Home » Dari Ambon, GMKI Menyalakan Lilin Solidaritas untuk NTT

Gapuramanise.com, Ambon – Di bawah terik matahari Kota Ambon, langkah para kader Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon tidak surut. Senin (24/08/2026), mereka turun ke jalan melakukan aksi penggalangan dana sebagai wujud solidaritas bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi.

Terik matahari menjadi saksi bahwa kepedulian tidak selalu lahir dari ruang yang teduh. Ia tumbuh dari keberanian untuk berjalan, menyapa, mengetuk hati, dan mengajak sesama untuk berbagi.

Aksi tersebut merupakan inisiatif Bidang Aksi dan Pelayanan BPC GMKI Cabang Ambon. Para kader turun langsung ke sejumlah titik di Kota Ambon untuk menggalang bantuan dari masyarakat.

Gempa Mengguncang Flores

Solidaritas tersebut diberikan menyusul gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/08/2026).

Gempa tersebut berpusat di wilayah Nagekeo, NTT, dan berdampak pada sejumlah wilayah di Pulau Flores. BNPB menyebut bencana tersebut menimbulkan kerusakan bangunan dalam skala besar serta memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi.

Dalam perkembangan penanganan bencana, BNPB mencatat 47 orang meninggal dunia dan lebih dari 5.000 warga masih bertahan di pengungsian pada salah satu pembaruan data pascagempa. Data korban kemudian terus dimutakhirkan seiring proses pendataan dan penanganan di lapangan.

Sejumlah wilayah di Flores turut terdampak, termasuk Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Nagekeo, Ende dan wilayah lainnya. Pemerintah bersama tim gabungan terus melakukan penanganan darurat, pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan medis, serta distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak.

GMKI Ambon Turun ke Jalan

Sekretaris Cabang GMKI Ambon, Brian Lewerissa, mengatakan aksi penggalangan dana tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian GMKI terhadap kondisi yang dialami masyarakat NTT.

“Kami ingin menunjukkan bahwa solidaritas tidak mengenal jarak. Ketika saudara-saudara kita di NTT membutuhkan dukungan, maka kami merasa terpanggil untuk hadir dan mengambil bagian melalui aksi penggalangan dana ini,” ujar Brian saat diwawancarai Gapuramanise.com.

Sementara itu, Thomas Tamala, Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan BPC GMKI Ambon, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut lahir dari inisiatif bidang yang dipimpinnya sebagai bagian dari tanggung jawab pelayanan organisasi.

“Aksi ini merupakan inisiasi dari Bidang Aksi dan Pelayanan. Kami tidak ingin kepedulian hanya menjadi kata-kata. Kepedulian harus diterjemahkan dalam tindakan. Karena itu, kami memilih turun langsung dan mengajak masyarakat Ambon bersama-sama memberikan dukungan bagi saudara-saudara kita di NTT,” ungkap Thomas kepada Gapuramanise.com.

Menurut Thomas, aksi dan pelayanan merupakan bagian penting dari panggilan organisasi untuk merespons persoalan kemanusiaan yang terjadi di tengah masyarakat.

Dari Ambon untuk NTT

Di tengah panas yang menyengat, kotak-kotak donasi terus terisi. Setiap lembar rupiah yang diberikan masyarakat menjadi simbol kecil dari sebuah kepedulian yang jauh lebih besar.

Aksi tersebut juga berlangsung ketika bantuan kemanusiaan untuk NTT terus didistribusikan. BNPB melaporkan bahwa bantuan logistik untuk masyarakat terdampak terus diperkuat, termasuk pengiriman bantuan menuju wilayah Labuan Bajo dan Maumere.

Dari Ambon, sebuah pesan kemanusiaan dikirim menuju NTT. Jarak boleh membentang, laut boleh memisahkan, tetapi solidaritas tidak pernah mengenal batas.

Bagi GMKI Cabang Ambon, penggalangan dana tersebut bukan sekadar kegiatan mengumpulkan bantuan. Ia merupakan bentuk sederhana dari panggilan pelayanan—sebuah cara untuk mengatakan bahwa ketika sesama sedang menghadapi kesulitan, diam bukanlah pilihan.

Sebab kepedulian tidak berhenti pada simpati. Ia harus bergerak, Ia harus menjelma menjadi tindakan.

Dan dari jalan-jalan Kota Ambon, tangan-tangan yang terulur mengirimkan satu pesan kepada saudara-saudara di NTT, Bahwa di seberang laut, masih ada hati yang peduli.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *