
Gapuramanise.com, Ambon – Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dr. Michael Wattimena, SE., SH., MM, atau yang akrab disapa Bung Michael Wattimena (BMW), mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk tetap optimistis terhadap masa depan proyek strategis nasional Blok Masela.
Optimisme itu disampaikan BMW saat menjadi salah satu narasumber dalam talkshow bertajuk “Blok Masela: Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Maluku & Kedaulatan Energi Indonesia” yang berlangsung di Caffe Don-C, Jalan Sultan Babullah, Kota Ambon, Senin (7/9/2026).
Menurut BMW, perjalanan panjang menuju realisasi proyek Blok Masela memang membutuhkan kerja besar, koordinasi lintas sektor, serta kesabaran dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Namun, masyarakat Maluku harus melihat proyek tersebut sebagai sebuah peluang besar yang harus dijemput bersama.
“Kita harus optimistis bahwa proyek ini akan berjalan dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegas BMW.
Baginya, pembangunan sebuah proyek energi berskala nasional tidak boleh berhenti pada angka investasi, pembangunan infrastruktur, maupun kepentingan industri semata.
Lebih dari itu, proyek besar seperti Blok Masela harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama masyarakat Maluku yang berada di sekitar wilayah pengembangan sumber daya tersebut.
Pujian BMW untuk Menteri Bahlil Lahadalia
Dalam kesempatan itu, BMW juga memberikan pujian kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, yang menurutnya memiliki perjalanan hidup yang dekat dengan realitas perjuangan masyarakat dari bawah.
BMW menilai pengalaman hidup dan perjalanan panjang Bahlil menjadi salah satu alasan kuat untuk percaya bahwa kebijakan pembangunan di sektor energi tidak akan mengabaikan kepentingan rakyat.
Menurutnya, Bahlil merupakan sosok yang lahir dari bawah dan memiliki perjalanan kehidupan yang tidak mudah. Meski perjalanan hidupnya banyak berlangsung di Papua, BMW mengatakan Bahlil juga memiliki kedekatan tersendiri dengan Maluku.
“Beliau lahir dari bawah dan pernah besar di Maluku. Meskipun lama berada di Papua, saya yakin tidak mungkin beliau hadir dalam sebuah persoalan besar tanpa memikirkan rakyat,” ujar BMW.
Ia menegaskan, seorang pemimpin yang pernah mengalami perjuangan dari bawah akan memahami betapa pentingnya pembangunan yang memberikan manfaat kepada masyarakat luas.
“Pasti beliau berpikir tentang kemaslahatan banyak orang,” tambahnya.
Bagi BMW, semangat pembangunan yang dibawa pemerintah harus terus dikawal agar proyek-proyek strategis nasional, termasuk Blok Masela, tidak hanya menjadi cerita tentang investasi besar, tetapi juga menjadi jalan bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.
Blok Masela Harus Menjadi Berkah bagi Maluku
BMW kembali menekankan bahwa optimisme terhadap Blok Masela harus dibarengi dengan kesiapan masyarakat dan pemerintah daerah.
Peluang ekonomi, lapangan pekerjaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga manfaat daerah dari pengelolaan sumber daya alam harus benar-benar dipersiapkan sejak sekarang.
Ia berharap seluruh elemen di Maluku dapat membangun pandangan yang sama bahwa proyek besar tersebut harus menjadi momentum untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Blok Masela, kata dia, harus hadir sebagai proyek yang membawa manfaat, bukan sekadar aktivitas ekonomi berskala besar yang tidak dirasakan langsung oleh rakyat.
Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi penting dalam memastikan setiap proses pembangunan berjalan dengan baik.

BMW Tutup Diskusi dengan Hadiah Buku tentang Bahlil
Menariknya, pada penghujung kegiatan talkshow, BMW memberikan sebuah kejutan kepada para peserta yang aktif mengajukan pertanyaan dalam forum diskusi tersebut.
Bung Michael Wattimena membagikan buku berjudul “Bahlil Lahadalia: Koboi Dari Timur, Investasi Global” karya Neneng Herbawati kepada sejumlah penanya.
Pemberian buku tersebut menjadi penutup yang menarik dalam forum yang sejak awal membicarakan masa depan energi, investasi dan pembangunan Maluku.
Buku itu tidak sekadar menjadi hadiah bagi para peserta, tetapi juga menjadi simbol pentingnya membaca perjalanan hidup seorang tokoh dan memahami bahwa keberhasilan besar sering kali lahir dari proses perjuangan yang panjang.
BMW memberikan apresiasi terhadap karya tersebut karena mengangkat perjalanan dan kiprah seorang tokoh dari Indonesia Timur yang berhasil menembus panggung nasional hingga dunia investasi.
Melalui pemberian buku itu, BMW seakan ingin menyampaikan sebuah pesan sederhana namun kuat kepada generasi Maluku: latar belakang bukanlah batas untuk mencapai masa depan yang besar.
Dari forum di Caffe Don-C, optimisme itu kembali digaungkan. Bahwa Maluku memiliki sumber daya besar. Bahwa Blok Masela memiliki peluang besar.
Dan bahwa peluang sebesar apa pun hanya akan menjadi kenyataan apabila masyarakat, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan memiliki keyakinan serta kesiapan untuk menjemputnya bersama-sama.
“Kita harus optimistis,” menjadi pesan yang kuat dari BMW optimistis bahwa Blok Masela akan berjalan, optimistis bahwa pembangunan akan terus bergerak, dan yang terpenting, optimistis bahwa rakyat Maluku harus menjadi bagian utama dari manfaat besar yang lahir dari tanah dan lautnya sendiri. (LB-GM)
