Home » Strategi “Panas-Dingin” Trump Dinilai Jadi Tekanan Berlapis terhadap Iran

Gapuramanise.com, Teheran – Pendekatan Amerika Serikat terhadap Iran dinilai menggabungkan berbagai instrumen tekanan secara bersamaan, mulai dari diplomasi, sanksi ekonomi, hingga operasi militer. Menurut mantan Atase Pertahanan Austria, Wolfgang Pusztai, strategi tersebut dirancang untuk memaksa Teheran menerima kepentingan strategis Washington.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Pusztai menjelaskan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump menerapkan pola “panas dan dingin”, yakni mengombinasikan aksi militer dengan jeda serangan untuk menciptakan tekanan psikologis terhadap Iran.

Ia menilai pola tersebut membuat Iran berada dalam kondisi tidak menentu. Di satu sisi, serangan militer dapat terjadi sewaktu-waktu, sementara di sisi lain terdapat ruang bagi proses negosiasi. Menurutnya, kondisi ini diharapkan dapat mendorong Teheran lebih terbuka terhadap penyelesaian diplomatik.

Pusztai juga menyebut salah satu kepentingan strategis Amerika Serikat adalah memastikan akses dan stabilitas di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi distribusi energi dunia.

Di sisi lain, ia melihat adanya perbedaan pandangan di dalam kepemimpinan Iran. Sebagian kelompok disebut masih mendukung upaya negosiasi, sedangkan kelompok lainnya lebih memilih memperkuat posisi militer, terutama terkait penguasaan kawasan Selat Hormuz.

Sementara itu, Iran melaporkan tidak terjadi serangan pada Sabtu malam, mengakhiri rangkaian hampir dua pekan operasi militer yang sebelumnya berlangsung secara beruntun. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, menyatakan negaranya menikmati “malam yang damai”, berbeda dengan 13 malam sebelumnya yang diwarnai serangan.

Hingga kini, konflik dilaporkan telah menewaskan lebih dari 3.400 orang di Iran. Selain itu, korban juga tercatat di sejumlah negara lain di kawasan, termasuk anggota militer Amerika Serikat, warga sipil Israel, serta korban jiwa di Lebanon yang terus bertambah seiring berlanjutnya ketegangan regional. (Tim) 

About The Author