Home » Heboh !! BMM Tual Diduga Fraud 6-8 M, Oleh Ulah Pegawainya

Gapuramanise.com, Tual – Dunia perbankan di Maluku kembali mendapat tontonan yang membuat publik mengernyitkan dahi. Kali ini sorotan mengarah ke Bank Maluku-Maluku Utara (BMM) Cabang Tual yang diduga mengalami kebobolan dana hingga mencapai Rp6-8 miliar. Nilai yang tentu bukan recehan,  apalagi jika benar terjadi hanya melalui aktivitas yang seharusnya berada dalam pengawasan berlapis.

Menurut informasi yang diperoleh dari sejumlah sumber, dugaan kasus ini masih dalam proses penyelidikan internal dan kabarnya telah sampai ke telinga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku. Publik pun dibuat bertanya-tanya, bagaimana mungkin dana miliaran rupiah diduga bisa menguap di lingkungan perbankan yang selama ini dikenal memiliki sistem pengawasan ketat?

Berdasarkan penelusuran yang berkembang, dugaan kebobolan tersebut berkaitan dengan proses pengisian uang tunai ke mesin ATM. Seorang pegawai berinisial F disebut-sebut memiliki peran penting dalam pengelolaan ATM. Namun jika dugaan kerugian benar mencapai miliaran rupiah, maka masyarakat tentu berhak bertanya:

Apakah benar semua ini hanya dilakukan oleh satu orang? Jika iya, maka sistem pengendalian internal bank patut mendapat penghargaan sebagai sistem yang paling mudah dilewati.

Lalu bagaimana dengan pencatatan keuangan? Apakah angka miliaran rupiah bisa berjalan-jalan sendiri tanpa meninggalkan jejak di pembukuan? Atau mungkin laporan-laporan yang ada selama ini hanya dianggap sebagai tumpukan kertas pelengkap administrasi?

Pertanyaan berikutnya menyangkut pengawasan pimpinan. Bukankah setiap pergerakan kas dalam jumlah besar seharusnya berada di bawah kontrol yang ketat? Jika benar terjadi kebocoran hingga miliaran rupiah, publik tentu ingin mengetahui apakah fungsi pengawasan berjalan sebagaimana mestinya atau sekadar menjadi formalitas dalam struktur organisasi.

Semakin besar nilai kerugian yang disebut-sebut, semakin besar pula tanda tanya yang muncul. Sebab yang dipertaruhkan bukan hanya uang, melainkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan daerah.

Untuk memperoleh klarifikasi, Gapuramanise.com telah berupaya menghubungi Kepala Cabang BMM Tual, Ridwan Tuahena. Namun hingga berita ini ditulis, pesan WhatsApp maupun panggilan telepon yang disampaikan belum mendapatkan respons.

Apabila dugaan ini nantinya terbukti, maka publik tentu berharap ada penjelasan yang terang-benderang, bukan sekadar mencari satu nama untuk dijadikan kambing hitam. Sebab dalam sebuah institusi yang memiliki sistem, pengawasan, dan rantai tanggung jawab yang jelas, sulit dibayangkan persoalan bernilai miliaran rupiah dapat berlangsung tanpa ada alarm yang berbunyi.

Sebagai catatan, polemik yang menyeret nama BMM Cabang Tual bukan kali pertama menjadi perhatian publik. Pada Oktober 2025 lalu, kantor bank tersebut juga sempat menjadi lokasi penggeledahan oleh Kejaksaan Negeri Tual. Kini masyarakat kembali menunggu, apakah dugaan fraud miliaran rupiah ini akan berakhir pada pengungkapan fakta yang transparan, atau justru menjadi episode baru dari sederet pertanyaan yang tak kunjung mendapat jawaban. (Tim) 

About The Author