Gapuramanise.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada sesi I perdagangan Senin dengan turun 0,11% ke level 6.189 dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu. Pergerakan indeks berlangsung fluktuatif di tengah sentimen domestik berupa pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI), peluncuran paket stimulus ekonomi pemerintah, serta penurunan harga minyak dunia.
IHSG dibuka dengan gap turun kecil di level 6.185,79, kemudian sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.219,41 dan terendah di 6.144,27 sebelum kembali bergerak di sekitar level pembukaan hingga akhir sesi pertama.
Secara teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di level 54 yang menunjukkan momentum jangka pendek masih berada di area bullish. Namun, tren jangka panjang masih cenderung bearish setelah IHSG menembus ke bawah garis Simple Moving Average (SMA) 200-hari sejak awal Maret 2026.
Di antara indeks sektoral, IDXBUMN20 menjadi indeks dengan pelemahan terdalam, turun 0,57%. Penurunan tersebut dipimpin oleh saham PT PP Tbk (PTPP) yang melemah 2,88%, diikuti Bank BJB (BJBR) yang turun 1,27% dan Adhi Karya (ADHI) yang terkoreksi 0,62%. Hingga sesi I berakhir, tidak terdapat aksi korporasi yang secara langsung memengaruhi pergerakan ketiga saham tersebut. Sementara itu, Bank BJB dijadwalkan menggelar Public Expose tahunan secara daring pada Rabu, 29 Juli 2026.
Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada Sabtu lalu dengan alasan pribadi. Dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar sehari setelahnya, BI menunjuk Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pejabat Gubernur sementara. Pergantian kepemimpinan tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah BI memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 5,75%.
Di sisi lain, pemerintah berupaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui Paket Stimulus Ekonomi Semester II 2026. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2026 yang diterbitkan pada 25 Juli 2026, pemerintah menetapkan tarif bea masuk sebesar 0% untuk impor barang tertentu yang digunakan dalam industri perawatan dan perbaikan pesawat serta Liquefied Petroleum Gas (LPG) sebagai bahan baku industri petrokimia.
Dari pasar global, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun hampir 6% dari penutupan pekan lalu menjadi sekitar US$83,93 per barel. Penurunan tersebut dipicu meredanya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat dan Iran menghentikan sementara aksi saling serang pada akhir pekan. Pemerintah AS disebut memberikan ruang bagi proses negosiasi setelah lebih dari satu pekan berlangsungnya eskalasi militer.
Meski demikian, sentimen positif dari turunnya harga minyak masih dibayangi pelemahan nilai tukar rupiah yang bergerak ke kisaran Rp17.995 per dolar AS. Pelaku pasar juga menantikan keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) pada pekan ini yang berpotensi memengaruhi arus modal dan pergerakan mata uang di pasar domestik, sementara kalender ekonomi Indonesia relatif minim agenda sepanjang pekan. (Tim)

