
Gapuramanise.com, Jakarta – Menjelang aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026), Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) mengingatkan kalangan pemuda agar tidak mudah terseret informasi yang belum teruji kebenarannya.
Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama, meminta seluruh jajaran KNPI dari tingkat pusat hingga daerah ikut mengambil peran dalam menangkal penyebaran hoaks dan berbagai narasi provokatif yang berpotensi memperkeruh situasi.
Menurut Haris, derasnya arus informasi di media sosial membuat masyarakat harus lebih berhati-hati. Informasi yang ramai dibicarakan belum tentu benar sehingga diperlukan langkah verifikasi sebelum diteruskan kepada orang lain.
Ia menegaskan, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara. Namun, penyampaian aspirasi tetap harus dilakukan dengan mengedepankan kedamaian, ketertiban, serta tanggung jawab bersama.
Haris juga mengingatkan agar kritik terhadap pemerintah tidak dicampuradukkan dengan penyebaran berita palsu, fitnah, ujaran kebencian maupun konten yang dapat memicu pertentangan di tengah masyarakat.
“Saring sebelum sharing. Jangan karena sebuah informasi viral kemudian langsung dipercaya dan disebarkan. Pastikan sumbernya jelas dan cek kebenarannya,” kata Haris dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Ia menilai pemuda memiliki posisi penting dalam menjaga suasana sosial tetap kondusif. Karena itu, KNPI didorong tidak hanya menjadi penonton ketika terjadi gejolak, tetapi ikut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya literasi digital dan verifikasi informasi.
Di sisi lain, Haris menyebut organisasi kepemudaan perlu tetap menjalankan fungsi kontrol sosial. Dukungan terhadap program pemerintah, menurutnya, dapat berjalan beriringan dengan kritik dan masukan yang disampaikan secara konstruktif.
“Pemuda harus menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus tetap kritis memberikan masukan yang konstruktif,” ujarnya.
DPP KNPI kemudian mengajak seluruh elemen pemuda dan masyarakat menjaga persatuan menjelang aksi di Jakarta. Perbedaan pandangan dinilai sebagai bagian dari demokrasi, tetapi tidak boleh berkembang menjadi tindakan atau informasi yang merugikan kepentingan publik.
KNPI berharap seluruh pihak mampu menjaga keamanan dan ketertiban selama proses penyampaian aspirasi berlangsung serta tidak memberikan ruang bagi informasi palsu yang dapat memperbesar ketegangan di tengah masyarakat. (LMW-GM)
