
Gapuramanise.com, Ambon – Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, menyerukan seluruh elemen masyarakat di Negeri Patahuwe dan Negeri Lisabata, Kecamatan Taniwel Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), untuk mengutamakan perdamaian di tengah ketegangan yang terjadi.
Benhur menilai, situasi yang berkembang harus segera dikendalikan agar tidak melebar menjadi persoalan antarkelompok. Ia meminta pemerintah negeri bersama tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat mengambil peran lebih besar dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
Menurut Benhur, masyarakat Maluku memiliki modal sosial yang kuat untuk menyelesaikan berbagai persoalan secara damai. Adat, pela, gandong, serta semangat persaudaraan, katanya, tidak boleh kehilangan makna ketika terjadi perbedaan atau perselisihan.
“Adat itu seharusnya menjadi kekuatan untuk mempersatukan masyarakat, bukan menjadi dasar untuk saling menjauh. Persoalan yang terjadi jangan sampai merusak hubungan persaudaraan yang sudah terbangun,” ujar Benhur.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri atau melakukan aksi yang justru dapat memperkeruh keadaan. Setiap pihak yang merasa dirugikan diminta menempuh jalur yang sesuai, sementara penanganan terhadap dugaan pelanggaran hukum diserahkan kepada aparat berwenang.
Benhur menegaskan, penyelesaian persoalan harus dilakukan secara adil dan tidak boleh menggeneralisasi kesalahan seseorang menjadi kesalahan seluruh kelompok masyarakat.
“Kalau ada yang melakukan kesalahan, tentu harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum. Tetapi jangan sampai kesalahan individu kemudian membuat masyarakat yang tidak tahu apa-apa ikut menjadi korban,” tegasnya.
Ia berharap para pemangku kepentingan di kedua negeri dapat segera membuka ruang komunikasi dan mencari jalan keluar bersama. Dialog, menurutnya, jauh lebih penting daripada membiarkan emosi berkembang hingga memicu tindakan yang dapat merugikan banyak pihak.
Selain itu, Benhur meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Menurut dia, dalam kondisi yang sensitif, penyebaran informasi tanpa verifikasi dapat memperbesar ketegangan dan mempersulit upaya perdamaian.
“Jangan mudah terprovokasi. Tahan diri, jangan mengambil langkah yang dapat memperbesar masalah. Percayakan prosesnya kepada aparat dan mari kita bersama-sama menjaga keamanan,” katanya.
Benhur menekankan bahwa masyarakat Patahuwe dan Lisabata pada dasarnya merupakan bagian dari kehidupan sosial Maluku yang harus terus menjaga hubungan baik. Karena itu, persoalan yang sedang terjadi diharapkan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan permusuhan berkepanjangan.
Ia pun meminta semua pihak menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama. Tidak boleh ada warga yang tidak terlibat langsung harus menanggung dampak dari konflik yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme hukum.
“Yang bersalah diproses, yang tidak bersalah harus dilindungi. Jangan sampai persoalan yang bisa diselesaikan justru berkembang dan menimbulkan korban baru. Perdamaian harus menjadi kepentingan bersama,” pungkasnya. (LMW-GM)
