
Gapuramanise.com, Ambon – Dialog tersebut dihadiri para raja se-Kota Ambon, Forkopimda Kota Ambon, organisasi kepemudaan (OKP) Cipayung Plus Kota Ambon, LSM se-Kota Ambon, tokoh adat, serta tokoh masyarakat.
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kebersamaan antarelemen masyarakat.
Menurutnya, forum dialog menjadi momentum untuk duduk bersama, berbicara bersama, sekaligus mencari jalan keluar terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Artinya kita duduk bersama, bicara bersama, mencari jalan keluar demi Ambon yang damai dan nyaman,” ujar Andrias.
Ia menegaskan, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan salah satu faktor krusial dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak dapat berjalan dengan baik apabila masyarakat tidak berada dalam kondisi aman.
“Pembangunan tidak dapat berjalan dengan baik apabila masyarakat tidak aman. Begitu juga dengan pendidikan dan ekonomi. Kamtibmas merupakan salah satu yang paling krusial,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Andrias juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menghidupkan nilai-nilai kebersamaan yang terkandung dalam falsafah Maluku “Potong di kuku, rasa di daging.”
Falsafah tersebut, kata dia, mengandung pesan tentang pentingnya saling menghargai, menjaga, berbagi, serta merawat toleransi di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.
“Kita memaknai falsafah ‘Potong di kuku, rasa di daging’. Semua saling menghargai, saling menjaga, saling berbagi, dan saling menjaga toleransi,” ungkapnya.
Kapolresta secara khusus memberikan perhatian kepada generasi muda Kota Ambon. Ia mengingatkan anak muda agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun persoalan yang dapat memicu konflik.
“Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya anak muda Kota Ambon, jangan mudah terprovokasi. Jangan persoalan pribadi dibawa ke persoalan kelompok,” tegasnya.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Kota Ambon. Karena itu, ruang digital harus dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan-pesan positif dan memperkuat persatuan.
“Masa depan Ambon ada di tangan anak muda sekalian. Isi ruang digital dengan hal-hal positif,” ajaknya.
Andrias juga mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan maupun mengganggu keamanan dan ketertiban, seperti perkelahian, konsumsi minuman keras, serta tindakan lain yang melanggar hukum.
“Perkelahian, minuman keras, dan perilaku yang melanggar hukum baiklah untuk dijauhkan. Mari kita sama-sama membangun kesadaran bersama,” katanya.
Ia berharap Dialog Kebangsaan “Bacarita Kota Ambon – For Ambon Pung Bae” tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi mampu menghasilkan gagasan dan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat.
“Mari kita jadikan dialog untuk tempat menyampaikan pendapat, biar jadi ruang untuk memutuskan satu keputusan bersama demi Ambon yang lebih baik,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Kapolresta mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan Kota Ambon.
“Mari jaga Ambon, mari kita jaga kenyamanan di Kota Ambon. Semoga diskusi ini bisa jadi gagasan komitmen bersama untuk menjadikan Ambon yang lebih baik,” Tutup Kapolresta.(LB-GM)
