
Gapuramanise.com, Suli – Kebakaran hutan terjadi di kawasan Suli Atas, tepatnya di depan lorong masuk Kompleks Wara, dekat pangkalan ojek, pada Senin (12/10/2026). Kobaran api yang berada dekat dengan permukiman warga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.
Gapuramanise.com memantau langsung kejadian kebakaran tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui secara pasti.

Sekitar lima warga turun tangan secara mandiri untuk memadamkan api. Menurut keterangan warga, sekitar pukul 13.26 WIT, belum ada petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.
Warga juga menyampaikan bahwa kebakaran sebelumnya terjadi sekitar pukul 12.00 WIT di kawasan yang berdekatan dengan permukiman. Saat kejadian tersebut, sebuah mobil tangki air berwarna putih yang biasa digunakan masyarakat kebetulan melintas di lokasi. Warga kemudian menghentikan mobil tersebut untuk meminta bantuan air guna memadamkan api.

Namun, menurut keterangan warga, beberapa menit setelah upaya pemadaman tersebut, api kembali muncul. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena titik kebakaran berada dekat dengan permukiman warga dan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat apabila tidak segera ditangani secara serius.
Situasi tersebut tidak boleh dianggap sepele. Ketika kebakaran terjadi di dekat rumah-rumah warga, respons cepat dan langkah antisipatif dari pemerintah serta instansi terkait sangat dibutuhkan untuk mencegah api meluas.

Pemda Malteng dan Pemprov Maluku Didesak Bertindak Masif
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan Pemerintah Provinsi Maluku didesak segera mengambil langkah antisipatif secara masif dan terkoordinasi. Terlebih, kebakaran dilaporkan terjadi di sejumlah titik, sementara masyarakat masih harus berupaya memadamkan api secara mandiri.
Pemerintah perlu meningkatkan kesiapsiagaan petugas, mengerahkan personel dan sarana pemadaman yang memadai, serta memastikan pemantauan berkelanjutan di lokasi kebakaran, khususnya pada titik-titik yang berdekatan dengan permukiman penduduk.
Upaya pemadaman juga perlu disertai pemeriksaan terhadap titik api yang berpotensi menyala kembali. Penanganan tidak boleh berhenti ketika kobaran api terlihat padam, tetapi harus dilanjutkan dengan pemantauan untuk mencegah kebakaran kembali muncul dan meluas.
Masyarakat tidak seharusnya terus menjadi pihak yang berada di garis depan menghadapi kebakaran tanpa dukungan penanganan yang memadai. Ketika api sudah mendekati permukiman, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama.
Pemda Maluku Tengah dan Pemprov Maluku perlu menunjukkan langkah nyata melalui koordinasi lintas instansi, kesiapan personel, serta respons cepat di lapangan. Jangan sampai lambatnya penanganan membuat kebakaran semakin sulit dikendalikan dan menempatkan masyarakat dalam risiko yang lebih besar.
Kebakaran yang terjadi di sejumlah titik juga membutuhkan perhatian serius agar langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya setelah api membesar.
Hingga berita ini disusun, penyebab kebakaran di Suli Atas masih belum diketahui secara pasti. Informasi mengenai luas area terdampak, kondisi terkini di lokasi, serta penanganan lanjutan dari pihak terkait masih memerlukan konfirmasi.
Gapuramanise.com akan terus memantau perkembangan kejadian ini. Pemda Maluku Tengah dan Pemprov Maluku diharapkan segera mengambil tindakan konkret untuk mencegah kebakaran meluas serta melindungi permukiman dan keselamatan warga. (SKI-GM)
