Home » Wali Kota Ambon Serahkan KUA-PPAS APBD 2027, Target Pertumbuhan Ekonomi Dipatok 5,7 Persen

Gapuramanise.com, Ambon – Dalam ceritanya, Wali Kota Bodewin menjelaskan bahwa dokumen KUA dan PPAS menjadi landasan utama dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027. Dokumen itu memuat arah kebijakan pembangunan daerah, proyeksi pendapatan, belanja, pembiayaan, hingga berbagai asumsi makro yang menjadi dasar penyusunan anggaran.

Ia menegaskan, penyusunan APBD 2027 tetap mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dengan menitikberatkan pada pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Ambon.

“KUA dan PPAS merupakan dokumen strategi yang memuat program-program pembangunan daerah beserta proyeksi pendapatan, belanja, pembiayaan, dan asumsi makro sebagai dasar penyusunan APBD. Seluruh penyusunannya tetap mengacu pada ketentuan peraturan-undangan yang berlaku,” kata Bodewin.

Bodewin optimistis kondisi perekonomian Kota Ambon pada tahun 2027 akan terus menunjukkan tren positif sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah Kota Ambon menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 persen yang akan didorong melalui penguatan konsumsi rumah tangga, peningkatan investasi, realisasi realisasi belanja pemerintah, serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, sejumlah indikator ekonomi daerah pada tahun 2025 telah menampilkan perkembangan yang baik. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,23 persen, tingkat kemiskinan berada pada angka 4,34 persen, sementara tingkat kemiskinan terbuka tercatat sebesar 11,37 persen.

Meski demikian, pemerintah tetap mengantisipasi berbagai tantangan ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kebijakan yang disiapkan akan difokuskan pada upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong peningkatan investasi di Kota Ambon.

Dalam rencana KUA-PPAS APBD 2027, Pemerintah Kota Ambon memproyeksikan pendapatan daerah sebesar Rp1.134.497.597.477. Nilai tersebut masih bersifat sementara karena pemerintah pusat belum menetapkan besaran transfer ke daerah untuk tahun anggaran 2027.

“Proyeksi pendapatan daerah yang kami sampaikan masih menggunakan asumsi berdasarkan realisasi serta potensi pendapatan yang ada, sebab alokasi transfer dari pemerintah pusat untuk tahun 2027 hingga saat ini belum ditetapkan,” ujar Bodewin.

Sementara itu, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam rencana APBD 2027 ditetapkan sebesar Rp247.556.496.748. (LB-GM) 

About The Author