Home » Hari Kesaktian Pancasila, Jeffry Apoly Rahawarin Ajak Masyarakat Maluku Rawat Persatuan dan Kebangsaan

Gapuramanise.com, Jakarta – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali memperkuat nilai persatuan, kebangsaan dan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Jenderal Wiranto Movement (JW Movement), Letjen TNI (Purn) Jeffry Apoly Rahawarin, yang juga menjabat Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PERTINA, kepada Gapuramanise.com, Kamis (1/10/2026).

Menurut Jeffry, Hari Kesaktian Pancasila tidak seharusnya dimaknai sebatas kegiatan seremonial. Peringatan tersebut harus menjadi ruang untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat bahwa Pancasila merupakan dasar negara dan pijakan utama dalam menjaga persatuan Indonesia.

Ia menilai keberagaman Indonesia merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. Perbedaan suku, agama, budaya, daerah maupun latar belakang sosial tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi harus dikelola melalui semangat persaudaraan, toleransi dan kepentingan bersama.

Rekam Jejak Pengabdian di TNI

Pesan Jeffry mengenai kebangsaan dan persatuan tersebut tidak terlepas dari perjalanan panjangnya dalam pengabdian kepada negara melalui institusi TNI.

Putra Maluku ini meniti karier militer dari berbagai penugasan, baik di satuan tempur, teritorial, intelijen maupun pada sejumlah jabatan strategis di tingkat nasional.

Dalam perjalanan kariernya, Jeffry pernah menjalankan tugas sebagai Perwira Pertama Komando Daerah Militer Jaya, Komandan Peleton II Kompi B Yonif Mekanis 202/Tajimalela, Perwira Seksi Operasional Denma Brigif 1/Jaya Sakti, hingga Komandan Kompi B Yonif 201/Jaya Yudha.

Pengabdiannya kemudian berlanjut pada sejumlah jabatan teritorial di lingkungan Kodim 0505/Jakarta Timur, termasuk sebagai Komandan Rayon Militer serta Perwira Seksi Administrasi.

Kariernya di bidang intelijen juga cukup panjang. Jeffry pernah dipercaya sebagai Perwira Seksi Intel Korem 161/Wira Sakti, Kepala Staf Kodim 1618/Timor Tengah Utara, Pelaksana Tugas Komandan Kodim 1618/Timor Tengah Utara, Kepala Seksi Intel Korem 163/Wira Satya dan Kepala Seksi Intel Korem 161/Wira Sakti.

Ia selanjutnya mendapat kepercayaan sebagai Komandan Satuan Pendidikan Perwira Pusat Pendidikan Intelijen serta Kepala Departemen Pengsus Intelijen Teknik Pusat Pendidikan Intelijen.

Dalam perjalanan berikutnya, Jeffry dipercaya memimpin Kodim 0405/Lahat. Kariernya kemudian berlanjut di tingkat komando strategis sebagai Wakil Asisten Intelijen Kasdam II/Sriwijaya dan Asisten Intelijen Kasdam II/Sriwijaya.

Pengalaman di bidang pertahanan dan keamanan juga membawanya ke lingkungan pemerintahan. Jeffry pernah menjabat Kepala Bidang Pemilu Legislatif dan Presiden/Wakil Presiden pada Asdep Koordinasi Pengelolaan Pemilu Kemenko Polhukam serta Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Pertahanan Kemenko Polhukam.

Puncak perjalanan karier militernya antara lain ketika dipercaya sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVI/Pattimura dan kemudian Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III).

Setelah mengabdikan diri dalam berbagai jabatan strategis tersebut, Jeffry juga dipercaya mengemban tugas sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan pada Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Kementerian Dalam Negeri.

Rangkaian penugasan tersebut memperlihatkan perjalanan panjang Jeffry dalam berbagai bidang pengabdian, mulai dari satuan operasional, teritorial, intelijen, pendidikan militer, komando kewilayahan hingga tugas strategis yang berkaitan dengan pertahanan dan pengelolaan kawasan perbatasan.

Pancasila Harus Dihidupkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Berangkat dari pengalaman panjang tersebut, Jeffry mengingatkan bahwa menjaga Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat negara. Seluruh masyarakat memiliki peran dalam mempertahankan persatuan dan kehidupan kebangsaan.

Ia menilai tantangan terhadap persatuan pada era sekarang tidak selalu berbentuk konflik terbuka. Penyebaran informasi yang tidak benar, provokasi, intoleransi serta pertentangan di ruang publik juga dapat menjadi faktor yang mengganggu kehidupan bersama.

Karena itu, Jeffry menekankan pentingnya membangun ketahanan sosial melalui pendidikan, keteladanan dan budaya saling menghormati.

Khusus kepada generasi muda, ia berpesan agar kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi digunakan untuk memperkuat persaudaraan, memperluas wawasan serta membangun kontribusi positif bagi bangsa.

“Pancasila jangan hanya kita tempatkan sebagai simbol kenegaraan. Nilai-nilainya harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, dalam cara kita menghargai perbedaan, menyelesaikan persoalan dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok,” pesan Jeffry kepada Gapuramanise.com, Kamis (1/10/2026).

Ia juga mengajak masyarakat Maluku untuk terus menjaga semangat persaudaraan dan kebangsaan. Menurutnya, masyarakat Maluku memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Indonesia sehingga semangat persatuan perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Jeffry berharap Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat kembali kesadaran seluruh masyarakat bahwa keberagaman merupakan bagian dari identitas Indonesia.

“Mari kita rawat persaudaraan, hormati perbedaan dan jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Persatuan adalah kekuatan kita untuk menghadapi tantangan masa depan,” Tutup Jeffry. (SWW-GM) 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *