Home » Bible Camp OMK Kevikepan Kei Besar Resmi Dibuka, Diikuti 635 Peserta

Gapuramanise.com, Kei Besar – Kegiatan Bible Camp Orang Muda Katolik (OMK) Wilayah Kevikepan Kei Besar, Keuskupan Amboina resmi dibuka melalui perayaan Misa Kudus yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Amboina, Mgr. Senno Ngutra, Pr., Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Taman Ziarah Maria Pengantara Wirinkolaay-Bukit Indah tersebut turut didampingi Wakil Uskup Wilayah Kevikepan Kei Besar, Pastor Yopi Sorluri, Pr.

Perayaan Misa Kudus berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kekhidmatan. Pelataran Goa Maria Pengantara Wirinkolaay dipenuhi peserta Bible Camp yang datang dari berbagai wilayah di Kei Besar. Suasana semakin meriah dengan lantunan suara Koor OMK Stasi Uwat di bawah pimpinan dirigen Karol Welerubun.

Selain para peserta Bible Camp, Misa pembukaan juga dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya Wakil Bupati Maluku Tenggara Carlos Vialy Rahantoknam, serta anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Adolof Markus Teniwut dan Fredy Kaanubun.

Diikuti 635 Peserta dari 7 Paroki

Bible Camp tersebut merupakan bagian dari pembinaan dan penguatan iman Katolik bagi Orang Muda Katolik (OMK) se-Wilayah Kevikepan Kei Besar.

Sedikitnya 635 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 560 OMK dan 75 orang pendamping, yang berasal dari 7 paroki dan 3 persekolahan di Wilayah Kei Besar.

Kehadiran ratusan orang muda Katolik dari berbagai wilayah tersebut menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, kebersamaan dan kekompakan OMK sebagai satu kesatuan dalam kehidupan Gereja Katolik.

Uskup: Kehadiran OMK di Tengah Hutan Adalah Perjalanan Iman

Dalam khotbahnya, Mgr. Senno Ngutra menyampaikan bahwa kehadiran para OMK di lokasi Taman Ziarah Maria Pengantara Wirinkolaay-Bukit Indah, yang berada di tengah hutan Kei Besar dengan suasana yang gelap dan sepi, merupakan bagian dari sebuah perjalanan iman.

Ia mengingatkan para peserta agar tidak takut menghadapi kondisi maupun suasana apa pun selama mengikuti Bible Camp, sebab Tuhan senantiasa hadir dan menyertai perjalanan iman mereka.

“Kamorang datang di tempat ini, maka ingatlah bahwa Tuhan Yesus pasti ada sebagai cahaya. Dan ketika ada Tuhan Yesus, maka pasti setan takut dan tidak ada,” ungkap Mgr. Senno.

Menurutnya, kehadiran OMK dari tujuh paroki sebagai satu wilayah Kevikepan di daratan Pulau Kei Besar menunjukkan adanya kesatuan dan kekompakan dalam iman Katolik.

Ia menyebut kaum muda sebagai kader sekaligus masa depan Gereja Katolik dan bangsa.

“Ketika kamorang datang dan berkumpul dari timur, barat, utara dan selatan di tempat ini, maka pasti Tuhan Yesus hadir dan ada di tengah kalian. Di situlah Tuhan Yesus menyapa kalian, karena Yesus senang dengan orang muda,” ujarnya.

Pesan Uskup kepada Orang Muda Katolik

Di akhir khotbahnya, Mgr. Senno Ngutra berpesan kepada seluruh peserta Bible Camp agar sebagai OMK mereka senantiasa memiliki sikap optimistis, berjiwa besar, bermental pejuang serta memiliki loyalitas yang tinggi.

Ia juga mengajak para peserta untuk menjalani setiap aktivitas dengan penuh sukacita dan keceriaan.

“Apa pun yang kalian lakukan, maka lakukanlah dengan sukacita dan ceria. Semoga kalian pulang dari tempat ini menjadi OMK yang baik di rukun, stasi, paroki dan masyarakat secara luas,” tandasnya.

Bible Camp OMK Kevikepan Kei Besar diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pembinaan iman, tetapi juga menjadi ruang bagi kaum muda Katolik untuk membangun persaudaraan, memperkuat komitmen pelayanan serta mempersiapkan diri sebagai generasi penerus Gereja dan bangsa. (VT-GM) 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *