Home » FKIP Unpatti Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Mengajar Melalui PLP II

Gapuramanise.com, Ambon – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura menegaskan pentingnya kesiapan calon guru dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang melalui kegiatan Pembekalan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II Tahun Akademik 2026/2027.

Sebanyak 670 mahasiswa dari 16 program studi mengikuti pembekalan yang berlangsung di Gedung Student Center Universitas Pattimura sebelum melaksanakan praktik di 41 sekolah mitra yang tersebar di Kota Ambon.

Dekan FKIP Universitas Pattimura, Prof. Dr. I. H. Wenno, M.Pd., mengatakan bahwa PLP II merupakan tahapan penting yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan realitas pendidikan di sekolah.

“Melalui PLP II, mahasiswa akan belajar memahami dinamika pembelajaran secara langsung. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga belajar menjadi pendidik yang mampu membangun komunikasi, memahami karakter peserta didik, dan menghadirkan pembelajaran yang bermakna,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.

Menurut Prof. Wenno, perkembangan dunia pendidikan saat ini menuntut guru untuk terus beradaptasi dengan perubahan, termasuk dalam pemanfaatan teknologi dan penerapan strategi pembelajaran yang inovatif. Karena itu, mahasiswa harus memanfaatkan kesempatan praktik lapangan sebagai ruang belajar yang sesungguhnya.

Ia menekankan bahwa kehadiran mahasiswa di sekolah bukan sekadar untuk memenuhi tuntutan akademik, melainkan sebagai calon guru yang harus menunjukkan sikap profesional, disiplin, dan bertanggung jawab.

“Sekolah adalah tempat mahasiswa menguji kemampuan yang telah dipelajari selama di kampus. Karena itu, jagalah etika, bangun kerja sama yang baik dengan guru dan siswa, serta tunjukkan bahwa calon guru FKIP Unpatti mampu menjadi teladan,” tegasnya.

Selama menjalani praktik lapangan, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai aktivitas pendidikan, mulai dari menyusun perangkat pembelajaran, melaksanakan proses belajar mengajar, hingga melakukan evaluasi hasil belajar peserta didik. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi mereka sebelum memasuki dunia profesi.

Untuk mendukung kesiapan peserta, FKIP Unpatti juga menghadirkan sejumlah guru berpengalaman sebagai narasumber. Para praktisi pendidikan tersebut membagikan pengalaman dan strategi menghadapi tantangan di sekolah, termasuk pengelolaan kelas dan pengembangan metode pembelajaran yang efektif.

Prof. Wenno menambahkan bahwa setiap calon guru harus memiliki empat kompetensi utama, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Keempat kompetensi tersebut menjadi dasar dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar, tetapi juga mengembangkan karakter sebagai pendidik yang siap belajar sepanjang hayat, terbuka terhadap inovasi, dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan di masa depan,” katanya.

Melalui PLP II, FKIP Universitas Pattimura terus berupaya menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu pendidikan, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dan karakter yang kuat untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di Maluku maupun Indonesia. (NB-GM)

About The Author