
Gapuramanise.com, Ambon – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Maluku menggelar kegiatan Obrolan Demokrasi Kudatuli bertema “Dari Perlawanan Menuju Reformasi” di Ambon, Sabtu (25/7). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi untuk mengenang peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 sekaligus memperkuat komitmen menjaga nilai-nilai demokrasi melalui dialog bersama kalangan pemuda dan organisasi kemahasiswaan.
Ketua Panitia, Johan Rahantoknam, mengatakan bahwa kebebasan demokrasi yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan buah dari perjuangan panjang yang telah dilakukan puluhan tahun silam.
“Karena itu, kebebasan yang kita rasakan hari ini ditentukan oleh perjuangan 30 tahun lalu, khususnya perjuangan PDI Perjuangan. Dialog ini mengingatkan kita semua untuk mengenang sejarah sekaligus merefleksikan perjalanan demokrasi bangsa,” ujar Johan.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai elemen pemuda, termasuk organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus, sebagai bagian dari momentum perenungan sejarah perjuangan demokrasi.
“Sebagian besar yang hadir merupakan alumni Cipayung Plus, termasuk dari Pengurus Besar Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku. Melalui kegiatan ini kita dapat melakukan refleksi bersama agar nilai-nilai perjuangan demokrasi tetap hidup dan dipahami generasi muda,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, menegaskan bahwa peristiwa Kudatuli merupakan salah satu tonggak penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi simbol perlawanan terhadap pembungkaman kebebasan berdemokrasi.
Benhur menyebut semangat perjuangan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan demokrasi yang harus terus dikenang.
“Ibu Megawati menunjukkan semangat perjuangan dengan keyakinan dan kesadaran revolusioner dalam memperjuangkan demokrasi,” katanya.
Ia juga menilai bahwa meskipun Reformasi telah membawa perubahan besar bagi Indonesia, tantangan terhadap demokrasi masih terus dihadapi.
“Nilai-nilai yang diperjuangkan sejak Reformasi harus terus dijaga. Demokrasi tidak boleh mengalami kemunduran ataupun dicederai. Karena itu, generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk terus mengawal kehidupan demokrasi,” ujar Benhur.
Menurutnya, PDI Perjuangan sejak awal lahir dari semangat kebersamaan bersama rakyat dan kaum muda. Oleh sebab itu, partainya terus membuka ruang dialog bersama mahasiswa dan organisasi kepemudaan sebagai wadah bertukar gagasan.
“Perkembangan demokrasi dan kedaulatan rakyat adalah hal yang utama. Budaya berdiskusi, saling mengkritik, dan menyampaikan gagasan harus terus dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan demokrasi,” tambahnya.
Melalui kegiatan Obrolan Demokrasi Kudatuli, DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku berharap semangat perjuangan demokrasi yang lahir dari peristiwa Kudatuli dapat terus diwariskan kepada generasi muda, sehingga nilai-nilai kebebasan, keberanian, dan kedaulatan rakyat tetap terjaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (LB-GM)
