
Gapuramanise.com, Aru- Ketua Umum PERMARU (Persatuan Mahasiswa Aru), Genes D. Mangar, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru untuk menjaga persaudaraan serta menghentikan segala bentuk konflik antar komplek yang dapat mengganggu keamanan dan keharmonisan masyarakat.
Dalam pernyataannya, Genes menegaskan bahwa perbedaan tidak boleh dijadikan alasan untuk saling membenci maupun melakukan tindakan yang merugikan sesama. Menurutnya, Kabupaten Kepulauan Aru dibangun di atas nilai-nilai persatuan, kekeluargaan, dan saling menghormati yang harus terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
Ia menilai setiap persoalan yang muncul hendaknya diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, bukan melalui tindakan kekerasan yang berpotensi memperkeruh situasi.
Sebagai organisasi mahasiswa, PERMARU, kata Genes, memiliki komitmen untuk menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif. Ia menegaskan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelopor perdamaian demi masa depan generasi muda Aru yang lebih baik.
Lebih lanjut, Genes mengajak seluruh tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, aparat keamanan, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan membangun rekonsiliasi dan memperkuat persaudaraan.
“Jangan biarkan perbedaan memecah belah hubungan kekeluargaan yang telah terjalin selama ini. Mari kita buktikan bahwa masyarakat Kepulauan Aru mampu menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin, saling menghargai, dan mengutamakan kepentingan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, perdamaian merupakan fondasi utama bagi pembangunan daerah, kemajuan pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat menjaga situasi yang aman dan kondusif demi kemajuan Kabupaten Kepulauan Aru.
Menutup pernyataannya, Ketua Umum PERMARU Masa Bakti 2026–2028 itu menyampaikan pesan persatuan kepada seluruh masyarakat.
“Bersatu dalam perbedaan, kuat dalam persaudaraan, dan damai untuk kemajuan Kepulauan Aru.” (VT-GM)
