Gapuramanise.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menggelar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, sebagai momentum evaluasi kinerja pemerintahan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam arahannya, Presiden mengajak seluruh jajaran Kabinet Merah Putih menjadikan pertengahan tahun 2026 sebagai waktu untuk menilai capaian sekaligus memperkuat langkah menghadapi tantangan ke depan.
Prabowo mengatakan perjalanan pemerintahan yang memasuki tahun kedua berlangsung dengan ritme kerja yang sangat tinggi. Menurutnya, padatnya agenda pemerintahan sering kali membuat berbagai hasil yang telah dicapai luput dari perhatian.
Ia menegaskan evaluasi dilakukan bukan untuk mencari kesalahan ataupun membandingkan kinerja dengan pemerintahan sebelumnya, melainkan sebagai upaya memastikan setiap program berjalan sesuai mandat yang diberikan rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengungkapkan pemerintah telah menyelesaikan lebih dari seratus persoalan strategis selama sekitar 18 bulan masa kepemimpinan. Meski demikian, ia meminta seluruh jajaran tetap rendah hati dan tidak cepat berpuas diri.
“Prestasi harus menjadi penyemangat untuk bekerja lebih baik lagi, bukan alasan untuk bersikap sombong,” tegas Prabowo.
Presiden juga mengingatkan bahwa pemerintah dipilih untuk menghadapi persoalan, bukan menghindarinya. Berbagai tantangan seperti kemiskinan, keterbatasan lapangan kerja, hingga kesejahteraan tenaga pendidik disebut masih menjadi pekerjaan besar yang harus terus diselesaikan.
Selain itu, Prabowo mengaku menemukan persoalan ekonomi yang lebih kompleks dari perkiraan awal, terutama terkait dugaan kebocoran kekayaan negara melalui praktik perdagangan yang tidak sehat, seperti under invoicing, penyelundupan, dan manipulasi transaksi. Menurutnya, praktik tersebut telah berlangsung dalam waktu lama dan merugikan negara dalam jumlah sangat besar.
Ia menyebut pemerintah akan terus memperkuat pengawasan serta melakukan pembenahan sistem ekonomi agar potensi kerugian negara dapat ditekan.
Pada sektor ketahanan pangan, Presiden kembali menegaskan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan merupakan investasi dasar bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Prabowo menilai kritik terhadap program tersebut tidak mengubah komitmen pemerintah untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi. Ia menekankan bahwa negara harus mampu menjamin rakyat memperoleh akses terhadap makanan yang layak.
Selain MBG, pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas harga pangan, memastikan distribusi pupuk berjalan lancar, dan mendukung peningkatan produksi pertanian agar ketahanan pangan nasional semakin kuat.
Di tengah kondisi global yang masih dibayangi konflik dan ketidakpastian ekonomi, Presiden menyatakan Indonesia berada pada posisi yang semakin kokoh. Ia optimistis kemampuan nasional dalam memenuhi kebutuhan pangan dan memperkuat sektor energi menjadi modal penting menghadapi dinamika dunia.
Menurut Prabowo, berbagai prediksi yang menyebut Indonesia akan mengalami krisis hingga kini tidak terbukti. Namun ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tidak terlena dengan kondisi tersebut dan tetap bekerja secara maksimal.
Dalam bidang penegakan hukum, Presiden kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Ia memastikan seluruh bentuk penyimpangan, baik yang dilakukan oleh aparatur maupun pelaku usaha, akan diproses sesuai ketentuan hukum.
Prabowo mengibaratkan pemberantasan korupsi seperti upaya menyembuhkan penyakit pada tubuh manusia. Menurutnya, tindakan harus dilakukan secara tepat agar mampu membersihkan praktik-praktik yang merusak tanpa mengganggu stabilitas perekonomian nasional.
Mengakhiri arahannya, Presiden meminta seluruh anggota kabinet tetap menjaga semangat kerja, memperkuat koordinasi, dan fokus menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat demi mewujudkan pemerintahan yang efektif serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. (Tim)

