Lebih Konkret

Rangkaian kritik dan sindiran di akun TikTok Bapa Kami HL memperlihatkan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian warganet, mulai dari efektivitas pembagian masker, penanganan kebakaran, dampak terhadap aktivitas masyarakat, hingga tuntutan koordinasi dan penegakan hukum.

Pembagian masker dapat menjadi langkah perlindungan awal untuk mengurangi paparan partikel asap. Namun, upaya tersebut perlu disertai penanganan sumber kebakaran, pemantauan kualitas udara, koordinasi lintas instansi, serta penyampaian informasi yang jelas kepada masyarakat.

Pada akhirnya, warganet yang melontarkan kritik menginginkan pemerintah menunjukkan hasil nyata dalam menangani kabut asap di Maluku. Bagi mereka, persoalan tersebut tidak cukup dijawab melalui pembagian masker, tetapi membutuhkan langkah konkret untuk mencegah kebakaran dan mengurangi dampak asap terhadap kehidupan masyarakat. (LB-GM) 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *