
Gapuramanise.com, Maluku Tenggara – Pengelolaan aset negara di lingkungan Pangkalan Pengawasan Laut dan Pelayaran (PLP) Kelas II Tual menjadi sorotan. Kapal Negara (KN) Parang P. 202 dilaporkan terbengkalai hingga nyaris tenggelam, sementara fasilitas kolam renang senilai Rp1,4 miliar di kompleks perkantoran tersebut disebut tidak dapat digunakan dan kini dipenuhi lumut.
KN Parang P. 202, yang merupakan salah satu aset negara di bawah Kementerian Perhubungan RI, dilaporkan telah lama berada dalam kondisi tidak terurus di kawasan pangkalan PLP Kelas II Tual.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, kapal patroli tersebut diduga mengalami kerusakan sehingga tidak lagi beroperasi sebagaimana mestinya.
Kondisi kapal terlihat memprihatinkan. Bagian buritan tampak masuk ke permukaan air, sedangkan bagian haluan terangkat dan memperlihatkan karat serta tiram yang menempel pada badan kapal.
Kondisi tersebut dilaporkan telah berlangsung selama berbulan-bulan, setidaknya sejak awal Januari 2026. Sejumlah media sebelumnya juga sempat memberitakan persoalan ini, tetapi berdasarkan informasi yang diterima, belum terlihat perubahan signifikan terhadap kondisi kapal.
Sorotan semakin menguat karena KN Parang P. 202 disebut pernah menjalani penggantian mesin dengan anggaran sekitar Rp30 miliar pada 2019. Kapal tersebut saat ini tercatat dinakhodai oleh Muhammad Alwi Suatkab.
Kolam Renang Rp1,4 Miliar Tak Berfungsi
Selain kondisi kapal patroli, fasilitas kolam renang di kompleks kantor PLP Kelas II Tual juga menjadi perhatian.
Kolam renang yang dibangun pada 2024 itu disebut memiliki nilai proyek sebesar Rp1,4 miliar, dengan CV Evada Jaya sebagai pelaksana yang tercatat sebagai pemenang tender.
Namun, hingga kini fasilitas tersebut dilaporkan belum dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Area kolam bahkan disebut telah dipenuhi lumut dan berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk apabila tidak dirawat dengan baik.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan, pemeliharaan fasilitas, serta efektivitas pengawasan terhadap pelaksanaan proyek.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, data proyek pada laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Perhubungan mencantumkan nama Blasius R. terkait proyek kolam renang tersebut.
Sementara itu, kantor Pangkalan PLP Kelas II Tual saat ini dipimpin oleh Jusuf H.
Menunggu Klarifikasi Pihak Terkait
Kondisi kapal patroli dan fasilitas kolam renang tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pemanfaatan, pemeliharaan, serta pengawasan aset negara di lingkungan PLP Kelas II Tual.
Redaksi masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait, termasuk pimpinan kantor PLP Kelas II Tual dan pihak yang disebut dalam informasi proyek kolam renang, guna memperoleh penjelasan mengenai penyebab terbengkalainya kapal, kondisi fasilitas kolam, serta langkah penanganan yang telah atau akan dilakukan.
Berita ini akan diperbarui setelah redaksi memperoleh keterangan resmi dari pihak terkait. (Tim)
